Syari’at Islam: Ancaman?

Syari’at Islam hanya mimpi ilusif akan “kejayaan” masa lalu pencapaian bangsa Arab berabad-abad lalu. Mimpi ilusif sebagian kalangan tokoh2 agama islam yg tidak belajar studi geo politik-relijius perbandingan empiris historis memadai.

Di abad kegelapan lalu di Eropa, Syari’at agama mayoritas pernah diterapkan dalam bentuk Syari’at agama Katolik (Kristendom), di mana Paus bertindak pemimpin tertinggi agama sekaligus penguasa politik atas kaisar-kaisar penguasa wilayah-wilayah mayoritas Katolik. Tapi apa hasilnya? Yg ada hanya berbagai penderitaan, konflik dan perang (horizontal dan vertikal), bertambahnya kemiskinan, kehancuran dan ketidak-adilan yg dialami oleh rakyat Eropa masa itu. Makanya disebut abad-abad kegelapan. Tak ada kemajuan, yang ada hanya kegelapan yang bertambah gelap. Sampai abad ke 16, rakyat kebanyakan Eropa sudah tidak tahan. Muncullah reformasi yang menentang memprotes kebathilan Syari’at agama Katolik, dalam bentuk gerakan Protestan dan gerakan Sekularisme besar2an.

Coba tunjukkan scr historis dalam sejarah perkembangan peradaban dunia sampai sekarang di abad 21.., bangsa negara peradaban mana yang berhasil langgeng dalam menerapkan Syari’at Agama (entah syariat Katolik, Islam, protestan, Yahudi, budha..ataupun “syari’at”e Atheis/Komunis)??

Kristendom syariat agama Katolik? tidak juga.
Israel/Yahudi di bawah Nabi Daud/Sulaeman? tidak juga.
Emperium Romawi dan Hellenis? tidak juga.
Amerika Serikat? tidak juga.
Uni Soviet? tidak juga.
Jerman di bawah Hitler Nazi Jerman? tidak juga.
Majapahit dibawah Hayam Wuruk dan Gajah Mada? tidak juga.
Arab di bawah Nabi Muhammad dan pemimpin khalifah pun di abad2 lalu ? tidak juga. Semua berakhir, tidak ada yang langgeng!!
“Jaya” hanya berapa periode masa, selebihnya yg ada hanya perpecahan, pengkhianatan dan penderitaaan umat peradaban manusia di bawah hegemoni mereka.

Umat beragama dan politisi abad 21 jangan lagi mengulangi kebodohan.
Kebodohan belajar sejarah, tapi tidak belajar dari kegagalan sejarah hegemonik.

Apakah Indonesia cocok utk hegemonik Neo-Liberalisme Barat? tidak juga.
Apakah Indonesia cocok juga utk hegemonik Syari’at Islam ala khalifatullah?
Jawab kita: tidak juga!

Sebab itu, kepada para penganut agama pemimpin agama manapun… jangan bermimpi ilusif. Kejayaan masa lalu, biarlah jadi bagian masa lalu. Tak perlu bernostalgia utopis dan ilusif. Mari tatap masa depan, dengan paradigma cara pandang baru.
Tinggalkan nafsu syahwat mencari kekuasaan hanya beralaskan mimpi utopis, nostalgia, mimpi ilusif, hanya bersemangatkan mental hegemonik “serakah” yg merusak!!

Jangan bodoh, jangan ulangi kegagalan sejarah peradaban masa lalu yang bodoh. Yg kita anggap “puncak kejayaan” pada konteks masa lalu dan wilayah/bangsa tertentu.., sebenarnya adalah merupakan “puncak kegagalan, arogansi dan kebodohan” bagi konteks kita yang hidup di masa sekarang dan wilayah/bangsa yg berbeda!

Sebab itu, di tengah kelelahan dan kesengsaraan spt sekarang ini disini.. marilah kita bersama bisa bangun peradaban yg betul2 baru.., yang bersemangatkan kesetaraan antar bangsa (dan agama), berasas keadilan, slg respek dan cinta perdamaian.

Salam damai,
Harry +++

From: Harry B
Date: 2008/4/20
Subject: Re: [mediacare] Perang – Re: Syari’at Islam: Ancaman?
To: mediacare@yahoogroups.com, aliteia@yahoogroups.com


  1. hudi

    sudahlah mas nggak usah takut sama SYARIAT ISLAM.
    wong itu hanya MIMPI ILUSIF.

    Hanya orang ANEH (G*K W*R*S) yang takut pada MIMPI

    Hudi

    saatnya senyum

  2. Tambah satu topic lagi untuk mengadu domba umat Islam…..setelah FPI,MUI,PKS,HTI, Syariat Islam, apalagi ya….he…he…cape’ dech….

  3. cukup deh umat Islam diadu…..cape’ dech

  4. Alhamdulillah…Akhirnya mas agus tau mana umat Islam sempalan yang kerjanya memprovokasi umat
    Islam yang lain….memang sebaiknya FPI,MUI,PKS,HTI dibubarkan saja…cuma bikin capek deeeee….

  5. hudi

    Thomas Carlyle: “Seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun melewati jalan yang sulit. Seseorang yang tanpa tujuan, tidak akan membuat kemajuan walaupun ia berada di jalan yang mulus!”

    (dicuplik dari Ayat-Ayat Cinta Habiburrahman)

  6. habibhasan

    ya Hadi,
    karena itu mimpi makanya ana ingin sampaikan kepada orang2 yang terlalu perceya dengan mimpi.

  7. Mas kaos putih dan habib hasan ……saya salut kepada anda karena bisa memutar balik kata-kata orang lain dalam blok ini yg tidak sepaham agar ikut mendukung anda atau justru anda tidak mengerti apa yang saya maksudkan….yang dibubarkan justru blog ini saja karena banyak memprovokasi umat islam…..ha…ha….(kayak main puzzle aja ..putar kanan-putar kiri…..), nah buat rekan2 yang lain yang ikutan di blog ini , harus siap2 menghadapi strategi model beginian….(sekarang enggak cape’ deh….he..he…)

  8. habibhasan

    Ana rasa ngga ada yang di putar balikkan, ente ga usah takut ya agus, kebenaran hanya datang dari Allah dan manusia hanya mengungkapkannya, kebenaran tidak mungkin akan salah.

    Ana akan tetap teguh memegang dan mengungkapkan kebenaran 1+1=2 misalnya, karena orang yang berfikir selain itu pastilah sesat, tapi ana tidak akan menghardiak dia, dia yang akan merasakan kesalahnya itu, itulah saat kita tau Allah memberikan ganjaran atas perbuatannya.

    Beginilah dunia, banyak sekali pro-konta, bahkan dari zaman Rasulullah. Tapi Allah Maha Hidup, biarkanlah, karena suatu hari Allah akan memperlihatkan mana kebenaran hakiki.

  9. sufimuda

    saya jadi ingat debat terbuka yang di adakan oleh TV Al-Jazeera pada 28 Februari 2006 lalu, yang mempertemukan Wafa Sultan, Psikolog dan Muslim asal Amerika yang berdarah Arab dengan seorang Imam bernama Dr. Ibrahim Al-Khouli yang juga berdarah Arab. Mereka berdebat secara terbuka tentang posisi agama Islam di Abad ke 21 ini dengan tema : A clash between the Middle Ages and the 21st Century – ( Pertentangan antara Abad Pertengahan dengan Abad ke 21 )
    Inti nya yang terjadi sekarang adalah benturan antara Islam abad Pertengahan yang Keras, anarkis, keterbelakangan, dengan Islam abad-21 yang humanis dan moderat, benturan antara yang beradab dan yang primitif, antara kebiadaban dan rasionalitas.
    Ini bentrokan antara kebebasan dan opresi, antara demokrasi dan diktator. Ini bentrokan antara HAM dan pelanggaran HAM. Ini bentrokan antara mereka yang memperlakukan perempuan seperti hewan dan mereka yang memperlakukan perempuan sebagai manusia. Jadi yang kami saksikan sekarang bukanlah bentrokan peradaban. Peradaban bukannya saling bentrok, tetapi saling bersaing.

    Bisa di baca selengkapnya di : http://sufimuda.wordpress.com/2008/08/05/194/

  10. he…he….habib…habib…ana takut sama azab Allah SWT and bukan takut sama diskusi….., makanya daripada ana diazab Allah SWT, ana istighfar and kasih nasehat , segera tutup blog ini coz’ these blog tidak ada solusi masalah, jalan keluar, pencerahan and nasehat namun hanya provokasi and cari keburukan umat khususnya umat Islam untuk dipecah belah………and met’ merayakan ultah RI 17/08/2008 semoga antum masih mencintai RI sebagai Negara Kesatuan…merdeka

  11. Andi

    Sy pikir provokativ jk mngatakan seseorang sesat.mgatakan sesuatu tnp dasar,apalagi bw2 azab ALLAH seakan2 sudah bicara pd-NYA dan tau siapa yg pantas diazab.sungguh sombong.




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: