Surat terbuka Kepada Amidhan(ketua MUI)

Sebagai orang yang mengikuti secara intens pemberitaan media tentang penyerangan FPI terhadap massa AKKBB, saya merasa geli bercampur heran bahwa seorang Kyai seperti Anda, dan kyai-kyai lain yang kemudian mengikutinya, selalu mengulang-ulang kata spontanitas dalam aksi penyerangan itu. Meskipun Anda sendiri seringkali menekankan tidak setuju kepada kekerasan yang dilakukan FPI, namun kesan yang muncul kuat sekali bahwa Anda juga menganggap wajar kekerasan itu dilakukan karena spontanitas dan karena provokasi yang dilakukan massa AKKBB. Ada beberapa hal yang mesti Anda renungkan sebagai berikut:

  • Coba Anda perhatikan lagi berita-berita yang ada pada hari H, alias 1 Juni 2008. Misalnya soal alasan Munarman menyerang massa AKKBB:

Munarman: “Janganlah kita dikatakan anarkis, Ahmadiyah itu organisasi kriminal”. “Yang penting Bakorpakem sudah menyatakan Ahmadiyah sesat dan menyesatkan, nggak ada nego lagi.” Untuk itulah berbagai elemen gerakan Islam termasuk FPI sengaja menggelas aksi di Monas untuk membubarkan apel akbar tersebut. (Munarman: FPI Punya Alasan Kuat Bubarkan Massa AKKBB; detik.com, 01/06/2008 14:33 WIB)

  • Logika perijinan yang sekarang justru digunakan untuk mempersalahkan massa AKKBB, sejak menit awal justru malah dilabrak oleh Munarman. Dan tidak ada yang . Coba perhatikan berita berikut:

FPI merasa tidak perlu meminta izin dari kepolisian untuk melakukan aksi pembubaran massa AKKBB. Bagi mereka, aksi pemukulan dan perusakan yang dilakukan hanyalah tindakan ‘merespon’. “Kalau merespons doang kan nggak usah pakai izin,” pungkas Juru Bicara FPI Munarman di Monas, Minggu (1/6/2008).

  • Menurut Munarman, aksi kelompoknya ini merespon keputusan rapat Bakorpakem yang menyatakan aliran Ahmadiyah adalah sesat dan menyesatkan. Untuk itulah, FPI dan elemen Islam lainnya merespon dengan melakukan serangan mendadak terhadap massa AKK-BB yang sedang menggelar perhelatan di Monas. Massa AKK-BB yang kebanyakan terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak pun lari tunggang langgang. (FPI: Aksi Tak Perlu Izin Polisi; detik.com, 01/06/2008 14:45 WIB)
  • Sekarang coba perhatikan berita berikut ini:03/06/2008 10:19 WIB

Disebut Laskar Setan, FPI Polisikan AKKBB
Hestiana Dharmastuti – detikcom

Jakarta – Front Pembela Islam (FPI) akan melaporkan dugaan penodaan agama yang dilakukan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) ke Polda Metro Jaya. “Kita akan melaporkan gerakan AKK-BB yang memfitnah Laskar Islam pukul 10.00 WIB ke Polda Metro Jaya, termasuk 2 korban dari insiden itu yang kita bisa sebut sebagai dalang rusuh,” kata kuasa hukum FPI, Achmad Michdan, kepada detikcom, Selasa (3/6/2008). Menurut dia, FPI akan membawa sejumlah bukti seperti rekaman, dan saksi-saksi. Michdan memaparkan insiden Monas dipicu oleh provokasi dari AKK-BB. Kegiatan AKK-BB pun dinilai tidak memiliki izin.
“Mereka bukan bicara kesatuan dan antikekerasan. Tetapi memfitnah dan mengangkat persoalan Ahmadiyah. Mereka bilang, jangan terpengaruh dengan laskar kafir dan laskar setan,” ujar Michdan.
“Siapa yang tidak marah disebut laskar kafir dan laskar setan. Ketika kita meminta aksi AKK-BB dihentikan, mereka mengeluarkan senjata api dan meletuskannya. Kita jadi marah. Ini yang tidak terekspose media,” lanjut dia.
Untuk itu, Michdan berharap kepolisian mengusut kasus ini secara transparan. Ada 4 anggota FPI, termasuk Munarman yang diduga oleh kepolisian terlibat kerusuhan itu.
“Mereka tidak menyebutkan nama hanya menunjukkan wajah-wajah dalam foto dan rekaman. Tetapi tidak betul mereka anggota FPI. Jika mereka melakukan kekerasan, itu bukan perintah atasan dan sangat mungkin dilakukan oleh oknum,” paparnya. ( aan / asy )

Jika Anda perhatikan apa-apa yang diungkapkan Michdan (dan juga Munarman di berita lain) ini, Anda akan menemukan kelucuan-kelucuan dan kebohongan-kebohongan yang nyata:

  1. Munculnya tuduhan bahwa orasi AKKBB menyebut FPI laskar kafir dan laskar setan baru muncul tanggal 3 Juni, dua hari setelah kejadian. Sejauh yang saya ikuti, orasi tersebut juga tidak terbukti. Bahkan pengakuan serta video lapangan menunjukkan bahwa massa AKKBB belum juga memulai aksi.
  2. Termasuk juga soal logika perijinan dalam aksi AKKBB, muncul setelah ada komentar dari Kapolres Jakarta Pusat. Pihak FPI jelas tidak tahu soal perijinan ini ketika menyerang.
  3. Pernyataan Michdan bahwa pelaku kekerasan bukan anggota FPI, sangat jelas terbantah oleh video yang beredar yang terbukti menunjukkan seragam dan symbol-simbol FPI yang terpampang jelas. Belakangan setelah para pelaku ditangkap, Michdan tidak bicara apapun soal penyangkalannya ini.
  4. Terakhir, coba Anda baca transkrip orasi Ustad Alfian Tanjung dan Munarman berikut ini. Orasi ini dilakukan sesaat setelah penyerbuan, dan terekam video seseorang. Video ini sudah beredar di beberapa wartawan.

Alfian Tanjung:

Saya bangga dengan Anda karena cukup cepat tadi Anda melibas mereka, karena mereka memang adalah orang-orrang yang berpenampilan… ya, mereka berpenampilan (musang?) tapi sesuangguhnya mereka adalah iblis-iblis berbulu domba. FPI adalah bukti sejarah perjuangan umat Islam Indonesia. Nggak ada berbagai hal yang merintangi dan mengkhianati umat Islam. Nggak ada perang kecuali perang di antara yang paling suci di kalangan teman-teman lapangan seperti Front Pembela Islam ini.

Saudara-saudara sekalian. Gerakan kita hari ini bukan gerakan iseng-iseng. Bukan gerakan demonstrasi biasa. Saya sempat ingat, sebelum acara pertemuan kita terakhir, Habib Rizieq sempat memegang tangan saya: ‘Ustad Alfian, hari Minggu siang, kita perang.’

Jadi hari ini saya datang bersama teman-teman dengan amanah dari pimpinan kita, bahwa hari ini kita akan juga mempertegas, dan saya ngomong agar bisa ditindaklanjuti bagaimana laskar Ahmadiyah yang ada di lingkaran Hotel Indonesia.

Sekali lagi saudara-saudara semua. Untuk acara kita hari ini kita akan bersiap-siap, dalam bahasa agama kita disebut “i’dad”, Al’i’dadu fi sabilillah. Aljihadu fi sabilillah adalah keutamaan.”

Munarman:
“Yang penting Bakorpakem sudah memutuskan bahwa dia sesat. Tidak ada negosiasi. Ya sudah menurut saya. Apalagi yang diperlukan.”

“Kalau dia tidak dibubarkan, kita yang akan bubarin.” “Kita, Munarman akan membubarkan terus. Dengan Laskar Islam. Sampai mereka bubar.”

“Kita belum memenangkan pertempuran. Kita baru menang jika Ahmadiyah secara resmi dinyatakan bubar. Jadi, kita akan siap 24 jam menghadapi panggilan jihad.” “Berikutnya, kita akan datangi tempat-tempat mereka. Para pendukung mereka. Markas mereka. Kita akan datangi yang namanya Gunawan Muhamad. Yang namanya Asmara Nababan. Kita hancurkan dia.”

Apakah Anda masih merasa bahwa aksi penyerangan Munarman Cs. Terhadap massa AKKBB adalah aksi spontan?

Bapak Amidhan Yang Terhormat,
Sebagai bagian dari anak bangsa, dan sebagai bagian dari umat Islam, saya betul-betul resah melihat kenyataan bahwa atas nama dakwah Islam, kita menghalalkan fitnah-fitnah yang keji. Bahwa atas nama Islam, kita tidak fair, dan tidak melakukan check and richek terhadap fakta. Bahwa atas nama pemihakan kita terhadap kelompok yang mengatasnamakan Islam, kita memberangus kebenaran yang sesungguhnya. Bahwa atas dasar citra Islam, kita melindungi pelaku pencemaran Islam sendiri.

Bukankah Tuhan juga berfirman?: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.(QS. 49:6)”

Bapak Amidhan Yang Terhormat,
Mungkin tidak akan seberapa parah jika fitnah atau kebohongan itu dilakukan orang seperti saya yang tidak memiliki pengaruh apapun terhadap umat. Tapi jika kebohongan yang implikasinya sangat nyata ini dilakukan oleh seorang ulama seperti Anda, apalagi dalam kapasitas Anda sebagai orang penting di MUI yang sudah sangat jelas omongannya didengarkan oleh umat, menurut saya sangat fatal akibatnya. Apakah Anda menyadari itu semua?

Bapak Amidhan Yang Terhormat,
Saya resah. Dan saya tak tahu harus mengadu ke siapa dengan keresahan ini. Semoga Allah melindungi kita dari segala godaan syetan yang terkutuk.

Dari saya.

Abdulloh


  1. flower

    Apa gunanya mas… sampeyan bikin blog seperti ini, semakin menambah musuh saja.Berbuatlah yang bermanfaat bagi orang lain dengan cara-cara yang santun…, kalau orang lain memaki-maki, kenapa kita harus ikut memaki-maki juga.

  2. habibhasan

    Assalamualaikum ya flower, nama yang indah…
    Ana bikin ini web bukan untuk memaki-maki, tapi ana ingin memberikan berbagi tulisan dan pikiran kepada umum terhadap apa yang kelompok radikal (baik yang pikiran dan tindakan) lakukan selama ini. Sungguh bahwa banyak yang dari kita menjadi korban prilaku mereka yang berlindung atas nama Islam. antum bisa klik tobol “about” diatas untuk liat alasan kenpa ana bikin web ini. Wassalam.

  3. Sdr. Amidhan Ketua MUI harus diperiksa terkait Uang Sertifikasi Halal yang diterimanya dari tahun sejak dia mulai menjabat ketua MUI jangan2 uang itu dipergunakan untuk memberi nafkah anak, istri dan keluarga besarnya dan untuk demontrasi untuk mengalihkan masyarakat tidak mengungkit tentang UANG SERTIFIKASI HALAL YANG SUDAH MENCAPAI TRILIYUNAN DI TILAP SAMA AMIDHAN KETUA MUI DAN REKAN2 MOHON POLISI DAN KPK UNTUK MENYELIDIKI TERIMA KASIH.

  4. Habaib Aseli bin Assyegaff

    @tonny zoelvcar
    Ana setuju dengan antum…
    KPK harus berani tuun tangan untuk memeriksa dan mengaudit keuangan MUI.
    MUI itu sarang koruptor, walaupun yang diambil bukan duit rakyat. Tapi mereka membodohi umat dengan menakuti untuk tidak mau makan ditempat-tempat yang tidak memakai sertifikat halal buatan MUI.

  5. nggak peduli dengan MUI, koq akhirnya jadi
    perhatian dengan MUI.

  6. um

    sebenarnya ketua MUI nasional itu amidhan atau kholil ridwan???
    terima kasih jawabannya!!

  7. rian

    MUI itu tidak merepresentasikan seluruh kelompok Islam di Indonesia, jadi nggak bisa dibilang mewakili umat Islam di Indonesia, mana ada kelompok Syiah or Ahmadiyah disana… yang ada Kelompok-kelompok Islam Anasionalis.

    MUI juga makan pajak yang saya bayarkan… Walaupun saya Islam, saya ga rela pajak yang saya bayar dibuat foya-foya MUI dengan ngeluarin fatwa-fatwa sesat buat kelompok minoritas. Buat pemerintah bertindaklah yang adil… masa cuma MUI yang dikasih kantor baru 9 milyar, kasih juga dong WALUBI, PGI dan agama lain yang diakui.

    Jadi terserah, mau MUI dirombak susunan anggotanya agar juga memasukkan kelompok Islam minoritas. Atau anggarannya dari APBN-nya dicabut, label halal juga dikembalikan ke POM Depkes… Coba kita lihat sampai kapan MUI bisa hidup mandiri!!

    Atau DIBUBARKAN!!!

  8. lodaya lugay

    sampurasun….
    kepada saudara saudaraku yang mengaku beragama islam apapun aliran anda, mau kiri,kanan,atas bawah .saya orangawam ngak ngerti agama,jangan bikin bingung dengan pernyataan atau fatwa yang bagi saya secara pribadi kurang enak dibacanya karena saya rasa tidak menyentuh ke asas rahmattan lil alamin.yang merasa tua dengan keilmuan agamanya harusnya lebih bijak dalam berbicara dan bertindak malu sama kitab yang segunung,jangan bikin bingung.akhirnya kayak kembang merasa paling wangi,kayak buah merasa paling manis.saking bingungnya kebanyakan ilmu hingga lupa perasaan orang,padahal alquran mengajarkan ahlaq berbudi yang halus.kalau ditanya mana qurannya ,nanti tersinggung.makanya bagi yang tua muda mari kita belajar menghargai pendapat dan argumen dengan tanpa emosi.demi kebaikan umat,




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: