Soal Pasal Penodaan Agama

Ramai-ramai tentang SKB Ahmadiyah, Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan, “kalau dia sudah niat maka masuk pasal 156 a pasal penodaan agama”, Detik.com

Sebuah pertanyaan yang menggelitik.
Bagaimana dengan mereka yang melakukan tindakan kekerasan atas nama agama, apakah bisa dijerat engan pasal penodaan agama? Apakah tindakan kekerasan atas nama agama itu – yang sudah berkali-kali terjadi, tidak bisa dijerat menggunakan pasal penodaan agama ini? Atau mungkin, kekerasan itu adalah ajaran agama, sehingga mereka yang melakukan kekerasan atas nama agama itu “luput” dari jeratan pasal penodaan.

Dapat disimpulkan, pasal penodaan agama itu adalah pasal “khusus” untuk mereka yang mengklaim mengaku sebagai “ahli waris” agama. Sehingga mereka yang dianggap tidak punya hak waris, tidak bisa menggugat menggunakan pasal ini. Suatu kehormatan bagi yang mengaku ahli waris itu, sehingga negara harus memberikan penghormatan khusus untuk melindunginya berupa pasal penodaan agama. Dan ini benar-benar telah terjadi di negara yang menjunjung tinggi hukum yang menjamin kebebasan agama dan keyakinan warganegaranya.

Jadi, pasal ini tidak berlaku umum untuk setiap warganegara yang mengaku beragama. Tidak semua orang bisa menggunakan pasal ini untuk melindungi agama dan keyakinan yang dianutnya, atau dengan kata lain
pasal ini telah dibuat “khusus” untuk beberapa orang atau sekelompok orang saja yang mengaku ahli waris agama itu.

Demi penegakkan hukum, yang perlu diuji dulu dalam hal ini adalah, beberapa orang yang mengklaim ahli waris agama itu, pertama-tama harus dapat membuktikan “hak” waris yang dimaksud. Karena selama ini sang pemilik asli atau pencipta agama, yaitu TUHAN YANG MAHA ESA, tidak dan belum pernah mengumumkan kepada siapa hak waris agama itu diberikan.

Suatu anomali bila pengujian ini tidak dapat dibuktikan, sekaligus untuk menjawab pengujian material  judicial review) atas pasal penodaan agama ini agar dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan berlaku umum. Dan yang paling penting, tindakan kekerasan atas nama agama tanpa menggunakan pasal penodaan agamapun adalah tindakan kriminal dan melawan hukum. Apalagi ditambah dijerat dengan pasal penodaan agama?

Herlambang Priambodo
Wilis Indah Blok H Raya No 40
Kediri Jawa Timur




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: