MUI Cemas Lembaga Pemberi Sertifikat Halal Jadi Sekuler

http://tempointeraktif.com/
Kamis, 09 Oktober 2008 | 22:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Majelis Ulama Indonesia (MUI) khawatir lembaga pemberi sertifikat halal terkontaminasi hal sekuler. Karena itu mereka menginginkan kewenangan penerbitan sertifikasi halal tetap diserahkan kepada Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik (LPPOM) MUI. Ketua MUI Amidhan Shaberah mengatakan sertifikasi halal bukan hanya pengujian kimia tetapi juga persoalan agama.

LPPOM merupakan lembaga penerbitan sertifikat halal dibawah Komisi Fatwa MUI. Setiap produk yang diuji, tidak hanya diteliti kandungannya saja tetapi juga dipertimbangkan dari nilai agamanya. Ia kawatir jika pemberian sertifikat diserahkan ke lembaga lain yang sekuler tidak akan mempertimbangkan nilai-nilai agama.

“Lembaga lain rawan terkontaminasi oleh hal-hal sekuler, bisa saja dibayar agar menerbitkan sertifikat,” kata Amidhan. MUI tidak dapat menjamin sertifikat halal yang dikeluarkan oleh lembaga lain yang tidak dalam naungan MUI.

Saat ini DPR dan pemerintah tengah membahas rancangan Undang-undang Jaminan Produk Halal. Pemerintah menginginkan kewenangan penerbitan sertifikat halal, demikian halnya dengan MUI yang mengklaim telah berpengalaman 19 tahun dalam menerbitkan sertifikat halal.

Menurut Amidhan, pemerintah bisa memiliki kewenangan pengawasan, administrasi, maupun peninjauan, tetapi penerbitan sertifikat tetap diserahlkan kepada MUI.Aqida Swamurti


  1. habibhasan

    “Lembaga lain rawan terkontaminasi oleh hal-hal sekuler, bisa saja dibayar agar menerbitkan sertifikat,” apa MUI pasti lepas dari usaha kolusi demi terbitnya sertifikat ini?????

  2. sufimuda

    Kalau uangnya cukup semua jadi halal🙂

  3. logic

    Kan Halal Haram sudah jelas di AlQuran….
    Emang di AlQuran ada ayat yang berbunyi:
    “Hi Umat, bentuklah lembaga sertifikasi Halal Haram…”

  4. @logic

    nggak segitunya kaleee…

    berilah kesempatan kepada MUI…

    biar loe tambah sakit hati…hahahahaah

  5. kojek

    setahuku yang haram itu makanan hasil nyolong …. ato beli makanan dari hasil korupsi uang rakyat.
    adah adah ajah ……

  6. yohanes Mualaf

    kalo liat forum2 ginian, jadi pengen buang sampah, mau buat thread baru tapi males, mendingan disini, soalnya banyak yang pada nyampah juga.

    penyampah digital seringkali membuat sampah di dunia maya atas “daya khayal” dan angan2nya, kemudian dituliskan di Internet.

    penderita ini istilah kedokterannya “scyzophrenia”. Peluapan daya khayal bisa dilakukan dengan “perang-perangan” di games seperti games favourite saya “Microsoft Age of Empire”, atau bahkan yang kebablasan di forum online seperti ini, seperti disini pasien2 scyzophrenia ada yang dalam khayalannya sebagai “Habib Hasan” ada yang jadi “AKKBB KUFFAR” dan berbagai khayalan anak-anak lainnya.

    Tidak ada kebenaran outentik dari kata-kata pasien scyzophrenia tersebut, yang ada adalah “akibatnya” penyesatan opini Umat dan sewa preman buat hadirin sidang orang lain,,,,
    menyedihkan bukan ???
    hi..hi..hi…:)

  7. Masalah kolusi. jelas siapa saja bisa kolusi. Tapi kalo masalah halal dan haram itu sudah jelas ? Yang dianggap jelas kan aturannya. Jaman sekarang ini dimana ada makanan kaleng, impor dsb. rasanya segalanya jadi kurang jelas deh. Siapa yang tahu kandungan isi makanan kaleng ? Karena itu dibutuhkan pihak2 yang meneliti itu.

    Tapi bahwa ada susu melamin masuk saja kita nggak tahu. Itu juga perlu dipertanyakan. Apa iya melamin itu halal ??? Hik Hik Hik.

  8. gabriel Assakoni Aljais

    Asal tau aje ente Belatung nangke asalnye dari mane…?
    yang numpang hidup, numpang populer, buat batu loncatan siape, ..? kalau bukan yang mengatas namakan Islam. Die lebih jahat dari yang namenye Dajjjal.




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: