Jangan katakan Islam agama damai, kalau …

Saya, beragama Islam, dan saya ingin menyampaikan sesuatu yang tak terlalu menyenangkan bagi teman-teman sesama umat Islam:

Sia-sialah kita bicara tentang islam sebagai agama yang dama dan mengajarkan kepasrahan, kalau kita membiarkan kasus penyerbuan Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (SETIA) di akhir Juli lalu berlalu begitu saja.

Kalau Anda sudah lupa, yang saya bicarakan adalah serangan yang dilakukan ratusan orang terhadap kampus dan asrama mahasiswa STT yang berlokasi di daerah Jakarta Timur. Akibat serangan itu, kampus dan asrama hancur, para mahasiswa harus diungsikan, dan sebagian terpaksa menginap di DPR. Syukurlah tak ada korban tewas.

Tak lama setelah aksi biadab terjadi, Wali Kota Jakarta Timur Murdani memberikan pernyataan: “Warga minoritas harus menyadari keberadaannya”.

Tidakkah itu memuakkan?

Dan tidakkah mengherankan bahwa kemudian isu itu seperti dibiarkan menghilang begitu saja. Media massa tak memberitakannya. Tak ada komentar serius dari pihak-pihak yang punya otoritas. Majelis Ulama Indonesia, yang merupakan kumpulan para ulama, tak bicara apa-apa.

Apa yang sebenarnya terjadi pada kita, umat Islam?

Di mana letak perdamaian yang kita dengung-dengungkan?

Apa yang salah dengan kehadiran sekolah teologi? Sebagaimana juga apa yang salah dengan umat Kristen yang rumah dan tempat peribadatannya dihancurkan di banyak tempat di Indonesia dalam tahun-tahun terakhir ini? Yayasan SETARA mencatat dalam tahun 2007 saja, lebih dari 25 tempat peribadatan umat Kristen dirusak dan dihancurkan. Kenapa?

Mengapa kita menjadi umat yang beringas? Kalau Anda menganggap diri Anda dan kita bukan bagian dari umat yang beringas itu, mengapa kita membiarkan keberingasan itu terus terjadi?

Sebagian pihak menduga bahwa gelombang kekerasan itu sebenarnya dilakukan secara sengaja untuk memprovokasi kemarahan antar umat

Walau itu mungkin benar, saya khawatir bahwa potensi kekerasan itu memang ada secara riil dalam sebagian tubuh umat Islam.

Dalam salah satu milis, ketika beberapa peserta menyuarakan keprihatinan tentang kasus STTIA, seorang peserta milis (seorang jurnalis yang berpendidikan tinggi) menyambut dengan sinis: ”Ayo, rame-rame jadi martir!”

Pernyataan itu bukan saja menunjukkan ketidaksensitifan, tapi bahkan dukungan terhadap kekerasan.

Karena itu saya ingin mengajak teman-teman umat Islam yang masih percaya pada nilai-nilai dasar Islam tentang Islam sebagai rahmat bagi sekalian alam, lakukanlah sesuatu untuk melawa radikalisme ini!

Katakan sesuatu!

Bila di lingkungan Anda, ada orang-orang yang menyebarkan kebencian terhadap umat Kristen dan agama lain, jawablah!

Bersuaralah ketika penindasan terhadap umat beragama lain terjadi!

Jangan berusaha mencari-cari pembenaran untuk membenarkan keberingasan atas nama agama!

Banyak orang masih percaya bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia adalah umat yang percaya pada kebersamaan, persaudaraan, persahabatan dengan umat Kristen. Saya juga sepenuhnya percaya itu. Tapi kalau kita biarkan potensi kebencian itu tumbuh tanpa ada yang mencegah, umat Islam akan dikuasai oleh mereka yang beringas, yang jahat, yang menindas.

Allah senentiasa menyaksikan apa yang kita lakukan!

ade armando


  1. hudie

    umat Islam beringas karena umat non Islam tak tahu diri, kadang memulai dengan provokasi, seperti kasus monas kemudian SETIA.

    saya kira kalau cara anda menilai umat Islam seperti ini, kekerasan tidak akan berhenti-henti.

    Lihatlah banyak media nasional yang sepertinya ‘BERSATU’ ketika memojokkan kelompok Islam ketika terjadi insiden ‘kecil’ monas, blowup berita hingga berminggu-minggu, tidak dilihat peristiwa provokasi awal dari pihak AKKBB.

    di sisi lain banyak berita kekerasan yang notabene melebihi insiden monas dari sisi korban dsb. dianggap remeh saja, tidak diberitakan sehangat insiden monas.

    Setiap terjadi kasus menyangkut kekerasan umat Islam terhadap non Islam atau yang minoritas, maka penilaian media seperti penilaian anda ini.

    Tidak pernah dirunut, mengapa peristiwa kekerasan itu terjadi, siapa yang memulai dsb.

    sekali lagi kalau cara Media dan anda menilai dengan cara yang tidak adil ini, saya kira umat Islam akan tetap seperti itu.

  2. kaosputih

    bung hadi,
    pola Islam dan non Islam anda saya kira yang membuat membuat kekerasan terus terjadi dan membuat nama Islam semakin kotor karena selalu dijadikan alasan dari setiap tindakan kekerasan.

    masalah STT SETIA dan AKKBB saya kira anda sendiri tidak tahu betul masalah yang terjadi. Saya cenderung melihat anda fanatik buta, karena dari awal sudah memberatkan diri ke pihak tertentu yang ada sebut kelompok Islam.

    pola Islam dan non Islam yang membuat anda pelompok anda paling benar (bukan ajaran nya), pola Islam dan non Islam yang membuat anda menghalal kan yang di haramkan, kekerasan.

    lucu sekali, coba diingat kembali, bagaimana sifat para kaum jahiliyah di masa nabi? tidak kah mirip dengan kelompok Islam yang anda sebut? dan lihat lagi deklarasi MADINA? apa ada pola Islam dan non Islam ini disebutkan?

    dan bukankah Syariat Islam yang sedang di usung2 saat ini dikatakan akan melindungi kaum minoritas non Islam? jika sekarang saja bisa terjadi hal seperti ini, dengan sebuah provokasi lalu muncul bentrokan dan lalu pengusiran. bagaimana jika sudah benar2 dilaksanakan, saya tidak bisa membayangkan.

  3. simbahgila

    Islam memang agama yang damai. Dan saya tetap mengatakan itu hingga sekarang.

    Yang sebaiknya jangan berkata demikian adalah Anda. Karena hal yang telah Anda lakukan telah melukai (entah sedikit atau banyak) sesama umat Islam sendiri (kalo Anda benar-benar Islam).

    Tentunya Anda (habib?) sudah tahu bagaimana hak & kewajiban sesama muslim, bukan? Postingan Anda bukan merupakan solusi bagi umat Islam untuk berbenah diri menjadi umat terbaik. Akan tetapi lebih banyak menanam nilai kebencian bagi sebagian saudara2 muslim yang lain. Tidakkah itu Anda sadari?

    *Mengenai artikel Anda ini saya kurang banyak tahu. Jadi, seandainya saya ada kesempatan maka saya akan datang & bertanya langsung kepada 2 pihak yang lg bertikai. Benarkah karena ada unsur SARA di dalamnya atau tidak?*

  4. Halim Sutrisno

    Kekerasan di Indonesia seyogyanya tidak dikaitkan dengan agama. agama dari Allah Swt. tentunya agung dan suci. Kalau kia melihat kekerasan di Indonesia rasanya lebih masuk akal bila dikaitan dengan masalah sosial ekonomi dan politik seperti tawuran antar sekolah/perguruan tinggi, kekerasan masalah intern partai, kekerasan dalam Pilkada, kekerasan antar suku (contoh di Kalimantan) kekerasan terhadap suku Aceh, kekerasan terhadap kelompok yang berlawanan dengan pemerintah orde baru. Agama karena ditafsirkan oleh manusia yang berbeda tingkat pendidikannya dan banyak faktor misalnya IQ dll. tentunya nilai-nilai tafsir yang dihasilkan akan berbeda pula. Mohon maaf apabila pendapat saya kurang tepat.

  5. joshua

    udahlah,kalau mau tau semua tentang islam, main sana ke http://www.indonesia,faithfreedom.org
    Disana jelas dipaparkan pola pemikiran ajaran islam.
    Jangan bilang kalau penulisnya adalah orang kristen, karena pendirinya adalah mantan muslim yang tau islam itu siapa sebenarnya

  6. Yang bener aje bung Joshua…. muslim belajar sama mantan muslim….aya-aya…wae…..khan bisa nanti semua muslim menjadi mantan muslim alias murtad…..he…he….(bisa masuk neraka donk…..naudzubillahi min dzalik…)

  7. bung agusinus yang blom tentu perkasa….ente takut yah, pan selama ini ente sekolah pake ilmunya orang kafir (matematika, fisika, kimua…)….pake belaga takut murtad….lah ente kok jadi munafik sekarang??? hehehehehe…..mending ga usah belajar…apalin aja alQuran…

  8. he…he…he….kaos putih emosi ya…..matematika, fisika, kimia itu dikuasai ilmuwan orang muslim awalnya dan berapa banyak orang kafir terbantu karenanya dan sekarang orang kafir banyak yang mengembangkan ilmu tersebut (baca donk artikel ttg ilmuwan2 muslim …jangan cuma mau terima dana dari orang kafir saja….jangan emosi lagi ya Mas….he….he…)

  9. habibhasan

    ana fikir kalian berdua tak ada yang nyambung dengan konteks tulisan di atas, hanya berdebat kusir. dan hanya akan menunjukan kekosongan pikran kalian terhadap masalah umat.

    anapikir benar apa yang di tulis di atas jika begitu, banyak mengaku Islam tapi tak pernah mengamalkannya. tak menunjukkan akhlakul karimah, akhlakul Islamiyah.

  10. ianaja

    Islam tuh,agama yang cinta damai..sepakat kawan2?
    saya pribadi belum melihat ada manfaatnya kalo kekerasan menjadi solusi dalam menghadapi masalah..
    coba temen2 sebutkan apa hal yg positif dari kekerasan?
    kepuasan batinkah?
    menjadi kuatkah?
    atau merasa senang?
    coba temen2 pikirkan,kenapa pada zaman orde lama pertikaian antar umat beragama jarang terjadi?
    justru kaum komunis,islam,dan kristen dulu sama2 bersikap dewasa..kalo mau disalahkan,salahkan pemerintah,kenapa gak bisa ngelindungi rakyatnya?katanya kebebasan beragama dijamin..apa cuma slogan kosong..hehe..negara kita kan punya hukum kan?

  11. Jangan katakan Islam agama damai, kalau …
    (baca:…saya sendiri belum benar2 ngerti dengan agama
    saya sendiri…)

  12. rangga ahmad

    buat kristen pengecut di faith freedom,,,,,

    jika blasan bisa anda jawab, maka di posting,,,, (di faith freedom)

    tapi sebaliknya jika anda (para kristen pengecut ini tidak bisa menjawab) postingan di faith freedom segera di delete,,,,,

    situs pengecut seperti itu mana bisa dipercaya,,!!??

  13. setuju mas ade!!!!
    saya setuju banget sama semua tulisan mas ade..Emang bener sih orang islam itu banyak yang panasan, gak sabar, dan kurang trimo…mungkin karena gak pernah diajarina cinta kasih kali yeee???

  14. Saya cuma mau kasih saran buat semua orang yang merasa dirinya muslim untuk tidak menggunakan kekerasan dalam mewujudkan apa yang diingiknkan…
    Cari jalan terbaik untuk penyelesaian itu..tenang, berdoa pada Tuhan, dan iklhas pada jawaban Nya..Tuhan tidak pernah menghendaki kemenangan dengan kekersan. Saya yakin ada jalan yang baik dari setiap masalh..Sabar aja ya…
    Peace and love..
    Saya ingin kita semua bisa berdampingan dengan baik.Saya ingin merasakan kedamaian di negara saya..Saya ingin bisa beribadat dengan tenang seperti layaknya orang-orang muslim beribadat..Saya ingin merasakan natal seperti muslim merayakan lebaran..
    Saya tidak mau menggurui..Saya hanya ingin orang tau pa yang kami rasakan..Saya minta maaf jika kami pernah mengganggu anda..

  15. nyunyut

    Yang bkin situs indonesia faithfreedom cuma orang2 yg benci dgn islam. mereka tidak pernah tau nilai-nilai islam yang sesungguhnya. kebodohannya dalam menilai islam semakin menegaskan bhwa mrk adl org2 bodoh….!!
    Muhammdad SAW adalah ciptaan Allah bang Josh. Bukan Muhammad yg menciptakan Allah. Allah slu ad didalam hati kami orang2 muslim. memang tidak pernah terlihat tp kami slu merasakannya. Allah Maha Besar mas Josh. Tunggu saja sampai Allah memainkan tangannya untuk memberi azab org2 yg mencoba merusak islam.

  16. anakkecil

    dibelakang fotona kq gambar salib ya…,, katanya umat islam…

  17. ahmadi

    Dari seluruh komentar di atas jelas Islam adalah agama Damai!
    Setuju kan???

  18. Jangan terlalu memuji islam dong, belum tentu juga islam itu baik dari agama lain. jangan saling memuji agama sendiri tapi intropeksi diri ja kali ya. Semua agama itu baik tapi manusia nya ja yg kelewatan.

  19. naruto4828

    wati, wati
    kamu orangnya kayak pohon yg ditiup angin aja….tdak punya prinsip.
    bagaimana anda beragama, klo anda tidak yakin bahwa agama yang anda pegang BENAR….Dalam memegang kyakinan itu harus YAKIN wati…
    Persoalan orang yang berbuat durhaka dalam agamanya, itu kmbali kpada sanksi dari agama dan Tuhannya…
    Jadi ttap al-Islam-lah DIN yang hanya diakui Allah(coba skali2 buka Qs 3:85)

  20. Gondal gandul

    Pohon dikenal dari buahnya, meyakini agama yang kita anut BENAR dan DAMAI saja tidak cukup, tapi harus dibuktikan juga dengan perbuatan, dunia memberi kita penilaian bukan dari apa yang kita yakini, tapi dari apa yang kita perbuat.

    Bagaimana dunia akan menilai kita DAMAI, jika kampus diserbu, Mesjid dirobohkan, Gereja dibakar, orang mau ibadah (Missa atao kebaktian)di halang halangi. Itu semua terjadi karena Islam telah di pelintir dan dipolitisir begitu rupa, oleh sekelompok elit yang mencari kedudukan dengan menggunakan Islam sebagai kendaraan politik.

    Agar Islam menjadi agama DAMAI, jangan mempolitir agama (Islam), kembalilah ke prinsip Islam yang paling esensial yaitu Rohmatan lil alamin, berikan kelompok lain, hak hidup, hak ibadah, hak belajar, hak mengajar.itulah Rohmatan Lil Alamin, itulah HAM dan DEMOKRASI. lupakan politisasi Agama, lupakan Negara Khilafah, lupakan Negara Syariah, tetaplah bernegara yang ber-DEMOKRASI, dan ber-HAM, dan ber-PANCASILA
    Hidup: HAM dan DEMOKRASI dan PANCASILA

  21. naruto4828

    HAM=Hak Asasi Monyet
    Demokrasi=Dari Monyet-Oleh Monyet-Untuk Monyet
    Pancasila=Kemonyetan Yang Maha Rakus
    Rohmatan lil alamin=imposible/mustahil tegak di negara monyet
    Preman2 yg mngatasnamkan Islam dgn pola hancur2an=Monyet yng berkedok manusia

  22. BeSmartIndonesiaku

    Kenapa tidak jujur saja? Sudah menjadi RAHASIA UMUM alasan sebenarnya ketidaksukaan terhadap sekolah teologia, orang Kristen, dan gereja; yaitu dianggap berbahaya atas potensi kristenisasi (baca: pemurtadan).

    Tahukah anda beberapa tahun sebelumnya, sekolah alkitab DOULOS di Cipayung diserbu massa Islam radikal, dibakar, dan 2 siswanya dibantai TEWAS??? Tahukah anda bahwa Doulos itu TIDAK TERLETAK di perkampungan, bahkan murid-murid mau teriak macam apapun tidak akan terdengar. (Saya sudah dari tempat itu jadi tahu kondisinya, tidak asal bicara). Tahukah anda, isu-isu dibuat dan disebarluaskan untuk memancing kemarahan saat Doulos dibakar. Mulai dari isu bahwa Doulos memaksa muridnya memakai narkoba, hingga Doulos sengaja dibuat untuk merusak moral pemuda Indonesia. Coba aja anda cari di Google kata Doulos, banyak tuh isu-isu keji yg disebarkan. Tapi isu keji adalah HALAL bagi kelompok Islam radikal demi membela ‘allah’.

    Bisakah anda membayangkan, ANDAI SAJA ARASTAMAR tidak terletak di permukiman, apa yg akan terjadi? Hampir pasti mengalami nasib yg sama dengan Doulos !!!
    Karena itu sudah menjadi rumus di negeri ini yang sudah ada 1030 tempat ibadah umat Kristen yg dibakar hingga 2009.

    Tahukah anda ada sedikitnya 17 orang mahasiswa Arastamar yg TERLUKA SERIUS karena ditusuk bambu runcing, ditusuk parang, dan disiram air keras hingga kulitnya wajah dan punggung rusak dan sempat dirawat 1-2 minggu di RS UKI? Itu terjadi justru saat mereka berada dalam KAWALAN POLISI. Berapakah jumlah polisi yg mengawal? Barisan polisi itu cukup rapat dan andai saja polisi mau bertindak dapat mencegah massa Islam garis keras melakukan tindakan anarkhis itu.

    Tapi itu tidak dilakukan polisi. Polisi TIDAK MENSWEEPING warga yg memiliki senjata tajam. Jumlah aparat yg didatangkan cukup memadai. Tapi apa yg dilakukan oleh polisi terhadap mahasiswa yg hendak dievakuasi? Seorang mahasiwa yg membawa bambu untuk berjaga-jaga, justru dirampas oleh polisi. Coba anda lihat videonya di http://www.liputan6.com berita ttg Arastamar Tanggal 27 Juli 2008 jam 05:08. Di situ ada adegan polisi menyita bambu yg dipegang mahasiswa yg hendak dievakuasi. ARTINYA polisi sanggup memberikan PERLINDUNGAN pada mahasiswa. NYATANYA :
    1). Polisi TIDAK menyita senjata dan air keras di pihak warga Islam garis keras.
    2). Polisi MEMBIARKAN saat massa menusukkan senjata-senjata mereka ke dalam mobil polisi.
    3). Menurut mahasiwa, saat berada di dalam truk polisi MALAH menjauhkan badan mereka saat mahasiswa ditusuki agar tidak mengenai dirinya. Polisi kan mestinya bisa menggunakan tamengnya utk menangkis bambu/parang yg ditusukkan.
    Coba lihat juga bagaimana massa menusuki mahasiswa di situs yg sama tanggal sama jam 12:17

    Bagaimana dgn KEBERADAAN mesjid-mesjid yg terletak di perkampungan? Tidak pernah meminta ijin kpd warga nonMuslim utk pembangunannya. Padahal keputusan menteri yg baru tentang pendirian tempat ibadah menyatakan : “utk mendirikan sebuah tempat ibadah harus ada persetujuan dari warga sekitar dgn minimal sekian (ada ketentuannya).” Keputusan inilah yg dipakai oleh warga sekitar untuk menolak, merusak, menghancurkan, atau menutup sebuah gereja (termasuk sekolah Alkitab). Bahkan lebih ironis lagi, banyak kasus terjadi sejak peraturan itu muncul, warga Islam di sekitar gereja tidak menolak keberadaannya, tapi warga Islam garis keras DARI LUAR LOKASI datang bertruk-truk menolak dan menghancurkannya.

    Cara politis yg saya jumpai di berbagai daerah saya ungkap sedikit di sini. Ini kasus nyata dan banyak terjadi : Pada sebuah daerah terdapat gereja yg berdiri puluhan tahun bahkan sebelum penduduk lain ada. Warga Muslim di sana TIDAK MENOLAK keberadaan gereja dan hidup dgn harmonis. Tetapi menurut aturan baru gereja ini tidak memenuhi syarat untuk sebuah gereja (karena jumlah jemaah yg sedikit). Kelompok Islam garis keras (anda sudah tahu) menempatkan salah seorang utusannya untuk kontrak rumah di dekat gereja tersebut, dan kemudian BER-ULAH menentang gereja dgn berbagai alasan yg bisa dibuat. Ketegangan terjadi, massa dari luar permukiman datang memberikan dukungan, yel yel teriakan, memasang spanduk menyegel gereja, dsb. Contoh nyata terjadi di Malang, Cimahi, dan ada banyak lain tempat juga.

    Cara TERMUDAH yg saya dapati, pihak Islam garis keras MEMENGARUHI warga setempat yg ‘agak keras’ (sepaham) untuk melakukan penolakan terhadap keberadaan gereja. Cara LAIN yaitu menempatkan/menyarankan salah seorang anggota untuk kontrak rumah di wilayah target, sehingga ia MEMILIKI SUARA di wilayah itu seperti warga lain. Cara yg PALING licik, MENDATANGKAN segerombolan masssa bertruk-truk ke lokasi dan bertindak anarkhis WALAUPUN warga sekitar tidak memiliki masalah dgn tempat ibadah itu.

    Kasus yg CUKUP IRONIS, banyak tempat ibadah gereja di Jawa Barat yg didirikan di rumah gubuk di tengah persawahan. Jelas tidak ada loudspeaker atau alat musik, lha jemaatnya orang desa. Mau teriak-teriak pun tidak bakalan terdengar dalam radius sekian kilometer. TAPI, dibakar hingga rata tanah dgn alasan tidak ada ijin. LOGIKANYA begini, mau minta ijin sama siapa kan tidak ada warga sekitar dan tidak mengganggu? Tapi dibakar dgn alasan tidak ada ijin. Tapi kalo ada warga sekitar, jelas-jelas ijin dipersulit, dan ketika ijin tak kunjung muncul gereja itu keburu dibumiratakan.

    Anehnya keputusan menteri tentang pendirian tempat ibadah ini SAMA SEKALI tidak dipakai oleh umat Islam dalam pendirian mesjid atau tempat ibadah lain (mushola). Jadi anda bisa membaca SEBENARNYA aturan ini diciptakan untuk siapa? Untuk mengganjal siapa?

    Padahal, suara loudspeaker dari mesjid itu MINTA AMPUN memekakkan telinga. Saya pernah tinggal di perkampungan berdekatan dgn mesjid. Saya tidak bisa tidur dgn nyaman. Bayangkan, di atas genting ada 4 loudspeaker. Di dalam ada sound system ribuan watt dengan box speaker yg tingginya hampir menyentuh langit-langit. Mesjid ini terletak di gang sempit yg hanya sebuah mobil kecil sejenis Zebra van yg bisa lewat. Sehari aktivitasnya berapa kali anda bisa hitung sendiri. Dan, ada Taman Pengajian AlQuran di sore hari dan untuk pemuda remaja di malam hari, seringkali hingga larut malam jam 23.00. Ratusan anak-anak berlari kesana kemari, teriak-teriak. Saya bekerja LELAH SEHARIAN dan pulang ke rumah ingin istirahat dgn tenang, tapi tidak bisa. Dan saya beritahu anda, tetangga-tetangga saya yg MUSLIM TAAT sekalipun bahkan mengeluh. Saya katakan kepada mereka, “Anda kan Muslim jadi lebih punya hak untuk menegur mereka agar ketentraman warga tidak terusik”. Mereka memberikan jawaban yg SERUPA, “Nanti kami DIKIRA bukan Muslim yg taat yg TIDAK MENGGEMARI ‘suara-suara Surgawi’ “, sementara warga Muslim yg lain menjawab “Mau cari penyakit apa?”.

    Pak Santoso seorang pensiunan polisi berpangkat tinggi dan sudah naik haji. Ia juga pengurus di mesjid itu dan pernah memberitahu agar kebisingan sedikit diredakan, volume loudspeaker dikecilkan, volume sound system di dalam dikecilkan, jam aktivitas jangan hingga larut malam, anak-anak jangan main di jalanan, dsb. Karena kasihan ibu-ibu di kampung yg punya bayi dan anak-anak yg harus bangun pagi esok hari, atau bapak-bapak yg butuh istirahat tenang. Bayangkan, suara TV/Radio di dalam rumah warga aja kalah keras dengan suara dari Mesjid. Apa yg terjadi terhadap teguran pak Santoso ini? Pak Santoso dianggap pengurus mesjid yg kurang baik. Nasihat pak Santoso hanya dituruti kurang dari seminggu, setelah itu SAMA SAJA.

    Ini saya ambil cuplikan artikel dari koran Jawa Pos Rabu 29 April 2009 :

    Judul : ADU KERAS AZAN, SITA SPEAKER MASJID
    JEDDAH – Tak perlu adu keras suara saat mengumandangkan azan. Bisa-bisa, itu justru mengganggu. Dengan pertimbangan itulah, pemerintah Arab Saudi mulai menertibkan pengeras suara masjid. Setidaknya, SERATUS loudspeaker dari 45 masjid di barat Provinsi Baha terpaksa dipreteli aparat.
    Instruksi penertiban pengeras suara masjid mulai di Riyadh, Madinah, hingga wilayah lain di negara kerajaan itu dikeluarkan Menteri Urusan Islam Salah Al-Asheikh. Para pengawas yang turun ke lapangan meminta para imam di Madinah memberitahu jamaahnya bahwa mulai saat ini mereka hanya diperbolehkan menggunakan speaker internal.
    Seperti dilaporkan Saudi Press Agency, hasil survei Kementerian Urusan Islam menyebut, di sejumlah tempat ditemukan masjid yang pengeras suaranya melebihi standar. Rencananya, inspeksi tersebut dilakukan secara berkala untuk menertibkan pengeras suara masjid di Arab Saudi. Hingga kini tidak dilaporkan adanya protes dari jamaan masjid yang speakernya disita oleh pemerintah. (cak/ami)

    Arab Saudi jaman sekarang sudah jauh lebih BERPENDIDIKAN dibandingkan jaman dulu. Kekayaan negara mereka dan pendidikan membuat mereka lebih realistis. Tapi bagaimana dgn INDONESIA? Termasuk yg berpendidikan TERNDAH di dunia, walau berpenduduk ISLAM TERBESAR di dunia tapi TERKORUP ketiga di dunia. Jadi faktor pendidikan dan mental turun-temurun masyarakat (yg ada dalam DNA tubuh manusianya) yg paling banyak berpengaruh, apakah masyarakat itu mau dididik dgn baik atau tidak. Arab Saudi mau dididik.

    Indonesia kan masih dalam masa EUROFIA terhadap Islam, berlebih-lebihan menerapkan ajaran agama yg sama artinya melenceng.

    Ada kejadian NYATA dan LUCU Seorang kawan baik saya sejak kecil diajar untuk membaca AlQuran dgn ikut Taman Pengajian AlQuran. Ia berkali-kali juara Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat daerah. Bagus dan indah nian saat ia melafalkannya. Sekarang ia bekerja untuk perusahaan asing dan suatu saat ditugaskan pergi ke Arab Saudi untuk seminggu. Selama di sana ia menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi. Di sana ia rajin menjalankan sholat dan melafalkan AlQuran. Di hari ketiga, Orang Arab lokal TAKJUB dgn bagaimana cara dia melafalkan AlQuran dgn bahasa Arab yg bahkan LEBIH INDAH dari orang aslinya mungkin. Ia ditanyai dalam bahasa Arab “Kamu hebat melafalkan Quran dalam bahasa Arab”. Kawan saya hanya melongo, karena tidak tahu artinya. Melihat itu si orang Arab mengganti dgn pertanyaan lain dalam bahasa Arab. Kawan saya tambah tidak mengerti. Si orang Arab tambah bingung.

    Akhirnya mereka kembali berkomunikasi dgn bahasa Inggris yg dipahami keduanya. Si orang Arab menanyakan kembali dgn pertanyaan tambahan, “Kamu hebat melafalkan Quran dalam bahasa Arab. Tetapi kenapa tidak mengerti pertanyaan saya dalam bahasa Arab?” Dengan enteng kawan saya menjawab, “Itu yg diajarkan pada kami sejak kecil untuk melafalkan Quran dgn bahasa Arab, karena itu adalah bahasa Surgawi. Kami tidak diajarkan untuk bisa berbahasa Arab. Hanya diberitahu apa makna dari ayat yg saya baca. Tapi saya tidak bisa sama sekali berbahasa Arab.” Si pria Arab itu kebengongan mendengar jawaban teman saya itu, “Masa? Kok aneh ya. Bagi kami di sini bahasa Arab adalah memang bahasa sehari-hari dan membaca AlQuran dalam bahasa Arab ya memang karena AlQuran ditulis dan dilahirkan dari dunia Arab.” Menurut kawan saya ini mereka berdua penuh keheranan akan banyak hal dalam menerapkan ajaran Islam di luar dunia Arab.

    Kawan saya yg udah tugas kerja di luar negeri aja begitu, apalagi dgn ratusan juta penduduk Indonesia yg petani, buruh, tukang becak, pemulung, sopir. Mempertanyakan Islam? Mau dicap Muslim yg tidak taat? Mau dianggap kafir? Mau diusir? Mau dianiaya supaya ‘bertobat’?

    Jika anda membaca tulisan singkat saya anda pasti berpikir saya adalah nonMuslim. Benar. Saya tidak mau berpura-pura menjadi Islam/Kristen. Tapi anda perlu tahu, saya hidup berdampingan harmonis dgn keluarga Islam saya. Kami dalam keluarga beragam agama, Kristen, Islam, Buddha, Konghucu, Hindu, bahkan nonAgama juga ada.

    JIKA agama tidak memberikan damai, menghalalkan pembunuhan demi tujuan agama, membenarkan pemerkosaan demi tujuan agama, memutarbalikkan fakta demi agama, membela ‘allah’ yg sebenarnya MAHA KUASA, maka…. kedamaian macam apa ini? Jangan salahkan Lia Eden dong yg menyatakan bahwa tidak ada agama yg sempurna, dan lebih baik agama itu dirombak saja. Malahan, pelajaran Budi Pekerti yg dulu sering diajarkan di sekolah-sekolah JUSTRU lebih mulia dari agama ya?
    Mungkin anda akan berkilah, “Itu TERGANTUNG dari siapa yg menjalankan ajarannya Pak !” Betul…, saya setuju.
    Jika yg menjalankan agama adalah orang yg berpendidikan dan berpikiran luas serta terbuka, maka agama itu menjadi indah. Tapi kalo yg menjalankan adalah orang yg berpikiran sempit dan tidak realistis seperti para Muslim Garis Keras, ya jadilah agama itu celaan berbagai pihak. Tapi itulah anehnya, namanya juga naif dan sempit, jadi mereka menganggap “Inilah yg DIINGINKAN oleh ‘allah’, inilah Islam yg SEBENARNYA”. Nah, tuh kan susah jadinya.

    Akhirnya saya cuman bisa sedikit menyimpulkan :
    1). Tidak ada agama yg ajarannya 100% sempurna
    2). Semua agama intinya mengajarkan kebaikan
    3). Jika diterapkan oleh orang yg berpendidikan dan bermartabat mulia, agama itu menjadi indah. Tapi jika diterapkan oleh yg berpikiran naif dan sempit, agama itu menjadi celaan.
    4). Tidak bisa dipungkiri Islam terbagi 2 menurut pengikutnya :
    Islam dgn pengikut bermartabat mulia, dan Islam dgn pengikut garis keras yg merasa lebih ‘mulia’ lagi. he.. he… he….

    🙂

  23. Berawal dari ketidak mengertian akan dasar2 agama akan mengakibatkan kepatalan,manusia masakini kurang terdidik ajaran islam,jangankan pada umat lain agama pada sesama agama kerabat,teman tetangga,sampai saudara sendiripun dibenci,di gunjing,di beritakan kejelekkannya.bahkan diri kita sendiripun masih ada kejelekan2 seperti itu.Mari kita telaah diri kita masing2 benar apa salah perkataan saya?.tidaklah mengherankan kalau diantara saudara seiman kita masih ada yang pergi ke dukun hanya untuk meluapkan kemarahan pada seseorang.belum lagi terdengar tawuran antar sekolah,tidakkah kita berfikir kesana?.sedangkan rasul saw,bersada;”barang siapa yang mengganggu orang kafir yang berdamai,maka sama saja,ia telah menggagnggu aku”.jelas sekali rasul kita telah mengajarkan ahlak2 terpuji,di sinilah lemahnya umat kita ini.orang tua tidak mengajarkan pokok2 agama di usia dini,jangan salahkan islam bukan agama damai.

  24. gabriel Assakoni Aljais

    Semua orang pasti beragama, adapun mereka pakai agama apa itu terserah. Masalahnya apakah setelah beragama mereka sampai kepada Tuhan yang dituju, atau sudah puas dengan apa yang menjadi keturunan dari orang tua mereka memeluk agama tertentu, sehingga tidak lagi mencari Tuhan yang menjadi tujuan awal. Kalau berhenti sampai disini, yaa pantaslah mereka tidak menemukan hakekat agama dan Tuhannya. Maka dunia buat mereka azab yang pedih.

  25. Apa mahdafnya ahli sunnah waljamaah




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: