UU Pornografi & Parlemen Yang Kehilangan Akal Sehat

Ikhtiar Politik para pemangku kepentingan di Parlemen terhormat, atas disahkannya Rancangan UU Pornografi dengan dalih penyelamatan moral atas penyakit “Moral hazard” di Indonesia malah melahirkan kekhawatiran baru justeru Parlemen berlaku amoral. Karena esensi keberadaan dan tanggung jawab Moral parlemen sebagai wakil rakyat adalah memperjuangkan secara seimbang kepentingan rakyat, berpihak pada keresahan publik. sebab ketika esensi ini diabaikan maka sesungguhnya parlemen sedang mempraktekan perbuatan “Amoral”.

Seyogyanya pro kontra atas pembahasan RUU pornografi dan protes keras berbagai elemen atas prodak RUU pornografi ini cukup menjadi sebuah alasan untuk sedikit menggunakan akal sehat dalam melahirkan kebijakan dengan tujuan menjaga moral warga negara. Namun kesan terburu-buru dan memberikan argumentasi ‘Rasis”, tidak argumentatif karena cenderung non akomodatif terhadap fakta dan budaya sebagian warga negara dalam proses pengesahan RUU pornografi sudah cukup bagi kita untuk sedikit melemparkan kata yang agak nyeleneh bahwa “parlemen telah kehilangan akal sehatnya”, meskipun faktanya fraksi PDIP dan PDS serta dua orang anggota DPR fraksi Golkar Walk out namun tetap saja keputusan pengesahan RUU pornografi akan melekat sebagai prodak parlemen. jadi apa bedanya mendukung dan tidak mendukung toh Parlemen atas nama moralitas telah melahirkan sebuah regulasi yang mengingkari tanggung jawab moral para anggota Dewan terhormat itu.

Yang pasti UU telah disahkan, oleh kare itu materi dan strategi protes NGO, dan Ormas serta penggugat lahirnya UU ini harus direkonstruksi ulang karena nampaknya perjuangan masih panjang, secara hukum yang dibenarkan oleh konstitusi, para penolak lahirnya UU ini masih punya satu kesempatan legal lagi yaitu mengajukan yudisial Review atas UU pornografi ke Mahkamah Konstitusi.  Sambil berharap Mahkamah Konstitusi masih memiliki objektivitas dalam bekerja. Dan sekedar pemacu semangat tidak apa-apa menaruh harapan lebih kepada MK, sebab MK bukan lembaga politik meskipun pada akhirnya para hakim yang latar belakangnya dari parpol itu akan melakukan voting juga dalam pengambilan keputusannya.

Melelahkan sebenarnya menguras logika untuk memberikan tambahan pemahaman logika bagi parlemen yang sengaja menutup rapat-rapat logika akal sehatnya, namun berikut dapat diutarakan beberapa hal yang harusnya terus disikapi dan kita kritisi, yaitu:

“Baru Berlaku UU Pornografi Udah tunjuk kekuatannya”

Dengan diberlakukannya  UU pornografi, maka tindakan subjektiv atas tudingan tidak bermoral dari sudut pandang UU mulai berlaku, warga negara bisa diseret dan dibuatkan BAP hanya karena berkreasi dan menonjolkan sesuatu yang dipandang mengandung materi seksual bahkan masyarakat boleh berpartisipasi dalam memberantas pelaku pornografi. Hebat masyarakat yang sebagian besar baru melek huruf ini diberi wewenang oleh UU untuk menterjemahkan defenisi Pornografi berdasarkan subjektivitas mereka. inilah dampak berikutnya dari definisi pornografi yang bias.

Dan fantastis, baru berumur sehari UU ini telah “berdinas dimalam hari” tidak butuh waktu lama bagi UU ini, atas nama  hukum aparat bekerja dengan gesit atas nama negara dan UU menjaring para penari streaptess di beberapa tempat hiburan malam di Jakarta. Mungkin untuk kasus penari streaptes ini publik tidak akan terlalu bereaksi, karena siapapun akan bisa setuju kalau steaptes memang bertentangan dengan budaya moralitas ketimuran kita dan ini memang secara komersil bertujuan memancing sahwat para penikmatnya. Tapi satu hal yang mengganjal dan tidak proporsional kenapa hanya penari streaptes yang ditangkap, lantas bagaimana dengan penikmat dan penyelenggara. Sebab tarian sterptes adalah sebuah prodak bisnis seksual ringan yang dikelola oleh sebuah perusahaan profesional dan terorganisir cukup baik, belum lagi kalau ditelusuri siapa bekinnya Wah…wah….UU ini belum apa-apa dalam penerapannya udah mulai mempraktekan “tebang pilih.

“Parlemen Sengaja Mendangkalkan Logika akal Sehatnya”

UU pornografi sepertinya dapat menjadi referensi seberapa dangkal kecerdasan para anggota parlemen dalam memahami Indonesia. Para anggora DPR terhormat sepertinya lupa bahwa anak-anak dinegeri ini  terdiri atas beribu etnis, beragam budaya, yang boleh jadi bagi orang papua adalah tradisi dan rangkaian instrumen ritual bisa dianggap porno oleh orang lain diwilayah jawa. Karena itu, wajar jika para seniman Bali dan penari tayub di Jawa Tengahbereaksi saat rancangan undang-undang ini. Mereka khawatir  tarian atau karya patung mereka dianggap porno.

Masyarakat Dibolehkan Jadi Polisi Moral Oleh UU Pornografi”

Selain itu yang cukup fatal dalam produk UU ini adalah munculnya pasal-pasal yang membolehkan masyarakat berperan mencegah pembuatan atau penyebaran segala hal yang mengandung pornografi. Satu potensi kekerasan sudah disahkan lewat sebuah undang-undang. Atas nama undang-undang ini, sekelompok warga bisa merasa diberi hak oleh negara untuk melakukan tindakan hukum sendiri. Wah….wahhh, eett tapi masih ada harapan lewat PP pemerintah harus bisa memberikan batasan yang jelas sehingga munculnya beragam tafsir atas bunyi UU dapat diminimalisir.

http://www.berpolitik.com/viewnewspost.pl?nid=17502&param=Ezl9DiFXlYT9lRcGDhKq


  1. Kaffir itu najis !!!

    Yang kehilangan akal sehat adalah PENOLAK UNDANG-UNDANG PORNOIGRAFI INI,

    yang nolak adalah bandar pelacur,
    PEREK,
    Partai CABUL yang anggota DPR nya main bikin film porno,

    Agama kristen yang di injil banyak kata-kata cabul sehingga orang kristen (PDS) nolak Undang-Undang ini,karena di Injil/bible banyak kata-kata cabulnya,

    Yang cerdas dong bikin artikel,
    Orang tolol juga tahu, bahkan budah,hindhu dan semua agama kecuali kristen itu di kitab suci masing-masing melanggar semua jenis pornoaksi dan pornografi,,,
    bego dipiara !!! kambing dong dpiara bisa untung…
    wkwkwkwkwk…^-^

  2. logic

    buat yang merasa UU pornography sudah tepat maka sesungguhnyalah mereka sedang membawa bangsa ke dalam kehancuran. Masyarakat resistent terhadap UU pornography bukan karena mereka setuju pronography tetapi karena UU tsb dibuat tanpa mempertimbangkan perasaan kebangsaan yang lebih luas daripada sekedar memaksakan pandangan sekelompok mayoritas yang mulai dipengaruhi pandangan kearaban….dan itulah yang terjadi, wakil2 rakyat seperti lupa akan bijaknya pendahulu2 kemerdekaan indonesia saat menegaskan pancasila sebagai dasar negara, wakil2 rakyat sekarang merasa ada yang salah dgn komprominya pendahulu2 lalu dan mereka sekarang setelah mulai dirasuki fikiran2 dari arab mulai merongrong bangsa dan bersembunyi dibalik demokrasi yang lama2 akan mereka kentuti juga….

    Tidakkah kita sadar kita menuju Balkanisasi ?(maaf kebetulan juga pentolan pembuat UU ini bernama Balkan)….Indonesia plural, beragam dalam pancasila akan membawa Indonesia sekuat Amerika Serikat jika dijalankan dgn benar, tapi, yang terjadi, sekelompok orang ingin membawa Indonesia seperti Arab yang lemah, munafik dan konyol….

    salam,

    LOGIC
    Islam Monotheist dan Islam adalah tanggung jawab pribadi bukan kelompok

  3. logic

    Buat mas Kaffir itu najis !!! ,
    anda kafir ya ? Anda kafir kita gak masalah kok, gak ada keinginan kita meluruskan anda….kita akan biarkan anda kafir karena manusia bebas memilih, mau jadi kafir atau monotheist….tapi kelihatannya dari tulisan anda, anda ini penganut agama Sunni….yaitu suatu sekte didalam agama islam….

    Salam
    LOGIC

  4. tguh

    ya jelas lah yg nolak UU ini jablay…pecun…gigolo.
    ga ada lagi..mereka kan suka klo di indonesia ancur moral nya.

  5. Yg jlas dua2nya salah, baik yg pro maupun kontra UU Pornografi.
    Kesalahan yg Pro adalah memaksa kuda betina/kuda jablay, domba jablay pakai baju, pakai kerudung….ha-ha-ha.
    Wajarlah mereka kpinginnya buka2an,bubulucunan, karena mereka adalah Mbek, Manuk. Maka di Sistem mereka, di Negara mereka ada yg namanya HAM (Hak Asasi Mbek, Maung, Manuk dan HAK ASASI MOOONYET). Biar raga mereka seperti manusia, tapi jiwa mereka adalah kuda, monyet, domba dan sebangsanya yg tdak tahu malu bersenggama dimana saja…tanpa disahkan pnghulu…
    Dakwahi mereka agar jadi manusia jiwanya….makhluk yg punya adat dan rasa sopan,malu, punya etika….

    Bagi yg kontra…yah mereka adalah para PENIKMAT SIRKUS para binatang….Jadi mereka ktakutan HOBInya nonton Sirkus kuda2 jablay dibatasi…..




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: