Pengalaman mengikuti sidang Rizieq

By Musdah Mulia

Saya masih berada di Balikpapan ketika Anick mengirim info via sms bahwa dia dan Suaedy akan menjadi saksi dalam persidangan Rizieq hari Senin, tanggal 25 Agustus 2008, pukul 09.00 di PN Jakarta Pusat. Begitu inginnya saya menyaksikan persidangan, saya bergegas pulang ke Jakarta, meski harus naik pesawat dengan tiket yang harganya dua kali lipat dari harga normal. Dalam benak saya, sidang ini pasti meriah karena dipenuhi massa FPI, mengingat terdakwa adalah Rizieq Shihab, orang yang selama ini mereka kultuskan.

Senin pagi saya menjemput Amanda menuju PN. Di depan PN polisi dalam jumlah yang cukup banyak sudah berdiri menjaga pintu masuk. Mulanya, kami khawatir tidak boleh masuk. Tetapi, setelah minta izin, polisi dengan ramah mempersilahkan dan memberikan jalan. Di dalam gedung kami berpapasan dengan beberapa orang dari AKKBB. Selanjutnya, kami bergegas masuk ruang sidang tanpa menghiraukan pandangan mata massa FPI yang memperhatikan langkah kami.

Dugaan saya benar. Ruang sidang sudah dipenuhi massa FPI, mereka terdiri dari laki dan perempuan, lebih banyak laki dan sebagian besar memakai baju koko putih dengan tulisan FPI. Untungnya pada bangku kedua dari depan ada tempat kosong, cukup untuk kami berdua. Lalu, kami duduk dengan tenang. Suara takbir menggelegar memenuhi ruangan, itu terjadi setiap kali diteriakkan kata ”takbir” oleh pemimpin mereka. Silih berganti ucapan takbir dan salawat diteriakkan.

Dua orang yang tadi duduk di sebelah saya pindah tempat. Bersamaan dengan itu Nong, Anick, Saidiman dan Ilma datang. Kami berenam duduk bersempit-sempitan di satu bangku (normalnya bangku pengunjung di PN itu hanya muat empat orang). Kami menunggu agak lama, tapi saya sudah terbiasa dengan jadual sidang yang sering tidak tepat waktu. Saya katakan pada Amanda, ini sudah biasa, jadual sidang selalu molor. Mungkin bosan menunggu, Nong, Ilma, Anick dan Saidiman keluar ruangan. Kami berdua tetap di dalam dan tempat di kiri-kanan kami yang tadi ditempati teman-teman, sekarang diisi orang-orang FPI, semuanya laki-laki.

Sementara itu, massa FPI terus berdatangan, padahal ruangan sudah penuh sesak. Sebagian mereka duduk di lantai sebagian lagi berdiri di seputar dinding ruang sidang. Ruang yang tadinya masih terasa sejuk oleh AC, sekarang sudah berubah panas dan sumpek. Seingat saya ada aturan yang ketat dalam persidangan menyangkut berapa orang yang bisa masuk mengingat kondisi ruang yang terbatas dan juga agar kehadiran massa yang begitu banyak tidak mengganggu jalannya sidang. Tetapi, aturan itu kok tidak berjalan?

Sambil menunggu para hakim memasuki ruangan sidang, dan dalam suasana riuh, panas dan sumpek itu, seorang pemimpin FPI memberi instruksi agar mulai melakukan ratiban, tentu saja dengan suara yang keras dan menyentak-nyentak. Massa FPI membaca salawat, doa dan wiridan lainnya mengikuti pemimpin mereka. Herannya para petugas tidak ada yang berani menghentikan kegiatan yang tidak lazim ini. Disebut tidak lazim karena seumur hidup baru kali ini saya menyaksikan acara ratiban di ruang sidang.

Sebagai orang yang besar dalam tradisi NU, ratiban ini sama sekali bukan hal yang asing buat saya. Aktivitas ini merupakan hal yang lumrah sejak di pesantren. Karena itu, saya menikmati bacaan ratiban dan mengikutinya, tetapi cukup di dalam hati, tidak perlu bersuara. Di pesantren, kami terbiasa ratiban dengan suasana khidmat, tidak dengan menyentak-nyentak sehingga mengeluarkan suara gaduh dan berisik yang pasti mengganggu kenyamanan orang lain.

Di ujung ratiban itu, berdirilah salah seorang imam mereka untuk meminpin doa akhir dan meminta semua hadirin untuk berdiri. ”Semua yang mengaku Muslim harap berdiri, demikian perintahnya” Amanda dan saya tidak berdiri dan itu segera membuat pandangan mereka tertuju kepada kami dengan wajah marah. Lalu spontan berhamburan cacian kepada kami: ”kalau Islam berdiri dong” ”Hai kafir jangan duduk aja” ”kamu bukan golongan muslim ya” dan seterusnya. Kami tetap diam tidak bergeming. Suasana mulai memanas, dan secara refleks saya lalu menengadahkan tangan berdoa, tetapi dalam posisi tetap duduk, demikian pula Amanda. Terdengar suara, ”sudah gak usah diterusin, mereka sudah mengikuti asas Islam” Saya tidak mengerti arti ucapan mereka itu. Yang pasti doa lalu dibacakan oleh imam mereka dan massa FPI larut dengan ucapan amin, amin, amin dengan suara lantang, seolah memaksa Tuhan mengabulkan doa mereka. Dalam perjalanan pulang, Amanda berkata kepada saya: ”heran ya kok di ruang resmi seperti ini mereka masih memaksakan kehendaknya pada orang lain? ”Apalagi soal berdoa, itukan tidak harus berdiri, bisa dengan duduk, berbaring, terserah kita.” Ya, begitulah mereka, jawab saya.

Pembacaan doa berakhir dan tiada berapa lama, para hakim memasuki ruangan diiringi terdakwa. Ada hal menarik ketika terdakwa, Rizieq memasuki ruangan dan duduk di kursi yang disediakan. Tiba-tiba seorang perempuan menyelonong masuk. Hakim Ketua sempat menegur: ”ehh ini siapa?” Lalu dijawab, isteri Rizieq. ”Mestinya tidak lewat pintu ini, melainkan lewat pintu pengunjung”. Kata Hakim Ketua. Saya tersenyum melihat pemandangan aneh ini. Baru saja Hakim Ketua membuka sidang, segera diinterupsi oleh Tim Pembela. Interupsi itu berkaitan dengan kehadiran polisi di dalam ruangan sidang. Menurut Tim Pembela, kehadiran polisi tidak layak dalam ruangan sidang. Alasannya, terdakwa bukan lah orang yang membahayakan, melainkan orang baik. Orang yang selama ini dikenal sebagai tokoh Islam. Sempat terjadi adu argumentasi yang hangat, akhirnya Hakim Ketua memutuskan sebagian besar polisi meninggalkan ruangan, hanya 4 polisi yang tetap berada di dalam. Saya memberi acungan jempol kepada Hakim Ketua, sikapnya tegas, tenang dan tidak terpengaruh oleh kondisi ruang sidang yang ”hahgat”.

Sidang hari ini khusus untuk mendengar penuturan para saksi. Giliran pertama yang dipanggil, Anick menyusul Saidiman. Pertanyaan pertama diajukan oleh Jaksa Penuntut. Kesan saya, para jaksa penuntut tidak bekerja optimal seperti biasanya. Entahlah, apa mereka itu mengalami tekanan psikis akibat ulah massa FPI di ruang sidang atau sedang dalam kondisi yang tidak fit untuk bersidang. Sebaliknya, Tim Pembela justru sangat bersemangat. Mereka dengan lantang mencecar para saksi dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan, membuat para saksi agak kewalahan. Untunglah, keduanya tidak terpedaya dan menjawab pertanyaan dengan tegas dan tenang. Hanya dalam pertanyaan yang bersifat teknis, seperti berapa banyak massa AKKBB atau berapa banyak massa FPI para saksi tidak memberikan jawaban yang pasti.

Sebagai orang awam dalam etika persidangan, saya mempertanyakan kebolehan mengungkapkan kalimat-kalimat berikut: Anda Muslimkan? ;Jangan bohong ya, tadi Anda sudah disumpah secara Islam; Anda ini pembohong, kalau Anda berada sekitar 20 meter dari massa FPI di Monas pasti Anda sudah digebukin juga! Selain itu, suasana sidang masih juga diselingi yel-yel Allahu Akbar dan kalimat agamis lainnya.

Lalu, juga sepanjang proses persidangan saya mendengarkan sejumlah ungkapan menghujat saksi. Tentu saja saya tidak berusaha melihat orang yang mengeluarkan ungkapan itu. Saya menyimak beberapa ungkapan, seperti: ”astagfirullah ini orang kafir”; ”dasar kafir lho”; ”beraninya ngaku Islam”; ”giliran di sumpah pake Qur’an”; ”kamu pantas di neraka”.

Paling tidak ada dua pelajaran berharga dari sidang ini. Pertama, pertanyaan paling rinci terhadap saksi adalah soal motivasi yang melatarbelakangi aksi di Monas. Sepertinya, ada upaya untuk memutarbalikkan fakta bahwa itu adalah aksi membela Ahmadiyah. Setahu saya tujuan satu-satunya aksi damai di Monas adalah memperingati hari lahir Pancasila. Peringatan ini dilakukan demi memperkuat ikatan kebangsaan dan keindonesiaan yang semula dirajut oleh para the Founding Fathers dengan memilih Pancasila sebagai ideologi negara. Kalau dipikir secara mendalam, pilihan itu tentu tidak mudah, tetapi sangat bijaksana. Muncul pertanyaan mengapa tidak memilih ideologi Islam? Bukankah sebagian besar para the Founding Fathers adalah tokoh-tokoh Islam yang sangat dikenal? Jawabnya tegas, memilih agama sebagai ideologi negara akan sangat problematik. Bicara soal agama berarti bicara soal tafsir, dan bicara soal tafsir pasti sangat beragam, tidak pernah tunggal. Pertanyaannya lalu tafsir mana akan dipedomani pemerintah? Sungguh tidak mudah dan pasti sangat problematik. Saya memuji, betapa cerdas dan bijaknya para pendahulu bangsa ini memilih Pancasila.

Pancasila mengajarkan agar pemerintah bersikap netral dan adil terhadap semua penganut agama dan kepercayaan. Pemerintah tidak perlu mencampuri urusan substansi ajaran setiap agama dan kepercayaan. Pemerintah cukup menjamin agar setiap warga dapat mengekspressikan ajaran agama dan kepercayaan masing-masing secara aman, nyaman dan bertanggung jawab. Pemerintah tidak berhak mengakui mana agama yang resmi dan tidak resmi atau agama yang diakui atau tidak diakui. Semua penganut agama memiliki posisi setara di hadapan hukum dan perundang-undangan. Tidak ada istilah mayoritas dan minoritas. Semua warga adalah pemilik sah negeri ini. Karena itu, sikap pemerintah membiarkan perilaku diskriminatif terhadap kelompok agama minoritas, seperti penghayat kepercayaan, pemeluk agama lokal, komunitas Ahmadiyah, Lia Eden, kelompok Kristen dan sejumlah komunitas agama dan kepercayaan lainnya jelas bertentangan dengan Pancasila.

Kedua, hal menarik dari massa FPI adalah sikap kepatuhan, kedisiplinan dan loyalitas yang sangat kuat pada pimpinan. Dalam ruang sidang tadi, saya mengamati setiap kali pimpinan mereka memberi aba-aba, walau hanya dengan isyarat tangan, dengan serentak mereka beraksi. Misalnya, jika diberi aba-aba takbir, serentak mereka takbir. Diberi aba-aba diam, serentak mereka diam. Sungguh menakjubkan!! Jadi, mereka juga bisa menjadi sangat disiplin. Sayangnya, disiplin itu bukan muncul karena kesadaran kemanusiaan, melainkan karena diperintah oleh pimpinan.

Sejumlah studi menjelaskan bahwa corak keagamaan masyarakat dapat dipolakan ke dalam dua kategori: corak agama otoritarian dan agama humanistik. Agama humanistik, memandang manusia dengan pandangan positif dan optimis, serta menjadikan manusia sebagai makhluk yang penting dan memiliki pilihan bebas. Dengan kemauan bebasnya, manusia dapat memilih agama yang diyakini benar. Manusia harus mengembangkan daya nalarnya agar mampu memahami diri sendiri, untuk selanjutnya membangun relasi positif dan konstruktif dengan sesama manusia, serta menjaga kelestarian alam semesta.

Sebaliknya, unsur hakiki dari agama otoritarian adalah sikap penyerahan diri secara mutlak kepada Tuhan. Ketaatan menjadi kekuatan utama, dan sebaliknya, ketidaktaatan dianggap dosa paling besar. Dengan latar belakang Tuhan yang menakjubkan sebagaimana diimani oleh agama otoritarian, manusia dipandang tak berdaya, tak berarti dan serba-dependen. Dalam proses submisi ini, manusia menanggalkan kebebasan dan integritas diri sebagai individu dengan janji memperoleh pahala berupa keselamatan dan kedekatan dengan Tuhan. Ironisnya, ketaatan kepada Tuhan dalam implementasinya diwujudkan dalam bentuk ketaatan kepada pimpinan. Jadi, sebetulnya mereka taat kepada manusia yang mengklaim diri sebagai wakil Tuhan, bukan pada Tuhan yang sesungguhnya. Tidak heran, jika pengikutnya sangat tergantung pada pemimpin dan sangat loyal pada organisasi. Agama otoritarian selalu melahirkan bentuk kultus, radikalisme, dan fundamentalisme. Pemimpin kelompok ini sangat mungkin berlaku sewenang-wenang dan pengikutnya pun mampu melakukan kekerasan dan kekejaman. Lagi-lagi atas nama Tuhan dan atas nama agama. Mengerikan!.

Jakarta, 25 Agustus 2008


  1. AAARGGHH saya speechless. Semoga semoga semoga semoga. Semoga apa? Entah. Hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik buat mereka.

  2. Lalu, apakah ada agama yang memiliki dua muka, yaitu humanistik dan otoritarian? Kalau ada, mengapa bisa ada dua muka seperti itu?

  3. economatic

    Betapa mereka telah menghina Allah dengan jalan merendahkan makhlukNya dan mengagungkan makhlukNya yang lain, semoga segera sadar ….. Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar.

  4. thankz banget sharingnya Mba…

    nggak banyak yang berani nulis kayak gini…

    say tunggu next sharingnya…

    *sedih😥 *

  5. Sayangnya, disiplin itu bukan muncul karena kesadaran kemanusiaan, melainkan karena diperintah oleh pimpinan.<<<sama aja seperti kalau kita ngeblog, kita harus mengikuti perintah blogger reques harus pakai user nama email dan sebagainya begitukan?🙂. Kesadaran manusia itu bersumber dari orang lain dan muncul melalui orang lain juga,atau dari sesuatu , entah itu pimpinan atau teman atau lawan dan sebagainya.yang pasti bukan bersumber dari diri sendiri. Anda membicarakan masalah kesadaran, tapi anda sendiri tidak sadar loh.

  6. mbah adem

    untuk teteh Aisha

    kepatuhan dan kesadaran itu dua hal yang berbeda, kalau kepatuhan itu blom tentu sadar..
    misalnya nih kalau saya mau ngeblog juga, sama kayak teteh Aisha, saya harus pakai user nama email dan sebagainya begitukan?🙂, saya isi nih, saya patuh dong, soalnya kalau gak ngisi pasti deh gak desetujuin tuh blog…tapi saya blom tentu sadar lho..soalnya kalau saya sadar saya pasti ngasih isian yang benar, tapi karena cuman patuh tapi gak sadar..ya..yang penting ngisi…

    kesadaran itu harus muncul dari dalam diri, yang muncul dari luar diri itu belum kesadaran…

    (“Anda membicarakan masalah kesadaran, tapi anda sendiri tidak sadar loh…” jangan dianggap serius ya teteh ya…salam kenal deh dari simbah..)

  7. buat kang rizieq, yang tabah ya…
    (cuma mau support aja)
    kalau soal pengalaman admin, ya…biasa aja kaleee

  8. blog ini menarik lho… coba di share aja di situs social bookmarking ini>>>

    http://www.lintasberita.com/

    mudah2an bisa membantu naikkan traffic blog ini.. ok deyh.. keep up the great job ok.. thanks..

  9. logic

    sebagai seorang yang berusaha ‘islam'(tunduk patuh pada Nya), ulah FPI atau anggota FPI ini sangat memalukan. Beginilah akibat dari kebodohan dan kemusyrikan….kenapa saya katakan bodoh dan musyrik ? Karena harus bodoh dulu untuk menjadi musyrik seperti FPI ini….Mereka awalnya bodoh, lalu lahir dalam keluarga yang dididik dalam ajaran Islam, lalu karena bodoh dan salah ajar maka mereka menuhankan Rasulullah Muhammad, lalu karena bodoh dan bertuhan muhammad tadi maka keturunannya dianggap istimewa, makanya menjadi menuhankan Riziek Shihab, jadilah begini, bodoh, musyrik dan kayaknya bakalan masuk neraka….berlawanan dengan apa yang mereka fikirkan,….
    salam
    Logic

  10. DARI TULISAN DIATAS, JELAS SUDAH TINGKAT DISIPLIN DAN TERTIBNYA FPI, PANDANGAN MIRING SELAMA INI TERHADAP FPI TERNYATA TIDAK BENAR.
    DAN SAYA YAKIN SEKARANG PENULIS (ANTI MUI) AKAN MENDUKUNG SIKAP FPI SECARA TOTAL.

    KEBANGKITAN ISLAM SEDANG DIMULAI …………….

  11. waduh, sayah telat banget sih…:mrgreen:

    @taubat :
    wakakakak.. ya.. ya.. yaa…

  12. kakang

    sorban dikambingin eh.. eh.. ma’sudnye kambing disorbanin
    kucing kucing diraupi , gue kaga tau tuh.. bates ketaatan ama ketololan…. FPI taat apa tolol ya….

  13. uma

    bagi semua pecinta kebenaran mari memohon doa….

    Ya Allah, dalam ramadhan yang mubarak ini, aku memohon kepadaMu, dengan pengakuan tidak ada tuhan kecuali Engkau, Maha Esa, Engkau tempat memohon, tidak memiliki anak, dan tidak diperanakan, dan tidak ada apapun yang menyamaiMu…

    ku mohon Enkau tunjukkan yang benar itu benar, dengan kekuasaanMu
    ku mohon Engkau tunjukkan yang salah itu salah, dengan kekuasaanMu

    timpakanlah hukumanMu kepada yang pihak salah dan para pengikutnya dalam pertikaian ini, siapapun. berikanlah hukumanMu di dunia ini dan di akhirat kelak. Hinakan mereka yang bersalah ya Tuhan semesta alam… amin

    ku mohon kabulkanlah ya Allah, karena janjiMu adalah mengabulkan do’a orang yang berpuasa, dan janjimu haq. amin… Ya Sang Perkasa, amin ya Sang Pengampun, amin ya Pengasih ya Penyayang.

  14. md islami

    Sayangnya, disiplin itu bukan muncul karena kesadaran kemanusiaan, melainkan karena diperintah oleh pimpinan.<<<sama aja seperti kalau kita ngeblog, kita harus mengikuti perintah blogger reques harus pakai user nama email dan sebagainya begitukan?🙂. Kesadaran manusia itu bersumber dari orang lain dan muncul melalui orang lain juga,atau dari sesuatu , entah itu pimpinan atau teman atau lawan dan sebagainya.yang pasti bukan bersumber dari diri sendiri. Anda membicarakan masalah kesadaran, tapi anda sendiri tidak sadar loh.<<<<Aisha comment

    konteksnya berbeda sekali dengan yang dipaparkan…..untuk mba aisha anda melihat bentuk kesadaran itu dari apa?
    kesadaran dalam pola pikir mba bukan karena kesadaran itu akibat pengaruh luar……..secara sadar kita melakukan apa yang kita perbuat tapi pola pikir kita tidak dibarengi oleh kesadaran untuk memilih mana yang baik atau yang jahat kesadaran itu bersumber dari diri sendiri mbak akibat dari melihat hal yang tentunya pantas atau tidak dia melakukan menurut pola pikir dia………semua kembali kepada diri dan letaknya kesadaran itu ada dalam dirinya sendiri……saya ambil contoh bila anda ingin membuat tobat seseorang apa anda harus memaksakan dia untuk bertobat? tentu saja tidak karena kesadaran itu datang dari orang yang ingin bertobat atau tidak ingin bertobat nah di situlah pola pikir itu dituntut mana yang akan membuat dia menjadi sadar akan dirinya…….

  15. md islami

    saudara2 FPI yang dikasihi allah mengapa kalian tidak sadar bahwa selama ini kalian hanya tunduk kepada rizhik bukan tunduk kepada allah…ibarat kata apa yang diinginkan oleh pimpinan kalian kalian aminin mentah2 tanpa kalian kritisi di mana letak kebenaran maupun kesalahannya. Saya sangat prihatin akan nasib kalian yang mentuhankan manusia dengan melihat kepatuhan yang ada dalam diri kalian untuk membela kebenaran tapi jalan yang kalian ambil salah, apa kalian tidak sadar apa yang kalian lakukan mirip dengan perampok, dan orang2 barbar di jaman jahiliyah…..saudara FPI dalam hal ini anda jangan begitu saja percaya bahwa seorang pemimipin mampu membawa kalian ke hadirat allah apalagi menikmati syurga….wasalam.

  16. Wanda

    Jauh lebih mulia tindakan orang2 fpi daripada orang yang mengaku islam berbahasa arap fasih banget tapi tindakan, perkataan dan dukungannya ditunjukkan ke orang2 kafir.
    Kyai, alim ulama, maupun habib yang tidak mematuhi aturan islan adalah juga kafir.
    Ada ulama yang menghalalkan tumpahnya darah ulama lain hanya karena pandangan politik bukan karena syari maupun aqidah, dengan bangganya menggerakkan kaum mudanya menghancurkan masjid dan sekolah putri yang dibangun organisasi rifalnya. Inilah hasil kultus indifidu buta.
    Fpi? Tidak sampai ke kultus buta, hanya saja mereka kurang pengalaman.
    Untuk fpi: jalan terus pantang mundur perangi kemaksiatan dan kemunkaran dengan lebih berhati2 dan sabar. Percayalah komentar miring terhadap fpi hanya dilakukan oleh orang yang buta mata buta hati buta pikiran dan tuli telinga dari kebatilan dan kemunkaran yang terjadi.
    Dan bahkan mereka pelaku2 kemunkaran dan kemaksiatan tersebut.

  17. Wanda

    Jauh lebih mulia tindakan orang2 fpi daripada orang yang mengaku islam berbahasa arap fasih banget tapi tindakan, perkataan dan dukungannya ditunjukkan ke orang2 kafir.
    Kyai, alim ulama, maupun habib yang tidak mematuhi aturan islan adalah juga kafir.
    Ada ulama yang menghalalkan tumpahnya darah ulama lain hanya karena pandangan politik bukan karena syari maupun aqidah, dengan bangganya menggerakkan kaum mudanya menghancurkan masjid dan sekolah putri yang dibangun organisasi rifalnya. Inilah hasil kultus indifidu buta.
    Fpi? Tidak sampai ke kultus buta, hanya saja mereka kurang pengalaman.
    Untuk fpi: jalan terus pantang mundur perangi kemaksiatan dan kemunkaran dengan lebih berhati2 dan sabar. Percayalah komentar miring terhadap fpi hanya dilakukan oleh orang yang buta mata buta hati buta pikiran dan tuli telinga dari kebatilan dan kemunkaran yang terjadi.
    Dan bahkan merekalah pelaku2 kemunkaran dan kemaksiatan tersebut.

  18. Wanda

    Islam yang menafsirkan sekehendak hati NO, MUI yes buanget

  19. Wanda

    Blog ini yang punya dan partisannya, ananah banget dan pinter2 ya, mereka rajin ngaji dan baca alquran, rajin sholat sambil minum vodka 70%, bahkan mahir ngaji quran, sambil tiap sabtu minggu mimpin misa di gereja.
    Selamat ya atas kecerdasan anda2, salut 100%.

  20. @wanda
    jangan terpancing mbak,..hehehehe
    justru itu tujuan utamanya…
    kalau boleh sih,.gue mau numpang buang hajat disini..(jangan salah kapra dulu…)
    hehehehe

  21. uma

    iya ya
    aku juga bingung sama yang punya blog ini
    ngaku habib tapi nggak membela Islam
    ngaku Islam tapi membela sekulerism dan liberalism
    gak kosisten gitu lo
    apa Islam sejalan dengan sekularism? nggak deh kayaknya.

    eh ngomong-ngomong amerika (pemimpin sekularsm & liberalism) lagi bingung tuh sekarang, ekonominya hancur, perangnya dimana-mana hampir kalah.
    mudah-mudahan ini pertanda pertolongan Allah telah datang kepada pecinta kebenaran. amin

  22. squid

    “suasana sidang masih juga diselingi -yel-yel- Allahu Akbar dan kalimat agamis lainnya”
    Maaf Allahu akbar itu takbir buka yel yel jadi tolong jangn disamakn dengan yel yel.

  23. kaosputih

    uma….sekulerisme dan liberalisme itu apa sih…..trus apa bener islam ga sekuler dan liberal???? bukannya piagam madinah yg menjadi dasar berdirinya pemerintahan di madinah tidak berdasarkan al quran/Islam? yang itu berarti sekuler….dan bukannya banyak di madinah menjamin kebebasan warganya, baik untuk berkeyakinan dan berpendapat? bukannya itu artinya liberal…..bahkan Nabu Muhammad itu seorang pedagang yang mencari laba/keuntungan…..dan sahabanya bahkan dengan cepat dapat melipat gandakan kekayaannya dengan berdagang….bukannya itu adalah kapitalis…..so gimana nih pikiran kamu….bukannya pendapat kamu yg ga konsisten????

    mba wanda,
    apa sih yg didapat dari memfitnah orang Islam, dengan mengatakan seorang Islam suka minum vodka dan mimpin misa???

    squid, takbir itu mengucapkan kalimat “Allahu akbar”, tapi ga perlu di ucapkan untuk maksud2 lain, selain mengingatkan diri tentang kebesaran Allah. seperti dangan sengaja diteriakkan di tempat umum untuk menjadi yel-yel…

  24. uma

    kaosputih, dangkal sekali kesimpulan anda.

    Nabi Muhammad saw tdk pernah mengajarkan sekularlism (pemisahan agama dg kehidupan) dan juga praktek kapitalism yang merupakan buah dari ideologi sekuralism spt yang dilakukan amerika dan antek-anteknya.
    aku kira tak perlulah di perdebatkan kalo Islam itu bertentangan dengan ideologi sekularism dan turunannya. Jelas beda dan bertentangan, dan pertentangan inikan yang saat ini sedang terjadi di seluruh penjuru dunia. Tapi syukur alhamdulillah tanda-tanda kemenangan Islam mulai tampak.
    Aku kira orang Islam yang terbuka hati dan matanya tau itu.

    btw. kalau anda mo tau sekularsm itu apa, banyak, gratis dan mudah — cari aja di google, gak perlu diajarkan kan?

  25. logic

    Yah Uma, yang menang ya Islam yang kau sebut liberal itu, islam seperti FPI ya sejalan dengan waktu akan mengalah sendiri dan malu….
    salam
    LOGIC

  26. habibhasan

    “aku kira tak perlulah di perdebatkan kalo Islam itu bertentangan dengan ideologi sekularism dan turunannya. Jelas beda dan bertentangan, dan pertentangan inikan yang saat ini sedang terjadi di seluruh penjuru dunia.”

    ya uma,
    ana kira jika ente berpendapat seperti itu, akan hilang ruh kebenaran dari pernyataan antum…antum gak memberikan dasar dan alasan dari perkataan antum bahwa ajaran Islam berbeda 180 derajat dengan ajaran sekulerisme dan liberalisme…ana kira pernataan yang cuma mengandalkan ucapan pribadi ga bisa di percaya….apalagi dengan kata-kata ga perlu diperdebatkan lagi…wasalam

  27. yohanes sang mualaf

    kalo liat forum2 ginian, jadi pengen buang sampah, mau buat thread baru tapi males, mendingan disini, soalnya banyak yang pada nyampah juga.

    penyampah digital seringkali membuat sampah di dunia maya atas “daya khayal” dan angan2nya, kemudian dituliskan di Internet.

    penderita ini istilah kedokterannya “scyzophrenia”. Peluapan daya khayal bisa dilakukan dengan “perang-perangan” di games seperti games favourite saya “Microsoft Age of Empire”, atau bahkan yang kebablasan di forum online seperti ini, seperti disini pasien2 scyzophrenia ada yang dalam khayalannya sebagai “Habib Hasan” ada yang jadi “AKKBB KUFFAR” dan berbagai khayalan anak-anak lainnya.

    Tidak ada kebenaran outentik dari kata-kata pasien scyzophrenia tersebut, yang ada adalah “akibatnya” penyesatan opini Umat dan sewa preman buat hadirin sidang orang lain,,,,
    menyedihkan bukan ???
    hi..hi..hi…:)

  28. uma

    logic
    Oktober 14, 2008 at 1:08 am
    Yah Uma, yang menang ya Islam yang kau sebut liberal itu, islam seperti FPI ya sejalan dengan waktu akan mengalah sendiri dan malu….

    ya logic, namanya aja ‘islam-liberal’, dana dari amerika, ide dari amerika, orang didikan amerika, agenda amerika; trus gimana bisa menang kalo amerikanya kalah?

    mudah-mudahan buruan tuh amerika dan antek-anteknya kayak ente kalah. ini saat yang ditunggu umat Islam (tanpa embel-embel liberal) di Indonesia yang sedan difitnah, di Palestina yang sedang diboikot amerika & israel, di Iraq yang sedang dijajah amerika, di Afganistan yang sedang dijajah amerika, dan di wilayah lainnya yang sedang berjuang menyatukan umat dan kejayaan Islam.

    kalau ente pasti nggak inginkan kalau Islam jaya kembali.

  29. wowo

    FPI mungkin salah dalam tindakan dan anggotanya yang berlebihan melakukan pelarangan. Tetapi yang lebih salah dan fatal kalau memberi jalan kesesatan dan penistaan agama Islam. Memberi perlindungan pada minoritas agama lain ya itu menjadi kewajiban kaum muslimin dan pemerintah muslim kalau ada. Tetapi bukan pada tempatnya membela gerakan yang menistakan Islam dalam bentuk aliran atau organisasi sesat.
    Definisi sesat itu sudah jelas, yang melanggar aqidah. Adalah sesat kalau mengambil sosok lain sebagai Nabi/ Rosul baru, menambah/mengurangi/ merubah praktek syariat serta tentunya yang utama adalah menjadikan selain Allah SWT sebagai sembahan.
    Ya, tidak perlu anggota ajaran sesat dikerasi. Tetapi tolong dong jangan diberi justifikasi atau jalan untuk menyebarkan diri. Itu saja sudah cukup. Jadi biar seri, kita tidak mendukung Habib Riziq/ FPI tapi tolong dong jangan dukung Ahmadiyyah, Lia Eden, dsb. Cukup itu saja.

  30. wowo

    Lha ya beda Islam dengan sekuler dan liberal. Benar Islam memberi kebebasan menganut agama bagi para pengikutnya tapi tidak pula meninggalkan nilai – nilai agama yang tentunya Islam itu sendiri. Cermin sekuler ya itu Perancis. Demikian pula liberal yang memberi kebebasan sepenuhnya pada pasar melalui “invisible hands”, contohnya ya Amerika itu.
    Nabi Muhammad dengan piagam Madinahnya memberi jaminan kebebasan beragama dalam kerangka Lakum dinukum waliyadin. Kalau sekuler memang memberi kebebasan beragama tetapi juga memberi gambaran bahwa beragama itu harus bisa berfikir bebas, bertindak ala pergaulan Barat, dan gak apa2 meninggalkan sebagian ajaran Islam. Apa itu yang ditolerir oleh baginda Nabi Muhammad. Ndak dong.
    Demikian pula dalam berdagang dalam kerangka kejujuran, anti riba dan tidak eksploitasi keuntungan. Berkah Allah SWT datang dengan sendirinya tanpa melalui praktek – praktek ekonomi liberal seperti yang dicontohkan USA. Dan terbukti kan sudah di jurang kehancuran. Kalau saja konco – konconya di Eropa gak menolong, wah sudah gulung tikar tuh pemerintah George Bush.

  31. logic

    WOWO,
    islam ya islam, gak ada liberal gak ada sekuler….yang bermasalah itu ya kenapa islam sekarang memungkinkan adanya mahdi, coba kalo enggak ada sentimen pembebasan seperti sosok mahdi dan cverita bulshit kembalinya nabi isa itu maka tak ada juga peluang orang mengaku2 nabi….

    salam
    LOGIC

  32. uma

    logic:
    islam ya islam, gak ada liberal gak ada sekuler….
    …………………………….

    eh… mas logic sudah sadar, alhamdulillah…
    aku juga setuju ISLAM YA ISLAM, TIDAK ADA ISLAM-LIBERAL, TIDAK ADA SEKULARISME DALAM ISLAM.

  33. logic

    memang gak ada liberal gak ada sekular, dari awalnya udah liberal ama sekular….
    salam
    LOGIC

  34. logic

    dik Uma,
    islam itu membebaskan, dan itulah yang terjadi di zaman arab masa lalu itu, membebaskan dari kebodohan….
    Islam juga sekular…..

  35. habibhasan

    stahu ana Islam liberal bukanlah sebuah aliran atau mazhab, apalagi ideologi…ini cuma sebuah nama organisasi atau jaringan saja(menurut ana)….sama kaya islam NU dan Islam Muhammadiyah….Islam liberal yang diartikan sebagai ajaran, ideologi baru, dalam Islam justru di kemukakan dari orang2 diluar islam liberal itu sendiri….ana sering bertemu orang-orang JIL, mereka sebenarnya NU, anak santri, dan lulusan Al Azhar Cairo. ana merasa ada penyesatan opini disini, orang2 yang takkenal, tak pernah berbicara, dan bergaul dengan si pemilik nama, lalu dangan mudah dituduh ini-itu…bukankah itu fitnah???

  36. KAFFIR ITU MENJIJIKAN !!!

    Maraknya JIL dimasa reformasi bersamaan dengan keinginan kuat umat Islam untuk
    menerapkan Syari’at Islam bukanlah suatu kebetulan, sepertinya JIL ini dibentuk
    untuk menghadang kelompok “Fundamentalis” yang ingin kembali kepada Islam
    secara Kaffah. Berikut ini mari kita coba telaah lebih jauh apa itu JIL,
    tujuannya dan ide-ide yang diusungnya.

    Kelompok ini bertujuan ingin membuat suatu bentuk penafsiran baru atas agama
    Islam dengan wawasan sebagai berikut:

    a. Keterbukaan pintu ijtihad pada semua bidang;
    b. Penekanan pada semangat religio etik, bukan pada makna literal sebuah teks;
    c. Kebenaran yang relatif, terbuka dan plural;
    d. Pemihakan pada yang minoritas dan tertindas;
    e. Kebebasan beragama dan berkepercayaan;
    f. Pemisahan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik.

    Istilah Islam liberal ini bukanlah hal yang baru dan telah diusung oleh
    Nurcholis Madjid pada tahun 70-an, hanya saja gaungnya sekarang lebih besar
    karena mereka didukung dana yang sangat besar dari luar negeri dan mereka
    menguasai jaringan media massa (Radio, Jawa Pos, Kompas, Tempo, Metro TV, dan
    lian-lain).

    Menurut JIL, nama “Islam Liberal” menggambarkan prinsip-prinsip yang menekankan
    kebebasan pribadi (seusai dengan doktrin kaum Mu’tazilah tentang kebebasan
    manusia), dan “pembebasan” struktur sosial-politik dari dominasi yang tidak
    sehat dan menindas.

    Sederhananya JIL ingin mengatakan bahwa secara pribadi bebas (liberal)
    menafsirkan Islam sesuai hawa nafsunya dan membebaskan (liberal) negara dari
    intervensi agama (sekuler).

    Unik memang, pada saat seseorang telah menyatakan menganut Islam maka ia
    terikat dengan hukum syara’ atau ia seorang mukhallaf dan ia tidak bebas lagi
    (liberal) karena ucapan dan perilakunya telah dibatasi oleh syari’at.

    Disisi lain bagaimana mungkin bisa menggabungkan antara Islam dan Liberal
    karena keduanya adalah ideologi yang saling bertentangan.

    Islam meyakini bahwa Syari’at Allah harus dijalankan diseluruh sisi kehidupan,
    sedangkan Liberal meyakini pemisahan urusan agama dan negara.

    Baiknya coba kita permudah pembahasan ide-ide JIL ini dalam 3 topik saja, yakni:

    1. Ijtihad: keterbukaan pintu ijtihad pada semua bidang
    2. Inklusifisme: kebenaran yang relatif, terbuka dan plural
    3. Sekuler: pemisahan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan
    politik

    1. Ijtihad

    JIL meyakini bahwa pintu ijtihad masih terbuka dalam semua bidang dan untuk
    semua orang, penutupan pintu ijtihad akan menutup pintu akal dan kreatifitas
    seseorang.

    Pintu ijtihad memang masih terbuka hingga saat ini tetapi para ulama telah
    memberikan batasan dalam hal apa saja boleh berijtihad dan syarat seseorang
    mampu mengeluarkan ijtihad (mujtahid).

    Setiap orang boleh saja berijtihad tetapi ulama memberikan syarat-syarat
    seorang mujtahid, antara lain:

    a. Pengetahuan bahasa Arab, lafadz dan susunan (tarkib) yang berhubungan dengan
    dalil-dalil hukum yang akan digali (istimbath);
    b. Pengetahuan terhadap syara’ yakni nash (dalil) dari al-Qur’an dan Sunnah;
    c. Pengetahuan terhadap waqi’ yang akan dihukumi.

    Bahkan DR Yusuf Qaradhawi (Masalah-masalah Islam kontemporer) memberikan syarat
    yang lebih berat semisal pengetahuan bahasa Arab, mengetahui tempat-tempat
    ijma’ yang tepat, ushul fiqih, qiyas dan penyimpulan, kaidah-kaidah syara’.

    Syarat lain harus adil, bertaqwa, tidak mengikuti hawa nafsu atau menjual
    agamanya untuk kehidupan dunia. Dengan demikian menurut Yusuf Qaradhawi,
    ijtihad bukan pintu yang terbuka bagi semua orang.

    Disisi lain pintu ijtihad tertutup untuk nash-nash (dalil) qath’i tsubut (sudah
    pasti dari segi wujud) dan qath’i dilalah (sudah pasti dari segi petunjuk).
    Seperti dalil-dalil berikut:

    Orang perempuan dan laki-laki yang berzina jilidlah masing-masing dari keduanya
    seratus kali jilid. (Qs. an-Nuur [24]: 2).

    Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya
    (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari
    Allah. (Qs. al-Maa’idah [5]: 38).

    Atau kewajiban shalat, puasa, haji, adanya malaikat, syaithan, lauhul mahfuz,
    akhirat, dan lain-lain. Disini akal tidak mampu lagi menjangkaunya dan kita
    wajib mengimaninya sesuai dengan penjelesan al-Qur’an dan sunnah.

    Masalah terbukanya pintu ijtihad ini merupakan gerbang utama bagi JIL untuk
    menghancurkan syari’at Islam, karena jika berhasil meyakinkan umat bahwa
    ijtihad masih terbuka untuk semua bidang dan setiap orang maka mereka dapat
    menafsirkan ayat-ayat Allah dan hadits sesuai hawa nafsu mereka. Seperti yang
    sempat dihebohkan beberapa waktu yang lalu tentang “Jilbab tidak wajib dan
    merupakan kebudayaan Arab”; “Laki-laki non-muslim boleh mengawini muslimah”;
    “Kebebasan beragama atau murtad”; dan lain-lain.

    2. Inklusifisme

    Inklusifisme secara ringkas dapat diartikan tidak eksklusif atau tidak merasa
    paling benar sendiri, dalam bahasa JIL bahwa agama itu seperti roda yang
    mempunyai jari-jari. Setiap agama adalah jari-jari dari roda tersebut, jika
    semua pemeluk agama (apapun agamanya) dan dia berbuat saleh maka semuanya akan
    menuju kesatu titik poros roda tersebut yakni syurga. Artinya, seorang Muslim,
    Nasrani, Hindu, Budha atau Konghucu, bila menjalankan agama dengan benar
    (saleh) maka semuanya akan masuk syurga.

    Hal ini jelas bertentangan dengan aqidah Islam, Innaddiina’indallah il Islami.

    Sesungguhnya dien (agama/sistem hidup) yang diridhai Allah adalah Islam. (Qs.
    Ali-Imran [3]: 19).

    Barangsiapa yang mengambil selain Islam sebagai dien, tidak akan diterima
    apapun darinya dan ia diakhirat tergolong orang yang rugi. (Qs. Ali-Imran [3]:
    85).

    Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Aku
    cukupkan atas kalian nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagi
    kalian. (Qs. al-Maa’idah [5]: 3).

    Hai orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa
    kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan
    beragama Islam. (Qs. Ali-Imran [3]: 102).

    Islam itu unggul dan tidak ada yang dapat mengunggulinya. [HR Bukhari].

    Dan Islam tidak bisa disamakan dengan agama-agama lain tersebut karena seorang
    Muslim yang beriman maka syurga balasannya, sedangkan orang-orang kafir dan
    musyrik itu adalah orang-orang yang sesat dan merugi serta kekal dalam neraka,

    Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik. Dan Dia mengampuni dosa selain
    syirik itu bagi siapa saja yang dikehendaki- Nya. Siapa saja yang menyekutukan
    sesuatu dengan Allah, maka sesungguhnya ia tersesat sejauh-jauhnya. (Qs.
    an-Nisaa’ [4]: 116).

    Hai orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang
    yang diberi Alkitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir
    sesudah kamu beriman. (Qs. Ali-Imran [3]: 100).

    Dengan konsep yang menyesatkan ini, maka umat akan dengan mudah murtad karena
    mereka merasa dengan memeluk selain Islampun mereka akan masuk syurga juga.

    3. Sekuler

    Menurut JIL, Islam tidak mengenal pemerintahan dan agama tidak mempunyai
    kewenangan dalam mengatur negara.

    Jika kita ingin menerapkan Islam secara kaffah dalam semua sektor kehidupan
    kita maka mau tidak mau harus memformalkan syari’at Allah Swt yang terdapat
    dalam al-Qur’an dan sunnah dalam bentuk Undang-undang (UU), dan sebuah UU tidak
    akan berjalan jika tidak dipayungi oleh sebuah pemerintahan (daulah). Hal
    ini-pun telah dicontohkan oleh Rasulullah saw dan khalifah-khalifah sesudah
    beliau.

    Beliau menjalankan pemerintahan di Madinah, menetapkan hukum-hukum
    eknomi/perdagangan, sosial/pergaulan, politik luar negeri, membentuk pasukan,
    peradilan, pendidikan, dan lain-lain. Beliau mengangkat pembantu-pembantu
    (mu’awin), wali, amirul jihad, amil, qadhi, dll. Dan dilanjutkan oleh Khulafaur
    Rasyidin dengan mengangkat Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, kemudian
    kekhalifahan Bani Muawiyah, Abassiyah hingga Utsmaniyah. Hal ini merupakan
    suatu fakta bahwa Islam mengenal negara atau Islam tidak bisa dipisahkan dengan
    negara.

    Banyak dalil-dalil yang mewajibkan terbentuknya sebuah Khilafah Islamiyah ini,

    Bila dibai’at dua orang Khalifah (pada waktu yang sama), maka perangilah orang
    yang kedua. [al-Hadist].

    (Dan) Siapa saja yang mati dan di pundaknya tidak ada bai’at (kepada Khalifah),
    maka ia mati dalam keadaan seperti mati jahiliah. [HR Muslim].

    Maka demi Tuhanmu. Mereka tidak beriman (sebenarnya) sehingga mereka menjadikan
    kamu hakim untuk memutuskan perselisihan antara mereka. Kemudian mereka tidak
    merasa dalam hatinya keberatan terhadap putusanmu, dan menerima dengan perasaan
    lega. (Qs. an-Nisaa’ [4]: 65).

    Dan kita sangat merindukan tegaknya kembali kekhilafahan Islam ini setelah
    vakum selama 80 tahun, disaat runtuhnya Khilafah Utsmaniyah di Turki tahun 1924
    M.

    Demikianlah sepak terjang JIL dengan aqidah sesatnya dan menyesatkan umat, dan
    merupakan tantangan bagi para hamilud dakwah untuk lebih intensif berinteraksi
    dengan umat untuk mensosialisasikan betapa pentingnya tegaknya syari’at Islam.

  37. KAFFIR ITU MENJIJIKAN !!!

    VIDEO GRATIS “mengungkap kesesatan Jaringan Islam Liberal” :

    http://inilahjalankuyanghaq.multiply.com/video/item/3

  38. simon perex

    jadi penasaran kenapa pengelola blog ini selalu menghapus coment saya?

    Simon Wiesenthal Center memberikan penghargaan pada Gus Dur.
    apakah Simon Wiesenthal Center? Siapa di belakangnya?

    Simon Wiesenthal Center (WSC) adalah LSM internasional yang didirikan untuk melindungi umat dan kepentingan Yahudi di seluruh dunia (http://www.wiesenthal.com)

    LSM pembela Yahudi ini mensponsori sejumlah kegiatan di Indonesia.
    1.
    penampilan tokoh Yahudi-Amerika dalam acara talkshow di salah satu televisi Tanah Air. Rabbi Abraham Cooper yang sekaligus kolega SWC berperan sebagai pembicara bersama Rektor UIN Komaruddin Hidayat, budayawan Muji Sutrisno, dan Soegeng Sarjadi. Tema acara tersebut adalah Toleransi Antar Umat Beragama: Wujud Rahmatan lil Alamin.
    2.
    mensponsori konferensi antar agama di Bali pertengahan 2007, SWC bersama Wahid Institute dan LibForAll Foundation
    3.
    kunjungan 5 orang yang berasal dari ormas-ormas Islam di Indonesia, seperti Muhammadiyah dan NU, ke Israel. SWC sebagai tuan rumah, disponsori oleh LibForAll Foundation. situs resmi SWC yang mengutip Jerusalem Post, wakil Muhammadiyah adalah Syafiq Mugni, sedangkan Abdul A’la mewakili NU.

    ingin tau kaitan WCS, Wahid Institute, LibForAll, islam-liberal, dan blog ini?

  39. logic

    KAFFIR ITU MENJIJIKAN !!!
    sesungguhnya tulisan anda membuat saya semakin percaya bahwa sekelompok orang telah membuat islam menjadi sulit….
    Islam, hanyalah AlQuran pedomannya dan itu islam yang mudah dan simple…..dan itulah seharusnya….
    salam
    LOGIC

  40. kaosputih

    KAFFIR ITU MENJIJIKAN !!!, sumber ga jelas….lepih pada opini, opini bukan kebenaran..jadi ga bisa dipercaya…

  1. 1 Sidang, Polisi, Pers dan Pemimpin Negara yang aneh « Guhpraset

    […] Saya rasa blogger sebagai penyedia info alternatif juga perlu sedikit peduli pada masalah-masalah yang berpotensi membuat Indonesia bernasib sama seperti negara-negara yang berhasil dihancurkan dengan racun radikalisme. Mungkinkah ada yang tertarik ikut hadir dalam persidangan kasus FPI berikutnya? Walau tak akan sesejuk dan sekeren kopdar di Star**ck, tapi bakal jadi pengalaman seru dan menegangkan. […]




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: