PKS, tak sebersih itu….

Dari sebuah milist ana mendapatkan senuah email berjudul “Kenapa Penerima Suap BI dari PKS Luput dari Perhatian Media?”, isinya sangat menarik, cobalah disimak,

Kasus aliran dana BI ke DPR menjadi berita hangat di media sepakan ini.
Bahkan beberapa media menulis daftar anggota DPR periode 1999-2004 yang
menerima duit lengkap dengan jumlahnya. Daftar itu memanjang dan
berurutan dari satu fraksi satu ke fraksi yang lain. Paskah Suzetta
dari Golkar misalnya ditulis menerima Rp 1 miliar. Lalu MS Kaban dari
PBB menerima Rp 300 juta.

Yang jadi pertanyaan, kenapa media tidak kritis kalau anggota DPR dari
PKS juga ada yang menarima. Dia adalah TB Soenmandjaja. Saat itu dia
bergabung dalam Fraksi Reformasi karena Partai Keadilan (sekarang PKS)
tidak cukup kuota menjadi fraksi sendiri. Semua perhatian media fokus
ke partai besar. Pada saat bersama PKS mengambil keuntungan dengan
teriak-teriak sebagai partai bersih.

Pada saat daftar ini muncul dari persidangan Hamka Yandhu, petinggi PKS
sempat kelimpungan dan bikin rapat mendadak di Mampang Prapatan. Tapi,
tidak ada media yang menulis esok harinya. Keresahan petinggi PKS
beralasan sekali. Bukan cuma berdampak pada citra partai, tapi TB
Soenmandjaja sekarang sedang menjadi calon Bupati Bogor yang diusung
PKS.

Kasus Bogor sangat menarik. Untuk pemilihan bupati, PKS mencalonkan
penerima suap BI. Sedangkan untuk pemilihan Wali Kota Bogor, PKS
mengajukan Ahmad Ru’yat sebagai calon wakil wali kota. Padahal Ahmad
Ru’yat tersangkut kasus korupsi Wakil Wali Kota Bogor Ahmad Sahid yang
sekarang jadi tahanan rumah.

Apakah kasus korupsi PKS yang luput dari media ini merupakan hasil
operasi intelejen PKS yang dijalankan Soeripto? Semua tahu Soeripto
adalah anggota DPR dari PKS. Dia bekas petinggi BAKIN. Mari renungkan
bersama. Jangan sampai kita tertipu oleh pencintraan dan slogan-slogan
bersih yang dikampanyekan PKS.

salam,

abu matta

Masya Allah, jikalah memang benar tulisan ini, maka ana hanya bisa mengatakan, “tak ada gading yang tak retak” PKS sama saja dengan partai lain yang juga diduga menerima suap dari BI, yang mana kasusnya sedang hangat dibicarakan. Lebih dari itu, ana pikir tidak etis sekali jika partai yang bersemboyan “Bersih, Peduli, Profesional” ini malah mengusung kader yang sedang mengalami proses pemeriksaan karena kasus kejahatan, terlebih itu kasus korupsi.

Lalu apalah bedanya PKS dengan PPP yang menarik artis sebanyak2nya cuma biar populer, mengajak istri yang suaminya, al amin, didepak dari PPP karena dugaan korupsi, belum lagi Partai Islam yang mengarah kepada gerakan radikal dengan segala cara yang kotor.

Ana pikir, marilah kita bertafakur, membuka mata sekali lagi, dan menempatkan segala sesunya dengan baik dan benar. Apa yang terlihat Bersih, Peduli, Profesional, belumlah demikian adanya.


  1. Kalo emang nggak ada yang seneng, ya sudah Golput aja.

    PKS ?? Saya rasa masih paling lumayan dibandingkan yang lainnya.

  2. zurick zaryan

    Wah…..untung gak kenal politik (banyak fitnah, banyak hasutan, saling menjatuhkan, menghalalkan segala cara, nipu Jelma Leutik) Mau Golkar mau PKS mau apa kek itu urusan dia. Yang penting saya menjalankan sesuai Al-Quran dan Sunnah walaupun saya belum bisa sepenuhnya. Menurut saya sih jangan saling menyalahkan, kalau memang anda benar anda harusnya datang ke MUI dan bahas tentang Islam yang sebenarnya, Kalau Gini MUI menuduh anda dan anda menuduh MUI. Hehehehehehe………Bagaikan Buih di Lautan, hancur oleh ombak sekejap atau Bagaikan Makanan yang siap di santap………..

  3. mmm ada byk sih praduga2 yang muncul semoga bisa dijernihkan😀

  4. yang penting lagi kita semau kita tidak jadi sekedar penonton😀

  5. saya tidak masuk ke partai politik manapun , tetapi sempat dekat dengan orang-orang berbagai partai, sampai saat ini kayaknya PKS masih “relatif” bersih Dibandingkan partai-partai yang ada…

  6. berembuk dengan bahasa2 yg sopan seperti yang di ajarkan RasululLah insyaAllah adalah yang lebih baik.

    mengkhabarkan dengan bahasa yang sopan keknya juga lebih baik, meskipun saia tidak berafiliasi dengan pihak manapun, saia tetap khawatir dengan cara2 sesama orang Islam berdialog

    terus terang saia punya sedikit kekhawatiran dengan penggunaan semboyan2 dari kawan2 JIL di blog ini.

  7. teukufarhan

    Dari judul blog anda, sudah mengisyaratkan bahwa anda punya MISI PROVOKASI dan layak disebut sebagai PROVOKATOR, pernyataan anda bagi saya hanyalah sampah. PKS belum pernah diberikan kesempatan memimpin, coba berikan kesempatan memimpin dulu baru bicara. Saya tahu anda hanyalah sekelompok konco-konco JARINGAN IBLIS LIBERAL ( ada widget ulil dengan kata-kata sihir dan provokasinya ) yang berusaha menggunakan media blog ini untuk memprovokasi masyarakat indonesia dan memecah belah umat islam dengan slogan anda yang penuh fitnah ini. smoga Allah mengampuni saya jika saya salah, dan smoga anda diberikan kesempatan bertaubat oleh Allah swt sebelum anda dijemput oleh malaikat maut. Jika anda benar-benar menganut demokrasi dan setia kepada JIL, pasti anda tidak akan menyetujui komen saya ini. Smoga Allah menghapus Jaringan Iblis Liberal di muka bumi indonesia.

    • indra

      kalo saya ga peduli dengan pemberitaan tentang korupsinya orang PKS, tapi saya dulu sangat menyukai PKS, karena PKS ga berobsesi memenangkan PEMILU mereka hanya ingin menegakkan syariat islam, tapi sekarang PKS targetnya memenangkan PEMILU, jadi saya dah ragu kemurnian perjuangan mereka untuk kemajuan Islam, tapi mereka berfokus kepada partainya sendiri, dah ga terfokus kepada umat muslim lagi

  8. Mas Kopdang

    PKS: Partai Karno Sekali..?
    PKS: Partai Kiri Sosialis..?
    PKS: partai Keadilan Sejahtera..?

    Lha, ini PKS yang mana..?😆

  9. Hmmmm…
    Iyyaa…kah?!

    Hmmmm…
    kalok emang kebenaran pasti terungkap, pasti terberitakan, pasti terciyum bangkenya,
    tapi… kalok dusta… ya mau diprovokasi bagemanapun teuteubs😉

  10. hahaha

    Hahahahaha, memang JIL (Sengaja untuk menghancurkan islam melalui da’wahnya) itu kan kerjaan Yahudi
    Memang sengaja cara menghancurkan Islam ya…dengan mengirim orang2 kafir supaya jadi orang islam dan didalamnya jadi hancur…..
    tenang….islam tidak akan hancur hanya gara-gara JIL. Ulil Abshar.
    Hanya Jakarta sudah diraksuki oleh JIL Contohnya UIN (Universitas Islam di jakarta) lha itu kan biangnya semua. Tetangga saya tadinya alim banget kuliah di sana sekarang malah kacau, Katanya kita selama ini menganut ajaran islam yang salah, kita harus bebas, jilbab bukan untuk menutup aurat tapi emang tradisi timur tengah (memang sih benar) perempuan gak usah pake kerudung (emang lo ngaco) Bahkan bahasanya tadinya sopan santun sekarang jadi Kayak yang punya blog ini (Hebat emang didikan Amerika) .hahahahahaha emang masyarakat saya pada bodoh gitu.

  11. Sekar

    Kalau ternyata berita ini benar (saya lebih cenderung yakin ini benar), cuma bisa mengelus dada. Yang sok bersih , sok peduli (TAPI ADA PAMRIH DI DALAMNYA, Supaya Orang mau coblos dia ) dan sok profesional ( HANYA TEORI ???????) ternyata demen juga ama duit yang asalnya remang-remang. Di salah satu kota Kaltim, saat pemilihan walikota 2006, e…. malah gandeng ama GOLKAR. Calon Walikotanya Lulusan SMP (
    Mantan nelayan, SMA-nya persamaan, Sarjana Hukum-nya entahlah beli dimana, notabene orang Golkar. Calon wakilnya, seorang Ir, kayaknya sih pinter, notabene orang PKS. Untungnya kalah telak. Biar kalah juga gak apa-apa, denger-denger dah dapat 10M.

  12. sufimuda

    Sudah menjadi rahasia umum, kalau ada calon pimpinan daerah naik minta dukungan partai dan partai meminta imbalan berupa uang dan lain-lain…
    Tidak kecuali juga PKS…
    Susah memilih partai yang baik, karena menurut saya politik tetap lah politik, memakai lebel agama untuk meraih simpati ummat Islam agar dapat dukungan suara kemudian setelah menang hanya memakmurkan “golongan”nya saja itu merupakan tindakan yang tidak terpuji..

    Mudah-mudahan PKS dapat membaca “warning” ini agar kedepan mendapat tempat di hati rakyat, di hati ummat…

    Salam Damai Selalu

  13. inong

    Lho ko baru tau, emang pks begitu…..!!!!
    aku juga mantan PKS, ih amit amit dech……..

  14. APA TUJUAN TULISAN INI???

    TERLEPAS BENAR ATU TIDAKNYA….. INTROPEKSI AJA MASING MASING. PENULIS HARUS HATI-HATI DALAM MENYAMPAIKAN BERITA

  15. Adam

    bahaya kali emang
    kalo luarnya bersih….. tetapi didalam busuk
    apalagi kalo berani menyembunyikan kebusukan

  16. Pendi

    PKS!! Dulu pas awal nya sih masih bersih tapi jujur sekarang dah mulai ngaco bgt! Saya juga sangat ga suka dengan orang yang punya blog ini atau yang semisal dengan JARINGAN IBLIS LAKNATULLOH. Tapi saya juga ga bisa menutup mata bahwa PKS sekarang sudah berubah. Sebagai contoh di Tegal, PKS malah ikut resmi mendukung pasangan calon walikota dari PDI P yang terang-terangan meyakini bahwa PANCASILA LEBIH BAIK DARI AL QUR’AN!!!. belum lagi calon wakil walikota nya adalah seorang habib yang notabene adalah penyembah kuburan! Dia (HABIB ALI=Calon Wakil Walikota TEgal) adalah seorang ulama PENYERU KEBID’AHAN DAN KESYIRIKAN!! Dakwah seperti apa yang akan diperjuangankan PKS ketika mereka malah bermesra-mesraan dengan orang yang punya AKIDAH RUSAKA SEPERTI ITU! HANYA ALLOH satu-satunya yang kita minta kan pertolongan……….

  17. Berpeganglah pada Al Qur’an dan As Sunnah …….jangan berpegangan pada manusia yg tidak sempurna…….apalagi bersekutu dengan kelompok yang kerjanya senang melakukan provokasi daripada melakukan amal saleh/memberikan nasehat dalam kebaikan dan kesabaran…..sekali lagi maaf bila ada yg tersungging …eh …tersinggung…..he…he…

  18. habibhasan

    ya agustono.prakoso,
    Ana setuju dengan ente,
    “Berpeganglah pada Al Qur’an dan As Sunnah …….jangan berpegangan pada manusia yg tidak sempurna…….”

    Karena itu Ana tidak percaya orang2 yang mengaku ulama dalam MUI saat ini, juga yang merasa memegang kebenaran satu2nya, karena mereka hanya manusia yang tak sempurna juga. maka, marilah kita kembali mengaji dan meng-kaji Al Quran dan Al Hadist, agar tidak tersesat juga melihat secara jernih siapa yang baik dan tidak.

  19. Nach Habib Hasan setuju khan sama ana…., dan sepertinya ana masih lebih percaya sama fatwa MUI, karena setelah ana baca Fatwa MUI memang dalam tiap Fatwa yang memfatwakan sesuatu selalu nyebut dalil/hujjah berdasarkan Al Qur’an dan Hadits.

    Sekarang ana ikutan di blog ini…ternyata tidak ada satupun dalil Al Qur’an dan As Sunnah yg bisa dipakai sebagai sandaran untuk berdiskusi…….jadi ana mohon persetujuan habib hasan sekali lagi deh agar secepatnya menutup blog ini….sehingga tidak banyak yang debat kusir karena modalnya kita pas-pasan doang….he….he syukron ya Habib….

  20. habibhasan

    ya agustono,
    jangan lah takut dengan blog ini. sesungguhnya ente hanya melihat Islam jika ada huruf arab, ayat Al Quran dan la hadist. Masya Allah, Islam tidak terkotak dalam bingkai itu ya agus…percumalah jika ana memberikan ayat2 Al Quran tapi ente tetap tak mengerti maksud dari ini semua, dengan bahasa Indonesia saja ente masih tak mengerti.

    apa salahnya dari tulisan di atas? jika ente lihat berita, maka ente tau berita diatas benar adanya. Ana tau ente tak setuju, jika demikian, berikan saja berita yang membantah tulisan di atas dan ana setuju, jangan lah kita ber-debat kusir….Syukron.

  21. perangkap kata

    Anda pintar sekali memanipulasi kata untuk menyampaikan misi Anda. Mirip sekali dengan posting-posting orang yahudi di bulletin board/mailing list keagamaan. But you can’t outsmart Allah. Mungkin, inilah masanya api menjadi air dan air menjadi api. Semoga Allah melaknat JIL dan memberi hidayah pada pemilik blog yang penuh provokasi ini.

  22. habibhasan

    Assalamualaikum,
    kemarin ana mendapat khabar berita dari tv tentang calon gubernur Syahrial Oesman tersebar fotonya saat dia berada di tempat perjudian di daerah genting, dan pakar telematika roy suryo telah membenarkan keasliannya foto tersebut.

    Yang membuat ana terkejut adalah bahwa ternyata Bpk.Syahrial Oesman ini adalah calon gubernur yang juga di usung PKS. Masya Allah….hanya Allah yang mengetahui segalanya, sedang apa beliau di genting, semoga bukan untuk kemaksiatan. Wallahu ‘alam bi sawab….

  23. reno

    komentar2 hasan berbahaya, mencurigakan , selalu menyerang islam dengan label islam , habib kek, sukron , ana anta, semoga pembaca bisa menganalisa komentar2 si habib dengan lebih bijaksana

  24. habibhasan

    Ahlan reno,
    mengapa ente nuduh ana berbahaya? apa ana merusak rumah ente? apa hanya ente yang berhak berbicara dengan ungkapan Arab? janganlah menjadi phobia ya reno, tak ada yang perlu di khawatirkan jika ente berada dalam kebenaran, dan iman yang hakiki.

    Rasulullah mengajarkan untuk berfikir positif dan tak perlu gelisah dalam menghadapi apapun. karena Islam adalah Agama Sempurna, maka jika tau benar, maka tak akan dia salah.

  25. maksum

    Yaaa itu baru dugaan kader PKS terima suap.Lagian sumbernya “dari sebuah milist” tidak pasti dari mana.Mestinya Anda sebelum membuat opini tabayun dulu. Pastikan!Awas Anda bisa menfitnah hanya karena percaya “dari sebuah milist” yang tidak jelas sumbernya.
    Naif sekali mempercayai sesuatu yang tak jelas sumbernya.

  26. alat kekuasaan

    @andi
    liat fotonya di youtube: http://www.youtube.com/watch?v=t4iZ0N-ViZM

    ini bukti nama agama hanya sebagai alat kampanye kekuasaan.
    astagfirullah..

  27. alat kekuasaan

    biasa aja, cool aja sebagai orang yg beragama, tak perlu riya berteriak sana-sini bahwa gw partai islam. partai islam.. partai bersih, bersyariat islam.. halahhh….

    tp..

    kelakuan jauh dari nilai2 islam..

  28. alat kekuasaan

    udah ketebak, yg diomongin selalu partai gw lebih baik, karana bersyariat islam, yg lain diluar syariat islam tidak sebaik partaiku yg bersyariat islam

    udah gitu..
    mulai seneng ngCAP prang laen deh.. antek2 kapitalis lah, imperialis lah, yahudi lah, israel lah..

    walahhhhhhhh… sekalian aja jangan pake internet yg bikinan kaum kafir ini, hehe…

    cape deh..

  29. you know who

    ORANG PALING LICIK ADALAH ORANG YANG MENGATAKAN DIRINYA BERSIH.
    ORANG PALING BERSIH SUDAH PASTI TIDAK AKAN RIA.
    MENGATAKAN DIRI SENDIRI BERSIH ADALAH RIA.
    PKS = LICIK
    MENJUAL AGAMA DEMI SESUAP NASI

  30. Asep

    Kalau mau bukti betapa jelek dan bobroknya pks datang kegaru

  31. arimunjair

    Ah sapa bilang pe ka es bersih…
    Parte manapun klo kepepet ga punya duit ya cari duit… Pilgub Jateng parte ini juga ngusung orang pesakitan. Padahal seantero orng semarng jg tahu klo walikota ini “berpenyakit”. Harap diingat, ya. PKS itu organisasi pengajian berbaju parte. DI kala berurusan secara parte ya jangan berharap bersih… gitu aja kok repot….

  32. kaosputih

    Dukung Cagub yang Diduga Penjudi, PKS Didemo
    Alfian Banjaransari – detikNews

    Jakarta – Ratusan orang yang terbagi dalam dua gelombang mendatangi kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka memprotes dukungan PKS terhadap Cagub Sumatera Selatan Syahrial Oesman yang dinilai gemar berjudi.

    Aksi mereka dilatarbelakangi oleh beredarnya foto cagub pasangan artis Helmi Yahya itu. Foto tersebut menampilkan sosok yang diduga Syahrial tengah berjudi di kawasan Genting Highlands, Malaysia, pada 29 Juli 2006.

    Massa pertama menamakan diri Forum Umat Islam (FUI), Masyarakat Anti Perjudian (MAP), Front Betawi Rempug (FBR), dan sejumlah organisasi lainnya.

    Mereka tiba di Kantor PKS Jl Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2008), sekitar pukul 10.00 WIB.

    Massa yang rata-rata datang mengendarai sepeda motor ini langsung menggelar orasi dan membentangkan spanduk. Di antara spanduk yang mereka bawa bertuliskan “Katanya PKS Bersih dan Peduli, Tapi Kok Dukung Penjudi Jadi Gubernur?” dan “Kami Dukung PKS Haramkan Judi, Tapi Kami Tidak Dukung PKS Dukung Penjudi”.

    Menurut Koordinator MAP, Junaedi, foto Syahrial di Malaysia itu telah diuji kebenarannya oleh pakar telematika Roy Suryo. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi PKS untuk memberikan dukungan kepada Syahrial.

    “Bila masih mendukung Syahrial Oesman, kami akan menggerakkan agar pada tahun 2009, masyarakat tidak pilih PKS karena orang-orang dan moralnya bobrok,” kata Junaedi usai bertemu pengurus PKS.

    Aksi massa FUI hanya berlangsung kurang lebih 1 jam. Usai mereka membubarkan diri, muncul kelompok berikutnya yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Judi (Germaji).

    Mahasiswa yang mengenakan jaket almamater warna hijau berlogo Universitas Islam Assyaifiyah berjumlah 40 orang. Tuntutan mereka sama, yakni menolak PKS mendukung Syahrial pada pilkada yang berlangsung 4 September 2008 mendatang.

    Sementara itu, akibat aksi massa ini, lalu lintas di Jl Mampang Prapatan macet. Sebab kendaraan milik pendemo diparkir di badan jalan.(irw/nrl)

  33. Dodi

    PKS : Partai Khianat Sejati

    sudah pasti itu.

  34. Kalo ada yg jelek2in aja, rame Commentnya. dasar orang indonesia sukanya sama kejelekan.

    No Comment lah
    Itung2 tambah backlink ajah.
    heheeheheheh

  35. israelhuakbar

    Orang-orang PKS tidak lain hanya “tikus” yang berbulu “kelinci”.
    Sok bersih

  36. jerico

    mungkinkah comment saya ini membahayakan kaum liberal di Indonesia? sehingga selalu dihapus dari blog ini?

    Simon Wiesenthal Center memberikan penghargaan pada Gus Dur.
    apakah Simon Wiesenthal Center? Siapa di belakangnya?

    Simon Wiesenthal Center (WSC) adalah LSM internasional yang didirikan untuk melindungi umat dan kepentingan Yahudi di seluruh dunia (http://www.wiesenthal.com)

    LSM pembela Yahudi ini mensponsori sejumlah kegiatan di Indonesia.
    1.
    penampilan tokoh Yahudi-Amerika dalam acara talkshow di salah satu televisi Tanah Air. Rabbi Abraham Cooper yang sekaligus kolega SWC berperan sebagai pembicara bersama Rektor UIN Komaruddin Hidayat, budayawan Muji Sutrisno, dan Soegeng Sarjadi. Tema acara tersebut adalah Toleransi Antar Umat Beragama: Wujud Rahmatan lil Alamin.
    2.
    mensponsori konferensi antar agama di Bali pertengahan 2007, SWC bersama Wahid Institute dan LibForAll Foundation
    3.
    kunjungan 5 orang yang berasal dari ormas-ormas Islam di Indonesia, seperti Muhammadiyah dan NU, ke Israel. SWC sebagai tuan rumah, disponsori oleh LibForAll Foundation. situs resmi SWC yang mengutip Jerusalem Post, wakil Muhammadiyah adalah Syafiq Mugni, sedangkan Abdul A’la mewakili NU.

    ingin tau kaitan WCS, Wahid Institute, LibForAll, islam-liberal, dan blog ini?

  37. adi isa

    yang bersih itu cuma salju kale…

  38. putra

    Hhhmmm.. saya sudah lama juga loh mengamati sepak terjang dari orang-orang PKS. sejauh ini masih terkendali dan saya melihat masih konsisten dengan slogan bersih dan peduli-nya. Justru yang menarik di sini adalah kenapa setiap kali ada calon dari PKS yang hendak maju dalam PILKADA, selalu saja diterjang isu dan black campaign?
    Berdasarkan hasil survey di lapangan, sebagai contoh di Kota Bogor saja, banyak orang yang mengakui bahwa orang-orang PKS itu baik.
    Kalau saya curiga ada sebuah skenario besar untuk menghadang laju partai yang akan beralih dari partai menengah menuju partai besar ini. Mengapa? Jawabannya sederhana. Selama ini dunia politik di Indonesia telah memberikan kenyamanan dan penghidupan bagi banyak manusia-manusia korup. Nah, saya perhatikan sejak 1998 (Waktu itu masih Partai Keadilan), PKS senantiasa mengusung isu perbaikan dan perubahan sistem di negara ini menuju negara Indonesia yang lebih baik. Wajar saja toh, kalau banyak pihak yang tidak suka dengan PKS. Ini kan berhubungan dengan penghasilan banyak orang-orang korup yang tidak ingin diganggu.
    Mungkin inilah yang membuat banyak pihak talut dengan PKS :
    1. Hasil riset CSIS pada bulan Mei dan Juni 2008 menunjukkan bahwa tren PKS untuk menjadi leader bagi partai-partai Islam yang lain sangat besar
    2. Bahkan diprediksi akan menyalip ke posisi 3 besar setelah PDI-P dan Golkar

  39. ABu Thalib

    Iki sa’jane bloge Salaf opo JIL? Opo saiki Salaf karo JIL konconan? ha..ha..ha..
    Hidup khilafah

  40. Superman

    Silahkan baca “Fa’aina tadzhabun PKS?” dan “Siyasah ala PKS” di http://www.balakecrakan.wordpress.com

  41. wahyu

    Ini blog……………..gak Jelas…………..yang ada mendiskreditkan Islam

    bolehkan saya punya pendapat seperti ini

    Wahyu

    • sang mentari

      Mengapa Saya Keluar Dari Ikhwanul Muslimin (PKS)

      Di sini ana tidak membahas tentang politik melainkan aqidah ana dahulu….

      A.Mencela Salaf

      al Ijtima’iyyah fil Islam (sudah diterjemahkan dengan judul “KeadilanSosial Dalam Islam”) berkaitan dengan dua orang sahabat Nabi yang mulia Utsmanbin Affan radhiyallaHu ‘anHu dan Mu’awiyyah bin Abi Sufyan radhiyallaHu ‘anHu.

      Berkata Sayyid Quthb, “Adalah celaka sekali bahwa kekuasaan kekhalifahan diberikan kepada Utsman pada saat ia telah tua renta, lemah semangat juangnya untuk menegakkan Islam, tak berdaya untuk menentang tipu daya pembantunya,Marwan ibn Hakam serta pendukungnya, kaum keluarga Umayyah” (Keadilan Sosial Dalam Islam, hal. 270)

      Berkata Sayyid Quthb, “Memang kita tidak bisa dengan sembarangan saja menuduh bahwa Utsman telah kehilangan ruh Islam dalam dirinya, tetapi sejarah juga sulit untuk memaafkan kesalahannya akibat usianya yang telah sangat tua dan fisiknya yang sudah lemah, terombang-ambing dalam pengaruh buruk Bani Umayyah” (Keadilan Sosial Dalam Islam, hal. 272)

      Berkata Sayyid Quthb, “Sungguh merupakan suatu kesialan bagi agama yang baru tumbuh ini berada di tangan khalifah yang ketiga disaat ia sudah berada dalam usia renta sehingga memungkinkan munculnya fanatisme keluarga Umayyah” (Keadilan Sosial Dalam Islam, hal. 275)

      Berkata Sayyid Quthb, “Oleh sebab itulah ia (maksudnya Ali) menempuh sikap seperti yang diambil oleh Abu Bakar dan Umar, dan tidak mau melakukan kemewahan seperti yang ditempuh Utsman bin Affan” (Keadilan Sosial Dalam Islam, hal. 279)

      Berkata Sayyid Quthb, “Sesudah pengambilan baiat terhada Yazid di Syam,Mu’awiyah lalu menugaskan Said Ibnu al Ash untuk menipu dan meyakinkan penduduk Hijaz akan sahnya baiat terhadap Yazid”. (Keadilan Sosial Dalam Islam, hal. 260)

      Berkata Sayyid Quthb, “Kekuatan yang ada di tangan Mu’awiyah saat pemerintahan Umar sama sekali tidak memungkinkan dirinya untuk merebut kursi kekhalifahan dan juga tidak memiliki akar keagamaan yang kuat dalam jiwa para pengikutnya” (Keadilan Sosial Dalam Islam, hal. 277)

      Berkata Sayyid Quthb, “Ketika Mu’awiyah dan temannya memilih jalan kedustaan,kecurangan, penipuan, kemunafikan, suap dan membeli kehormatan, maka Ali tidak dapat melakukan perangai yang buruk ini. Oleh karenanya, tidak heran kalau Mu’awiyah dan teman-temannya berhasil sedang Ali gagal, tapi kegagalan ini lebih mulia dari semua kesuksesan” (lihat Kitab Kutubun wa syakhshiyaat,hal.242)

      Bantahan Kepada Sayyid Quthb

      Imam al-Bukhari berkata dalam Shahihnya, “Bab Manaqib Utsman bin Affan Abi Amr al-Quraisy.”

      1. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

      “Siapa saja yang menggali Sumur Rumata maka untuknya surga.” Maka sumur tersebut digali oleh Utsman.

      2. Beliau bersabda lagi:

      “Barangsiapa yang mendanai pasukan ‘Usrah maka untuknya surga.” Maka Utsman bin Affan mendanai pasukan tersebut.

      3. Dari Abu Musa al-Asy’ary رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم masuk ke dalam sebuah kebun dan memerintahkanku untuk menjaga pintu kebun tersebut. Kemudian datang seorang lelaki meminta izin untuk masuk, beliau bersabda:

      “Izinkan ia masuk kemudian beritakan kepadanya bahwa ia masuk surga.” Ternyata’ lelaki tersebut adalah Abu Bakar. Lantas datang lelaki lain meminta izin agar diizinkan masuk, beliau bersabda, “Izinkan ia masuk kemudian beritakan kepadanya bahwa ia masuk surga.” Ternyata lelaki tersebut adalah Umar bin Khaththab. Kemudian datang seorang lelaki meminta izin untuk masuk, beliau terdiam sejenak lalu bersabda, “Izinkan ia masuk kemudian beritakan kepadanya bahwa ia masuk surga disertai dengan cobaan yang menimpanya.” Ternyata lelaki tersebut adalah Utsman bin Affan.

      Hammad berkata, “Telah mengatakan kepada kami ‘Ashim al-Ahwal dan Ali bin al-Hakam, mereka berdua telah mendengar bahwa Abu Utsman al-Hindy menceritakan dari Abu Musa seperti hadits tersebut dan Ashim manambahkan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم sedang duduk di suatu tempat yang disana terdapat air sambil menyingkapkan kedua betis beliau -atau lututnya- di saat Utsman bin Affan ra. masuk beliau menutup lututnya.

      *Utsman Adalah Salah Seorang yang Memenuhi Panggilan Allah dan RasulNya dan Berhijrah Dua Kali.

      4. Dari Ibnu Syihab ia berkata,’”Urwah telah mengabarkan kepadaku bahwa Ubaidillah bin ‘Ady bin al-Khiyar telah mengabarkan kepadaku bahwa Miswar bin Makhramah dan Abdur Rahman bin al-Aswad bin Abdul Yaghuts telah berkata, ‘Apa yang menghalangimu untuk berbicara kepada Utsman tentang saudaranya al-Walid, karena orang-orang sedang sibuk membicarakan tentang permasalahan tersebut. Aku berniat menemui Utsman hingga ia keluar untuk mengerjakan shalat. Kukatakan kepadanya, ‘Ada yang perlu aku bicarakan denganmu yang isinya merupakan nasihat untukmu. Beliau berkata, ‘Hai lelaki menjauhlah!’ -Ma’mar berkata, ‘Aku mengira beliau berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu.’- Kemudian aku pun kembali menemui keduanya. Kemudian datanglah utusan dari Utsman dan aku mendekatinya. Ia berkata, ‘Apa isi nasihatmu?’ Aku katakan, ‘Se-sungguhnya Allah سبحانه و تعالى telah mengurus Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan membawa kebenaran serta menurunkan kitab kepada beliau sedang kamu adalah salah seorang yang memenuhi panggilan Allah dan RasulNya صلى الله عليه وسلم, engkau juga telah melakukan hijrah dua kali, telah menemani Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan telah melihat langsung sunnah beliau. Lihatlah masyarakat sedang sibuk membicarakan tentang kasus Al-Walid.’ Ia bertanya, ‘Apakah engkau sempat menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم?’ Aku jawab, Tidak, tetapi ilmu beliau yang murni telah sampai kepadaku sebagaimana sucinya seorang perawan dibalik hijabnya.’

      Ia berkata, ‘Amma Ba’du, Sesungguhnya Allah سبحانه و تعالى telah mengutus Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan membawa kebenaran dan aku termasuk salah seorang yang memenuhi panggilan Allah dan RasulNya, aku beriman dan apa yang dibawa beliau, aku juga melakukan hijrah dua kali -sebagaimana yang telah engkau katakan- dan aku juga telah menemani dan membai’at Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Demi Allah aku tidak pernah mendurhakai dan mengkhianati beliau hingga Allah mewafatkan beliau, demikian juga Abu Bakar dan Umar, kemudian aku diangkat menjadi khalifah, bukankah aku memiliki haq seperti haq mereka?’ Aku jawab, ‘Benar.’ Ia berkata lagi, ‘Ada apa dengan berita-berita yang sampai kepadaku? Adapun tentang permasalahan al-Walid akan kita selesaikan dengan benar insya Allah.’ Kemudian beliau memanggil Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dan memerintahkannya agar mendera al-Walid sebanyak delapan puluh kali”

      *Kabar Gembira Bahwa Beliau Mati Syahid

      5. Diriwayatkan dari Qatadah bahwa Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم memanjat gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman lantas gunung tersebut bergetar. Beliau bersabda:

      “Tenanglah wahai Uhud! -aku perkirakan beliau menghentakkan kakinya- tidak ada siapa-siapa di atasmu melainkan hanya seorang Nabi, Ash-Shiddiq dan dua orang syahid.“

      * Tingkat Keistimewaan Beliau

      6. Diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata, “Pada zaman Rasulullah صلى الله عليه وسلم kami tidak menyamakan Abu Bakar dengan sahabat yang lain kemudian Umar dan kemudian Utsman. Setelah itu kami tidak mengistimewakan antara satu sahabat dengan sahabat yang lain.”

      * Persaksian Ibnu Umar tentang Keistimewaan Utsman dan Pembelaannya Terhadap Beliau

      7. Diriwayatkan dari Utsman bin Mauhab ia berkata, “Seorang lelaki datang dari Mesir untuk melaksanakan haji, lantas ia melihat suatu kaum sedang duduk-duduk, ia bertanya, ‘Siapa mereka?’ Mereka mengatakan, ‘Mereka adalah kaum Quraisy.’ Ia bertanya lagi, ‘Siapa yang paling alim di antara mereka?’ Mereka jawab, ‘Abdullah bin Umar’ Kemudian ia berkata kepadanya, ‘Wahai Ibnu Umar, aku ingin bertanya sesuatu kepada anda maka tolong dijawab! Apakah anda tahu bahwa Utsman lari meninggalkan pasukan pada perang Uhud?’ Ibnu Umar menjawab, ‘Benar.’ Ia kembali bertanya, ‘Apakah anda tahu bahwa ia tidak ikut dalam perang Badar?’ Ibnu Umar menjawab, ‘Benar.’ Ia kembali bertanya, ‘Apakah anda tahu bahwa ia tidak ikut pada Bai’at Ridhwan?’ Ibnu Umar menjawab, ‘Benar.’ Lelaki itu berkata, ‘Allahu Akbar.’ Ibnu Umar berkata, ‘Kemarilah aku akan jelaskan kepadamu tentang permasalahan tersebut. Adapun mengenai larinya beliau dari perang Uhud sesungguhnya ia telah mendapat ampunan dari Allah, ia tidak dapat ikut serta dalam perang Badar karena ia sedang disibukkan mengurus istri beliau yakni putri Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang sedang sakit dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepadanya,

      “Sesungguhnya engkau mendapatkan pahala seorang yang ikut serta dalam perang Badar dan engkau juga mendapatkan bagian pada harta rampasannya.‘

      Adapun ketidak ikutsertaan beliau pada Bai’at Ridhwan, kalaulah sekiranya ada seorang yang lebih terhormat di Kota Makkah selain Utsman tentunya Rasulullah صلى الله عليه وسلم akan menggantikan Utsman dengan orang tersebut. Namun Rasulullah صلى الله عليه وسلم tetap mengirimkan Utsman ke Makkah dan Bai’at Ridhwan terjadi setelah kepergian Utsman ke Makkah, Rasulullah mengisyaratkan dengan tangan kanannya seraya bersabda, ‘Ini adalah tangan Utsman.’ Lantas menepukkannya dengan tangan beliau dan bersabda, ‘Ini adalah bai’at Utsman.’ Ibnu Umar berkata kepada lelaki itu, ‘Nah bawalah berita ini karena sekarang engkau sudah tahu’.”

      * Rasa Malu yang Dimiliki Utsman bin Affan

      8. Imam Ahmad berkata, “Hajjaj telah mengatakan kepada kami dan berkata, Laits telah mengatakan kepada kami dan berkata, Uqail telah mangabarkan kepadaku dari Ibnu Syihab dari Yahya bin Sa’id bin al-’Ash bahwa Sa’id bin al-’Ash telah menceritakan kepadaku bahwa ‘Aisyah Istri Nabi صلى الله عليه وسلم dan Utsman telah menceritakan kepadanya bahwa Abu Bakar me minta izin kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan beliau sedang berbaring di tempat tidurnya sambil berselimut dengan selimut ‘Aisyah رضي الله عنها Rasulullah memberinya izin dan beliau masih dalam posisi semula. Setelah Abu Bakar menyelesaikan hajatnya, ia pun pergi. Kemudian Umar datang meminta izin kepada Rasulullah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberinya izin dan beliau masih dalam posisi semula. Setelah Umar menyelesaikan hajatnya, ia pun pergi. Lalu Utsman berkata, ‘Lantas aku pun minta izin lalu Rasulullah duduk dan bersabda kepada ‘Aisyah, ‘Ambillah selimutmu!’ Setelah aku menyelesaikan hajatku, akupun pergi. ‘Aisyah berkata, ‘Ya Rasulullah! Aku melihat engkau menyambut Abu Bakar dan Umar tidak seperti sambutanmu terhadap Utsman?’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya Utsman adalah seorang pemalu, aku khawatir jika aku menyambutnya dalam posisi seperti itu, ia tidak jadi mengungkapkan keperluannya.’

      Laits berkata, ‘Sekelompok orang berkata, ‘Sesungguhnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepada ‘Aisyah, “Tidakkah aku merasa malu sebagaimana malunya malaikat terhadap dirinya?”.Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya, 1/71, Ahmad Syakir, 514 berkata, “Sanad hadits tersebut shahih.”

      Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Muhammad bin Abi Har-malah dari ‘Atha’ dan Sulaiman (keduanya adalah anak Yasar) dan Abi Salamah bin Abdur Rahman dari ‘Aisyah ra.. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Ya’la al-Mushily dari Suhail dan Ayahnya dari ‘Aisyah رضي الله عنها . Dan diriwayatkan Jubair bin Nufair dan ‘Aisyah binti Thalhah dari ‘Aisyah رضي الله عنها”

      9. Imam Ahmad berkata, “Waqi’ telah mengatakan kepada kami dari Sufyan dari Khalid al-Hadzdza’ dari Abi Qilabah dari Anas, ia berkata bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

      ”Orang yang paling penyayang di antara umatku adalah Abu Bakar, yang paling tegas terhadap agama Allah adalah Umar, yang paling pemalu adalah Utsman, yang paling mengetahui tentang halal dan haram adalah Mu’adz bin Jabal, yang paling hafal tentang al-Qur’an adalah Ubay dan yang paling mengetahui tantang ilmu waris adalah Zaid bin Tsabit. Setiap umat mem-punyai seorang yang terpercaya dan orang yang terpercaya di kalangan umatku adalah Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah. “Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad, 3/184, 281 dan telah dishahihkan oleh al-Albany dalam kitabnya al-Jami’ash-Shaghir, 908 telah kita jelaskan pada kitab keistimewaan Umar.

      Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibnu Majah, dari hadits Khalid al- Hadzdza’. At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”Lihat takhrijnya dalam Kitab Tuhfatul Asyraf, 1/257, hal. 952.

      * Kedudukan Utsman bin Affan di Tengah Umat

      10. Imam Ahmad berkata, “Abu Dawud -Umar bin Sa’ad- telah mengatakan kepada kami, ‘Badar bin Utsman telah mengatakan kepada kami dari Ubaidah bin Marwan dari Abi ‘Aisyah dari Umar ia berkata, ‘Rasulullah صلى الله عليه وسلم keluar mendatangi kami setelah terbit matahari dan bersabda,

      “Aku melihat sebelum fajar seakan-akan aku diberi al-maqalid dan timbangan. Adapun almaqalid adalah kunci-kunci dan timbangan adalah alat yang biasa kalian pakai untuk menimbang. Kemudian aku diletakkan pada daun timbangan yang satu dan umatku diletakkan – pada daun timbangan yang lain dan ternyata aku lebih berat. Kemudian didatangkan Abu Bakar dan ditimbang dengan mereka, ternyata Abu Bakar lebih berat dari mereka. Lantas didatangkan Umar dan ditimbang dengan mereka, ternyata Umar lebih berat dari mereka. Lalu didatangkan Utsman dan ditimbang dengan mereka, ternyata Utsman lebih berat dari mereka. Kemudian mimpi tersebut terputus.’

      Hadits hanya diriwayatkan oleh Imam Ahmad’.”Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dalam al Musnad, Ahmad Syakir, 5469, berkata, “Sanad hadits ini shahih.”

      11. Sufyan bin Ya’qub berkata, “Hisyam bin ‘Ammar telah mengatakan kepada kami dan berkata,’ Amr bin Waqqid telah mengatakan kepada kami dan berkata, ‘Yunus bin Maisarah telah mengatakan kepada kami dari Abi Idris dari Mu’adz bin Jabal berkata, ‘Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

      ” Sesungguhnya aku melihat bahwa aku diletakkan di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan pada daun timbangan yang lain ternyata aku lebih berat dari mereka. Kemudian diletakkan Abu Bakar di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan pada daun timbangan yang lain ternyata dia lebih berat dari mereka. Lantas diletakkan Umar di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan pada daun timbangan yang lain ternyata dia lebih berat dari mereka. Lalu diletakkan Utsman di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan pada daun timbangan yang lain ternyata dia lebih berat dari mereka. “Al-Ma’rifatu wat Tarikh, 3/357 hadits ini merupakan syahid untuk hadits yang lalu.

      * Wasiat Nabi Kepada Utsman bin Affan Agar Tetap Sabar dan Tidak Memenuhi Tuntutan Agar la Turun dari Jabatan

      12. Imam Ahmad berkata, “Abul Mughirah telah mengatakan kepada kami dan berkata, al-Walid bin Sulaiman (Pada kitab asli tertulis “Al-Walid bin Muslim” dan koreksi ini diambil dari Musnad Ahmad, 6/76) telah mengatakan kepada kami dan berkata, Rabi’ah bin Yazid telah mengatakan kepadaku dari Abdullah bin ‘Amir dari an-Nu’man bin Basyir dari Aisyah ia berkata, ‘Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengutus kepada Utsman bin Affan agar ia datang menghadap. Ketika ia datang Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyambut kedatangannya. Setelah kami melihat Rasulullah menyambutnya maka salah seorang kamipun menyambut kedatangan yang lain dan ucapan terakhir yang diucapkan Rasulullah sambil menepuk pundaknya,

      ‘Wahai Utsman mudah-mudahan Allah akan memakaikan untukmu sebuah pakaian dan orang-orang munafik ingin melepaskan pakaian tersebut maka jangan engkau lepaskan hingga engkau menemuiku (meninggal).’ Tiga kali.

      Aku katakan, ‘Ya Ummul Mukminin hadits ini aku riwayatkan darimu.’ Aisyah menjawab, ‘Demi Allah aku sudah lupa.’ Kemudian aku beritakan hal tersebut kepada Mu’awiyah bin Abi Sufyan, namun ia kurang yakin hingga ia menulis surat kepada Ummul Mukminin, Tuliskan untukku tentang hadits ini!’ Maka Ummul Mukminin menuliskan tentang hadits tersebut.”Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad, 6/86, beliau juga memiliki jalur lain yang beliau keluarkan 6/149. Dikeluarkan secara ringkas oleh at-Tirmidzi dalam Manaqib Utsman bin Affan, 5/628 dan seraya berkata, “Hadits hasan shahih gharib.” Ibnu Majah dalam Sunannya pada pendahuluan, bab ke 11, 1/41, dari jalan al-Faraj bin Fudhalah dari Rabi’ah bin Yazid.

      Abu Abdullah al-Jasry( Dalam kitab asli tertulis “al-Jary” dan perbaikan ini terdapat dalam Musnad Ahmad, 6/263.) telah meriwayatkan dari ‘Aisyah dan Hafshah seperti hadits telah lalu.( Al-Musnad, 6/263.) Qais bin Abi Hazim ( Al-Musnad, 6/214. )dan Abu Sahlah dari ‘Aisyah رضي الله عنها (Al-Musnad, 6/52.)

      Abu Shalah meriwayatkan dari Utsman bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengambil suatu perjanjian dariku agar aku sabar melaksanakannya.Al-Musnad, 6/58. Ahmad Syakir berkata dalam tahqiqnya, “Sanad hadits ini shahih.”

      Faraj bin Fudhalah meriwayatkan dari Muhammad bin al-Walid az-Zubaidy dari Zuhry dari ‘Urwah dari Aisyah رضي الله عنها kemudian menyebutkan hadits tersebut.” Riwayat al-Faraj bin Fudhalah di keluarkan oleh Ibnu Majah, 1/41 sebagaimana yang telah diisyaratkan

      Adalah Darul Quthny berkata, “Hanya al-Faraj bin Fudhalah yang meriwayatkan hadits ini.”Tidak hanya al-Faraj bin Fudhalah yang meriwayatkan hadits ini tetapi juga diriwayatkan oleh Mu’awiyah bin Shalih dari Rabi’ah bin Yazid sebagaimana yang terdapat dalam at-Tirmidzi dan Al-Walid bin Sulaiman dari Rabi’ah sebagaimana pada hadits ini.

      *Persaksian ‘Aisyah Terhadap Utsman bin Affan رضي الله عنه

      Imam Ahmad berkata, “Abdush Shamad telah mengatakan kepada kami dan berkata, Fathimah binti Abdurrahman telah mengatakan kepadaku bahwa ia berkata, Ibuku telah menceritakan kepadaku bahwa ia pernah bertanya kepada ‘Aisyah رضي الله عنها dengan mengutus pamannya, ‘Salah seorang anakmu mengirimkan salam untukmu dan bertanya tentang Utsman yang sedang dicela oleh banyak orang.’ Beliau menjawab, ‘Semoga Allah سبحانه وتعالى melaknat orang yang melaknat Utsman. Demi Allah waktu itu ia sedang duduk di sisi Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan Rasulullah sedang menyandarkan punggungnya kepadaku dan Jibril sedang menyampaikan wahyu al-Qur’an, beliau bersabda, Tulislah wahyu tersebut ya ‘Utsaim( Panggilan orang arab terhadap orang yang disayangi) (Utsman).’ ‘Aisyah berkata, ‘Tidaklah Allah menempatkan seseorang pada kedudukan seperti itu melainkan orang tersebut telah bersikap mulia terhadap Allah dan RasulNya’.”Al-Musnad, 6/250.

      Kemudian Imam Ahmad meriwayatkan dari Yunus dari Umar bin Ibrahim al-Yasykary dari ibunya bahwa ia bertanya kepada Aisyah tentang Utsman di dekat Ka’bah. Kemudian ia menyebutkan hadits tersebut. Al-Musnad, 6/261

      * Berita Tentang Terjadinya Fitnah yang Menyebabkan terbunuhnya Utsman dan Beliau Berada di Atas Kebenaran

      Imam Ahmad berkata, “Aswad bin Amir telah mengatakan kepada kami dan ia berkata, Sinan bin Harun telah mengatakan kepada kami dan ia berkata, Kulaib bin Waail telah mengatakan kepada kami dari Ibnu Umar ia berkata bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah menceritakan tentang fitnah dan beliau bersabda,

      “Orang yang menyelimuti mukanya ini, akan terbunuh secara zhalim pada waktu itu.”

      Lalu aku melihat orang tersebut, ternyata ia adalah Utsman bin Affan رضي الله عنه” (Ahmad Syakir menshahihkan hadits itu dalam tahqiqnya untuk al-Musnad, 8/171.)

      Hadits ini juga diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Ibrahim bin Sa’ad dari Syadzan. Beliau mengatakan, “Hadits ini hasan gharib dari sisi ini dari hadits Ibnu Umar” Sunan at-Tirmidzi dalam Kitab al-Manaqib, 5/630, hal. 3708

      15. Imam Ahmad berkata, “Affan telah mengatakan kepada kami dan ia berkata, Wuhaib telah mengatakan kepada kami dan ia berkata, Musa bin ‘Utbah telah mengatakan kepada kami, kakekku dan bapak ibuku Abu Habibah telah mengatakan kepadaku bahwa ia masuk ke dalam rumah dan Utsman sedang terkepung di dalamnya. Beliau mendengar Abu Hurairah yang meminta izin untuk bicara maka beliau mengizinkannya. Ia berdiri seraya memuji Allah سبحانه و تعالى lantas berkata, “Aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

      “Sesungguhnya engkau akan menemui fitnah dan perselisihan setelahku nanti atau beliau berkata perselisihan dan fitnah- salah seorang bertanya, “Siapa yang harus kami ikuti ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, “Ikutilah al-Amin ini dan para sahabatnya.” Sambil menunjuk kepada Utsman’.” Al-Musnad, 2/345 dan seperti ini juga sanad dan matan pada Fadhail ash-Shahabah, 1/450, 723 muhaqqiqnya berkata, “Sanad haditsnya shahih.”

      Ibnu Katsir berkata, “Hanya Ahmad yang meriwayatkan hadits ini dengan sanad yang hasan jayyid. Tidak ada yang mengeluarkannya dari jalur ini.”

      16. Imam Ahmad berkata, “Abu Usamah Hamad bin Usamah (Pada kitab aslinya: Abu Usamah teiah mengatakan kepada kami dan ia berkata, “Hammad bin Salam telah mengatakan kepada kami.” Perbaikan didapat dari al-Musnad.) telah mengatakan kepada kami dan ia berkata, Kahmas bin al-Hasan telah mengatakan kepada kami dari Abdullah bin Syaqiq ia berkata, Harmy bin Harits dan Usamah bin Khuraim (pada saat itu sedang berperang) telah mengatakan kepadaku dan mereka berdua mengisahkan satu hadits, mereka tidak menyangka bahwa masing-masing mereka telah menceritakan hadits tersebut kepadaku dari Murrah al-Bahzy ia berkata, ‘Di saat kami bersama Rasulullah di sebuah jalan yang ada di Madinah beliau bersabda,

      “Apa yang akan kalian lakukan jika fitnah menerjang seluruh penjuru bumi bagaikan tanduk sapi?” mereka bertanya, “Apa yang harus kami lakukan ya Rasululah?” Beliau menjawab, “Ikutilah orang ini dan sahabat-sahabatnya.” Akupun mempercepat jalanku agar jelas bagiku hingga aku mendekati lelaki tersebut lalu kukatakan, “Apakah dia yang engkau maksud ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, ” Ya dia.” Ternyata lelaki itu adalah Utsman bin Affan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata lagi, “Ya dia dan sahabat-sahabatnya.”Al-Musnad, 5/35 dengan sanad yang shahih. Beliau juga memiliki sanad yang lain di dalam al-Musnad, 5/33 Bahz dan Abdush Shamad telah mengatakan kepada kami dan mereka berkata, “Abu Hilal telah mengatakan kepada kami dari Qatadah dari Abdullah bin Ayaqiq dari Murrah al-Bahz -demikian tanpa ada perantara- lihat Fadhail ash-Shahabah, 1/449. Jalur yang ketiga di dalam al-Musnad, 4/235 dan akan dikuatkan oleh hadits yang akan datang.

      17. At-Tirmidzi berkata dalam Jami’nya, “Muhammad bin Basyar telah mengatakan kepada kami, ‘Abdul Wahhab Ats-Tsaqafy telah mengatakan kepada kami dan ia berkata, ‘Ayyub telah mengatakan kepada kami dari Abu Qilabah dari Abi al-’Ats’ats ash- Shan’any, bahwa para khatib berbicara di negeri Syam dan di antara mereka ada sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم kemudian berdiri orang yang terakhir bernama Murrah bin Ka’ab seraya berkata, ‘Kalau tidak karena hadits dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم aku tidak akan berbicara. Lantas ia menyebutkan tentang fitnah dan menyebutkan seorang lelaki yang sedang menyelimuti mukanya dengan kain, kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم, bersabda, Adapun dia ini pada saat itu berada di atas petunjuk.’ Maka akupun mendatanginya yang ternyata adalah Utsman bin Affan, lalu aku menghadap Rasulullah, dan kukatakan, ‘Apa dia yang engkau maksud?’ Beliau menjawab, ‘Benar’.”

      Kemudian at-Tirmidzi berkata, “Hadits ini sanadnya hasan shahih.”Sunan at-Tirmidzi‘dalam Kitab al-Manaqib hadits 3704, ia berkata, “Pada bab ini dari Umar, Abdullah bin Hawalah dan Ka’ab bin ‘Ujrah

      * Kesungguhan Beliau Dalam Beribadah

      Telah diriwayatkan dari berbagai jalur bahwa beliau pernah shalat dengan mambaca semua al-Qur’an pada satu rakaat di kamar al-Aswad pada musim haji. Dan ini adalah ketekunan beliau رضي الله عنه. Dikeluarkan oleh al-Baihaqi dalam Sunan Kubra, 3/24 dan Ibnu Sa’ad dalam ath-ThabaqatuI Kubra,3/76 dan dishahihkan oleh adz-Dzahaby dalam Tarikh Islam pada zaman Khulafa Rasyidin, 476. Lihat tambahannya dari pada riwayat-riwayat pada Thabaqat Ibnu Sa’ad, 3/75-76

      Kami telah meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa ia berkata tentang Firman Allah سبحانه وتعالى

      ” (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya.” (Az-ZUmar : 9).

      “Bahwa yang dimaksud dalam ayat itu adalah Utsman bin Affan”Ibnu Katsir Tafsir al-Qur’an al-Azhim, 4/47

      Ibnu Abbas dalam mengomentari Firman Allah سبحانه و تعالى,

      “Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus.” (An-Nahl: 76).

      Ia berkata, “Maksudnya adalah Utsman bin Affan”Ibnu Katsir Tafsir al-Qur an al-Azhim, 2/579

      Hassan رضي الله عنه berkata,

      Berkorban hingga beruban sebagai tanda sujud,

      Memotong malam dengan bertasbih dan membaca al-Qur ‘an.

      MU’ÂWIYAH BIN ABỈ SUFYÂN

      Sebagai hujjah utama dan pertama, saya turunkan kesaksian NAbî Shallalallahu ‘alaihi wa Sallam sendiri dalam dua haditsnya yang mulia.

      NAbî Shallalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

      ” اللهم اجعله هادياً مهدياً واهده واهد به . يعني معاوية “. أخرجه أحمد والترمذي وصححه الألباني في (السلسلة الصحيحة/1969)

      “Ya Alloh, jadikanlah Mu’âwiyah sebagai pembawa petunjuk yang memberikan petunjuk. Berikanlah petunjuk padanya dan petunjuk (bagi umat) dengan keberadaannya.” (HR Ahmad dan Turmudzi. Dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah : 1969)

      Apakah mungkin NAbî Shallalallahu ‘alaihi wa Sallam mendoakan kebaikan tidak kepada sahabatnya?

      NAbî Shallalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

      ” اللهم علم معاوية الكتاب والحساب وقه العذاب “. أخرجه أحمد وصححه الألباني في (السلسلة الصحيحة/ 3227)

      – Beliau adalah Paman Kaum Muslimin. Hal ini oleh sebab saudari beliau, Ummu HAbîbah, adalah isteri Rasulullah saw.

      – Beliau adalah salah seorang sahabat yang diisyaratkan NAbî akan berperang di tengah lautan dan akan masuk surga.

      Hal ini sebagaimana sabda NAbî saw :

      عن أم حرام قالت: قال رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ : ” أول جيش من أمتي يغزون البحر قد أوجبوا”

      Dari Umu Haram Radhiyallâhu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah saw bersabda : “Pasukan pertama dari ummatku yang perang di lautan maka wajib baginya (surga).” [HR Bukhari : 2924]

      Ibnu Hajar mengatakan : “Al-Muhallab berkata : “hadits ini menjelaskan keutamaan Mu’âwiyah karena beliaulah orang pertama yang berperang di lautan.” Adapun lafazh “qod aujabu” (maka wajib atasnya) maksudnya adalah : melakukan perbuatan yang wajib atasnya surga.” [al-Fath VI : 120].

      – Beliau adalah penulis wahyu dan kepercayaan Rasulullah saw.

      Dari Ikrimah bin Ammar, dari Abî Zamil Sammak bin Walid dari Ibnu Abbas, Abu Sofyan Berkata : “Wahai Rasulullah berikanlah tiga perkara kepadaku?” Rasulullah menjawab: “Iya”. Beliau berkata: “Perintahkanlah aku supaya memerangi orang-orang kafir sebagaimana dulu aku memerangi orang-orang Islam.” Rasulullah menjawab: “Iya”, Beliau berkata lagi: “Dan jadikan Mu’âwiyah sebagai penulis di sisimu?” Rasulullah menjawab : “Iya”. [HR Muslim]

      – Beliau didoakan memperoleh hidayah dan memberikan hidayah.

      “Ya Alloh, jadikanlah Mu’âwiyah sebagai pembawa petunjuk yang memberikan petunjuk. Berikanlah petunjuk padanya dan petunjuk (bagi umat) dengan keberadaannya.” (HR Ahmad dan Turmudzi)

      – Beliau didoakan menguasai ilmu al-Kitab dan ilmu hitung.

      “Ya Alloh, anugerahkanlah kepada Mu’âwiyah ilmu al-Kitab (al-Qur`an) dan al-Hisab (ilmu hitung) serta jauhkanlah beliau dari adzab.” (HR Ahmad)

      – Beliau adalah orang yang faqih.

      Seseorang mengadu kepada Ibn Abbas Radhiyallahu ‘anhu pada masa pemerintahan ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu bahwa Mu’âwiyah melaksanakan sholat witir dengan hanya satu rakaat. Ibn Abbas menjawab: “Sesungguhnya dia adalah seorang yang faqih (faham agama).” [Shahih al-Bukhari – hadis no: 3765]

      – Beliau adalah seorang yang pandai di dalam memutuskan hukum.

      Saad bin Abî Waqqas Radhiyallâhu ‘anhu berkata : “Tidak pernah saya melihat ada seseorang yang lebih pandai di dalam memutuskan hukum pasca khalifah ‘Utsman daripada Mu’âwiyah (Al-Bidayah Wan Nihayah VIII : 133)

      – Beliau adalah salah seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadits.

      Menurut Imam adz-DzahAbî, beliau meriwayatkan kurang lebih 163 hadits dalam Musnad Baqi bin Mikhlad. Riwayat dari beliau, yang muttafaq ‘alaihi (disepakati oleh Bukhari dan Muslim) ada 4 hadits, diriwayatkan oleh Imam Bukhari sejumlah 4 hadits dan Imam Muslim sejumlah 5 hadits. (Siyar A’lamin Nubala’ III : 162)

      – Beliau adalah seorang negarawan ulung

      Ibnu Abbas Radhiyallâhu ‘anhu berkata, “Saya belum pernah melihat seorang yang lebih mengetahui tentang kenegaraan daripada Mu’âwiyah” (Al-Bidayah VIII : 138)

      “Ya Alloh, anugerahkanlah kepada Mu’âwiyah ilmu al-Kitab (al-Qur`an) dan al-Hisab (ilmu hitung) serta jauhkanlah beliau dari adzab.” (HR Ahmad dan dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah : 3227).

      jangan kau cela salaf

      Wahai saudaraku, diantara keyakinan dan aqidah ahlus sunnah adalah, kita wajib menahan diri dari mencela dan memperbincangkan para sahabat. Perhatikanlah nasihat para ulama ahlus sunnah di bawah ini :

      – Imam ath-Thahawi berkata di dalam Kitab ‘aqidah-nya :

      ونحب أصحاب رسول الله r ولا نفرط في حبِّ أحد منهم، ولا نتبرّأ من أحد منهم، ونبغض من يبغضهم، وبغير الخير يذكرهم، ولا نذكرهم إلاّ بخير، وحبُّهم دين وإيمان وإحسان، وبغضهم كفر ونفاق وطغيان

      “Kami mencintai sahabat-sahabat Rasulullah saw dan kami tidaklah melepaskan kecintaan kami dan berlepas diri (baro’) terhadap salah seorang pun darimereka. Kami membenci orang yang membenci mereka dan tidak mau menyebutkan kebaikan mereka. Kami tidak mau menyebut mereka melainkan dengan kebaikan. mencintai mereka adalah bagian dari agama, iman dan ihsan, sedangkan membenci mereka merupakan kekufuran, nifaq dan perbuatan melampaui batas.”

      – Imam al-Baghowi di dalam Syarhus Sunnah mengatakan :

      قال مالك: من يبغض أحداً من أصحاب رسول الله r وكان في قلبه عليه غلٌّ فليس له حق في فيء المسلمين

      “Imam Malik berkata, barangsiapa yang membenci salah seorang sahabat Rasulullah saw, maka akan menancap di dalam hatinya kedengkian yang menyebabkan dirinya tidak berhak untuk mendapatkan harta rampasan (fai’) kaum muslimin.”

      – Imam Ahmad bin Hanbal di dalam kitab beliau,as-Sunnah, berkata :

      من السنة ذكر محاسن أصحاب رسول الله r كلهم أجمعين، والكف عن الذي جرى بينهم، فمن سبَّ أصحاب رسول الله r أو واحداً منهم فهو مبتدع رافضي؛ حبهم سنّة، والدعاء لهم قربة، والاقتداء بهم وسيلة، والأخذ بآثارهم فضيلة

      “Termasuk sunnah adalah menyebutkan kebaikan-kebaikan seluruh sahabat Rasulullah saw dan menahan diri dari berbicara tentang perkara yang terjadi di antara mereka. Barangsiapa yang mencela sahabat Rasulullah saw atau salah seorang dari mereka, maka ia adalah seorang ahli bid’ah Rafidhi. Mencintai sahabat adalah sunnah, mendoakan mereka adalah ibadah, meneladani mereka adalah wasilah (cara) dan mengambil atsar mereka adalah keutamaan.”

      – Imam Abu ‘Utsman ash-Shobuni di dalam kitabnya, ‘Aqidatus Salaf wa AshhAbîl Hadits mengatakan :

      ويرون الكف عما شجر بين أصحاب رسول الله r وتطهير الألسنة عن ذكر ما يتضمن عيباً لهم، أو نقصاً فيهم، ويرون الترحم على جميعهم، والموالاة لكافتهم

      “(Kaum salaf dan ashhAbîl hadits) berpandangan untuk menahan diri dari (memperbincangkan) perselisihan yang terjadi di tengah sahabat Rasulullah saw, menyucikan lisan dari menyebutkan aib-aib (keburukan) dan kekurangan mereka dan mendoakan rahmat (tarahum) bagi semuanya serta memberikan kecintaan (wala’) bagi seluruhnya.”

      – Dan masih banyak ucapan-ucapan para imam ahlus sunnah yang melarang untuk mencela dan mendiskreditkan sahabat NAbî saw.

      Sebuah Renungan dan Pelajaran

      Kita semua meyakini bahwa, ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullâhu adalah seorang khalifah yang mulia lagi adil. Kekhilafahan beliau adalah salah satu kekhilafahan yang berada di atas minhaj nubuwwah. Namun perhatikanlah apa yang dilakukan oleh Khalifah yang mulia ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullâhu terhadap mereka yang mencela Mu’âwiyah bin Abî Sufyân Radhiyallâhu ‘anhu :

      Ibrahim bin Maisarah berkata, “Saya tidak melihat ‘Umar bin Abdul ‘Aziz memukul seseorang kecuali seorang yang mencela Muawiyah. Beliau mencambuknya dengan beberapa cambukan.” (Tarikh Dimasyq 59/211)

      Aduhai, bagaimanakah kiranya jika khalifah yang mulia ini hidup di zaman ini, dan melihat apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita di dalam pergerakan yang mengklaim hendak mendirikan daulah khilafah islamiyah ‘ala minhajin nubuwwah?! Khilafah seperti apakah yang akan ditegakkan, jika aqidah dan keyakinan mereka menyelisihi aqidah dan keyakinan ahlus sunnah?!! Nas’alullahaas-Salamah wal Afiyah.

      B.Aqidah Menyimpang

      Al Qardhawi berkata :

      “Semua urusan yang berlaku di antara kita (maksudnya : kaum muslimin dan orang-orang Nashrani) menjadi tanggungjawab kita bersama, karena kita semua adalah warga dari tanah air yang satu, tempat kembali kita satu, dan umat kita adalah umat yang satu. Aku mengatakan sesuatu tentang mereka, yakni saudara-saudara kita yang menganut agama Masehi (Kristen) – meskipun sementara orang mengingkari perkataanku ini – “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. Ya, kita (kaum muslimin, pent.) adalah orang-orang beriman, dan mereka (para penganut agama Kristen) juga orang-orang beriman dilihat dari sisi lain.

      [Acara pertemuan “Asy Syari’ah wal Hayaah” dengan tema “Kelompok-kelompok Non-muslim Di Bawah Naungan Syari’at Islam” yang diselenggarakan pada tanggal 12 Oktober 1997 M lewat stasiun televisi “Al-Jaziirah” – semoga Allah melindungi kita dari bencana yang disebarkan oleh stasiun televisi ini – dan pernyataan Al Qardhawi bahwa orang-orang kafir bersaudara dengannya tertera di berbagai kitab karangannya, antara lain : kitab “Fataawaa Mu’aashirah” (“Fatwa Kontemporer”) (2/668), kitab“Al Khashaa’ishu Al ‘Aammah lil Islaam” (“Karakteristik Islam”) halaman 90-93, dan kitab “Malaamih Al Mujtama’ Al Islaamiy” halaman 138.

      Pernyataan yang sama dikemukaan pula oleh Al Qardhawi lewat berbagai acara yang menampilkan Al Qardhawi, yang dapat disaksikan melalui tayangan-tayangan parabola. Untuk menghilangkan keragu-raguan (prasangka yang tidak baik), perlu penulis nyatakan bahwa apa yang penulis nukil dari Yusuf Al Qardhawi melalui acara-acara yang menampilkannya lewat tayangan-tayangan parabola, penulis sendiri tidak menyaksikannya secara langsung – penulis berlindung kepada Allah dari menyaksikan acara semacam ini – dan penulis hanya melihat buku yang memuat laporan acara-acara yang diselenggarakan melalui tayangan-tayangan parabola. Dan laporan ini juga termuat pada situs Al Qardhawi yang terdapat di dalam jaringan internet.

      * Maksud Al Qardhawi, orang-orang Kristen Qibthi pun (di Mesir) tergolong orang-orang beriman, sehingga orang-orang yang mati dalam peperangan dari kalangan mereka dinilai sebagai syuhada’ (orang yang mati syahid)]

      Al Qardhawi berkata : “Sesungguhnya rasa cinta (persahabatan) seorang muslim dengan non-muslim bukan merupakan dosa.” ( Lihat kitab “Ghairul Muslimiin fii Al Mujtama’ Al Islaamiy” (“Kelompok-kelompok Non-muslim Di Bawah Naungan Syari’at Islam”), cetakan ke empat, tahun 1405H, halaman 68.Dan Al Qardhawi mengemukakan pula pernyataan ini lewat acara di atas (acara “Asy Syari’ah wal Hayaah”), dan di berbagai kitab karangannya yang lain.)

      Al Qardhawi berkata : ”Permusuhan yang terjadi antara kita (kaum muslimin) dengan orang-orang Yahudi semata-mata dilatarbelakangi masalah sengketa tanah (wilayah Palestina, pent.) bukan dilatarbelakangi masalah agama”. (Lihat kitab “Al Ummah Al Islamiyyah Haqiiqatun La Wahmun”, cetakan pertama, tahun1407 H, halaman 70. Dan Al Qardhawi mengemukakan pernyataan ini pula lewat acara “Ash Shiraa’u baina Al Muslimiina wa Al Yahudi” (“Pertarungan Pemikiran Antara Kaum Muslimin dan Orang-Orang Yahudi”))

      Dan Al Qardhawi menyatakan bahwa firman Allah:

      لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِيْنَ آمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ أَشْرَكُوْا….

      Artinya : “Niscaya engkau akan dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik….” (Q.S. Al Maidah : 82)

      hanya berlaku untuk situasi yang ada di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bukan untuk situasi di zaman sekarang, (. Acara “Asy Syari’ah wa Al Hayaah” lewat pertemuan yang bertemakan “Ash Shiraa’u baina Al Muslimiina wa Al Yahudi” (“Pertarungan Pemikiran Antara Kaum Muslimin dan Orang-Orang Yahudi”) yang diselenggarakan pada tanggal 7 Desember 1997M.)) di samping itu dapat diketahui bahwa firman Allah pada akhir ayat di atas menjadi dalil (bukti) tentang eratnya hubungan persahabatan orang-orang Nashrani di zaman sekarang dengan kaum muslimin”. (Pertemuan dengan tema “Ghairul Muslimiin fi Zhilli Asy Syari’ah Al Islamiyah” (“Kelompok-kelompok Non-Muslim Di Bawah Naungan Syari’at Islam”) yang merupakan bagian dari acara “Asy Syari’ah wa Al Hayaah”)

      Al Qardhawi juga mengatakan : “Apabila kaum muslimin kuat kedudukannya, maka berarti kuat pula kedudukan saudara-saudara mereka yang menganut agama Masehi (Kristen) tanpa diragukan sedikit pun. Dan apabila kaum muslimin lemah kedudukannya, maka berarti lemah pulalah kedudukan orang-orang yang menganut agama Masehi (Kristen)”. (Pertemuan dengan tema “Al Islaamu Diinul Basyaa’iri wal Mubassyiraat” (“Islam agama Pembawa Kabar Gembira”) yang merupakan bagian dari acara “Asy Syari’ah Wal Hayaah” yang diselenggarakan pada tanggal 24 Januari 1999M.)

      Al Qardhawi menyatakan dalam berbagai kesempatan bahwa Islam – menurut klaim Al Qardhawi – menghormati agama-agama mereka (orang-orang Yahudi dan Nashrani. pent.) yang telah diubah oleh tangan manusia,

      ( Kitab “Al Islaam wa Al Ilmaaniyyah” (“Islam dan Sekularisme”) halaman 101, dan kitab “Syari’atul Islami Khuluuduhaa wa Shalaahuhaa li Attathbiiqi” (“Syari’at Islam Relevan Sepanjang Zaman”) halaman 52. Dan Al Qardhawi mengutarakan pernyataan ini lewat berbagai acara tayangan parabola) dan Al Qardhawi mengatakan bahwa status (kedudukan) orang-orang Yahudi dan Nashrani sejajar dengan status, (kedudukan) kaum muslimin ; mereka boleh mengambil hak-hak mereka secara utuh dan mereka bertanggungjawab melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka dengan sebaik-baiknya, (Al Qardhawi mengemukakan pernyataan ini di beberapa kitabnya dan lewat berbagai kesempatan, diantaranya di dalam kitab “Al Halaalu wa Al Haraamu” (“Halal dan Haram”), kitab “Gharul Muslimiina fi Al Mujtama’ Al Islaamy” (“Kelompok-kelompok Non-Muslim Dalam Masyarakat Islam”) dan kitab-kitab Al Qardhawi yang lainnya. Al Qardhawi mengemukakan pula pernyataan ini lewat acara “Asy Syari’ah wa Al Hayaah” (“Syari’at dan Kehidupan”) dalam sebuah pertemuan yang bertemakan “Ghairul Muslimiina fi Zhilli Asy Syari’ah Al Islamiyah” (“Kelompok-kelompok Non-Muslim Di Bawah Naungan Syari’at Islam”) dan pertemuan “Ash Shiraa’u Baina Al Muslimiin wa Al Yahudi” (“Pertarungan Pemikiran Antara Kaum Muslimin dan Orang-orang Yahudi”)) sedangkan status tanah air (wilayah negara) menjadi milik bersekutu antara warga negara muslim dan warga negara Nashrani.

      Al Qardhawi menyatakan bahwa Islam menitikberatkan sisi-sisi persamaan antara kita (kaum muslimin) dan mereka (orang-orang Nashrani) dan tidak menitikberatkan sisi-sisi perbedaan, ( Lihat kitab “Fataawaa Mu’aashirah” (“Fatwa Kontemporer”), juz 2 halaman 671, dan kitab “Ash Shahwah Al Islaamiyyah Baina Al Ikhtilaaf Al Masyruu’ wa At Tafarruq Al Madzmuum” (“Kebangkitan Islam Antara Perbedaan Pendapat Yang di Syari’atkan dan Perpecahbelahan Yang Tercela”) halaman 147.) dan bahwa kaum muslimin bersama orang-orang Nashrani semuanya harus berdiri tegak membentuk satu barisan di dalam satu tanah air (negara) yang menjadi milik mereka bersama untuk menentang berbagai penyelewengan, kezhaliman, dan kesewenang-wenangan”. (Acara “Al Muntadaa” berupa pertemuan yang bertemakan “Mustaqbalul Ummah Baina At Tafaa’uli wa At Tasyaa’um” (“Masa Depan Islam antara Optimisme dan Pessimisme”) yang diselenggarakan pada tanggal 7 Maret 1998M melalui stasiun televisi “Abu Dhabi” – semoga Allah melindungi kita dan saudara-saudara kita kaum muslimin dari malapetaka yang ditebarkan oleh stasiun televisi tersebut –, dan acara “Asy Syari’ah wa Al Hayaah” (“Syari’at dan Kehidupan”) berupa pertemuan bertemakan “Ghairul Muslimin fi Dzilli Asy Syari’ah Al Islamiyyah”.)

      Al Qardhawi juga mengatakan bahwasannya jihad itu disyariatkan untuk membela semua agama, bukan hanya untuk membela agama Islam saja. ( Acara “Asy Syari’ah wa Al Hayaah” (“Syari’at dan Kehidupan”) lewat pertemuan bertemakan “Al ‘Alaaqaat Ad Dualiyah” (“Hubungan Internasional”) yang diselenggarakan pada tanggal 8 Maret 1998M.) Dan Al Qardhawi membolehkan (kaum muslimin) memberikan ucapan selamat pada hari besar-hari besar mereka (orang-orang Nashrani) ( Acara “Asy Syari’ah wa Al Hayaah” (“Syari’at dan Kehidupan”) lewat pertemuan bertemakan “Ghairul Muslimin fi Dzilli Asy Syari’ah Al Islamiyyah” (“Kelompok-kelompok Non-Muslim Dibawah Naungan Syari’at Islam”), dan pertemuan dengan tema “Fadhlu Al Asyri Al Awaakhiri Min Ramadhaana” (“Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan”) yang diselenggarakan pada tanggal 26 Desember 1999M. Dan lihat kitab “Fataawaa Mu’aashirah” (“Fatwa Kontemporer”) juz 2, halaman 617.), dan Al Qardhawi membolehkan (kaum muslimin) memberikan kekuasaan kepada orang-orang non-muslim untuk menduduki jabatan-jabatan dan departemen-departemen. ( Acara “Asy Syari’ah wa Al Hayaah” (“Syari’at dan Kehidupan”) lewat pertemuan bertemakan“Ghairul Muslimin fi Dzilli Asy Syari’ah Al Islamiyyah” (“Kelompok-kelompok Non-Muslim Dibawah Naungan Syari’at Islam”), dan lihat kitab “Ghairul Muslimiin Fi Al Mujtama’ Al Islamiy” (“Kelompok-kelompok Non-muslim di Bawah Naungan Masyarakat Islam”) halaman 22.)

      Al Qardhawi menyatakan bahwa “jizyah” (upeti) hanya diambil dari orang-orang kafir dzimmy manakala mereka tidak ikut berperang membela tanah air (negara). Adapun di zaman sekarang ini, jizyah (upeti) itu tidak boleh lagi diambil dari mereka (orang-orang kafir dzimmy), karena zaman sekarang ini kewajiban untuk masuk tentara (dinas militer) kedudukannya disetarakan antara warga negara muslim dan warga negara non-muslim. (Acara “Asy Syari’ah wa Al Hayaah” (“Syari’at dan Kehidupan”) lewat pertemuan bertemakan“Ghairul Muslimin fi Dzilli Asy Syari’ah Al Islamiyyah” (“Kelompok-kelompok Non-Muslim Dibawah Naungan Syari’at Islam”), dan lihat kitab “Ghairul Muslimiin Fi Al Mujtama’ Al Islamiy” (“Kelompok-kelompok Non-muslim di Bawah Naungan Masyarakat Islam”) halaman 55.)

      pada satu kesempatan Al Qardhawi berbicara tentang kelompok Mu’tazilah dan Khawarij terdahulu, namun pada kesempatan yang lain Al Qardhawi memuji para pewaris (pelanjut) faham mereka. Adapun kelompok Raafidhah yang menjadi pewaris aqidah Mu’tazilah dan kelompok Rafidhah ini menambah-nambah (menyusupkan) berbagai kesesatan yang besar ke dalam faham Mu’tazilah yang sepersepuluh (10%) dari kesesatan-kesesatan itu saja cukup untuk menyetarakan mereka (kelompok Rafidhah) dengan Abu Jahal, pembaca dapati Al Qardhawi membela mereka dan mengaku bersaudara dengan mereka. Bahkan Al Qardhawi menilai upaya membangkitkan perselisihan dengan mereka sebagai pengkhianatan terhadap umat Islam. Dan Al Qardhawi menilai kutukan yang dilontarkan kaum Rafidhah terhadap para sahabat Nabi, tahrif (mengubah lafazh dan makna) Al Qur’an yang mereka lakukan, pendapat mereka bahwa imam-imam mereka terpelihara dari kesalahan (ma’shum), dan pelaksanaan ibadah haji mereka di depan monumen-monumen kesyirikan, dan kesesatan-kesesatan mereka yang lainnya, semua itu hanya merupakan perbedaan pendapat yang ringan dalam masalah aqidah. (Pernyataan ini disebutkan di dalam artikel yang berjul “Ziyaratul Al Qardhawii Li Iraan” (“Kunjungan Qardhawi ke Negara Iran”), dan pernyataan ini juga tercantum di pada situs Qardhawi di dalam jaringan internet. Perhatikan kitab “Al Marja’iyyah Al Ulyaa Li Islam” halaman 14, dan pertemuan bertemakan “Mustaqbal Al Ummah Baina At Tafaaul Wa At Tasyaaum” (“Masa Depan Umat Islam Antara Optimisme dan Pesimisme”) yang merupakan bagian dari acara “Asy Syari’ah wa Al Hayaah” (“Syari’at dan Kehidupan”). Dan lihat kitab “Al Ghazaali Kamaa ‘Araftahu” (“Muhammad Al Ghazali Sebagaimana Yang Anda Kenal”), halaman 242.)

      Demikian pula berkenaan dengan para pewaris (pelanjut) faham Khawarij dewasa ini yaitu kelompok Ibadhiyyah, Al Qardhawi mengatakan hal yang sama (Acara “Asy Syari’ah wa Al Hayaah” (“Syari’at dan Kehidupan”) lewat pertemuan dengan tema “Al Islam wa Syabakah Al Intarnit” (“Islam dan Jaringan Internet”) yang diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 1998M.)

      Sedang kelompok Asy’ariyyah dan Maturidiyyah dinilai oleh Al Qardhawi sebagai kelompok Ahlussunnah dan masalah ini tidak perlu diperdebatkan. ( Qardhawi mengemukakan pernyataan ini di dalam kitab-kitabnya secara umum ketika ia memaparkan sikapnya terhadap Ahlussunnah wal Jama’ah. Perhatikan misalnya kitab “Al Marji’iyyah Al ‘Ulyaa Li Al Islaam”, halaman 320-352, dan kitab “As Sunnah Mashdarul Ma’rifah wa Al Hadhaarah” halaman 95.)

  42. Akbar

    insya 4JJI pemilik blog ini akan dapat hidayah
    karena trnyata ideologinya mudah skali untuk dibantah….
    Ideologi yg dikira kuat dan akan dpat pngikut…., knyataannya susah diterima akal sehat…..
    biarkanlah alam pikirannya mngmbara dulu, lambat tapi pasti ia akan kmbali kpad fitrohnya yakni agar berDIN yg hanif (QS 30:30)

  43. imbro

    Mudah-mudahan situ yang mendapat hidayah. ha ha. siapa yang sebetulnya sesat ya? akbar cs, habib atau gw? acuannya apa ya? quran? injil? torah? heran Tuhan kasih petunjuk yang bikin ribut. Atau Tuhan tu sentimen dengan memberi petunjuk yang benar ke satu golongan saja? lha siapa? masing masing pada ngaku. Apa Tuhan sengaja bikin supaya manusia ribut? GAK MUNGKIIIIIN.
    Apa yang benar itu ditentukan dari waktu? yang paling benar adalah yang paling baru? lha yang ngikutin ajaran lama kan udah terlanjur yakin sama kitabnya? Emang gampang?

    he he he. sebetulnya ributin apa ya? tau gak bahwa gw mendapat wahyu tadi malam bahwa neraka sudah habis terbakar dan di surga ada perang besar? calm down man! agama tu untuk kebaikan dunia, bukan cuma pemeluknya, tapi sesama semuanya. bukan buat cuap cuap menyalahkan, tapi untuk mencari kedamaian. lupakan surga, lupakan neraka. udah gak zaman! hare geneee….kuacian banget kalau beragama tapi dihati ada dengki dan benci. kuaciaaan. gw cuma kuaciaaan deh lu. mending gak beragama aja. pernah denger? imagine there’s no heaven, and no religion too….

    salam likuuum. sebentar gw benci ama lu lu pada. tapi akhirnya cuma kuaciaaan. Semoga Tuhan kasih hidayah sama lu lu semua. Amin.

  44. BRO kOLI

    Neraka juga ada di dunia lho….
    Yah slamat mnikmatinya aja bro….kau aja yg merasa kpanasan mndapat pnjelasan ttg kbnaran…itulah nerakamu bro….
    jangan tunggu nanti di akhirat, skarang aja dah kpanasan bro..
    ck..ck…ck bro bro….kacian banget deh lho…imbro

  45. imbro

    Gak kepanasan, karena gak terdengar adanya kebenaran disini tuh. hik hik. Jangan kasihani diriku, kasihanilah sendiri dirimu, wahai orang buta.




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: