Syariah Islam Menodai Pancasila

Penodaan Pancasila oleh Syariah Islam. Karena Syariah Islam menentang Pancasila. Syariah Islam cuma  melindungi umat Islam, padahal Pancasila dengan ketuhanan yang maha esa-nya juga melindungi yang
bukan Islam.

Kalo penodaan agama bukan issue agama, pembakaran gereja juga bukan issue agama, pembakaran mesjid juga bukan issue agama, pembubaran Ahmadiah juga bukan Issue agama, penjarahan harta benda umat Islam Ahmadiah juga bukan issue agama…. lalu yang kayak apa yang dianggap
issue agama ????

Cara berpikir orang seperti ini yang membuat tidak ada pemecahannya, membuat persoalan jadi makin kusut, membuat tidak ada tindakan yang bisa dilakukan karena issue yang jelas menjadi tidak jelas.

Islam Ahmadiah dinodai kepercayaan umatnya oleh umat Islam MUI, mesjidnya dibakar, harta benda umatnya dijarah, mereka diusir dari rumahnya, bahkan diusir keluar dari tanah airnya. Itulah issue
utamanya, dan issue itu diputer balik menjadi sikorban umat Ahmadiah ini malah dituduh menodai agama Islam MUI yang sudah berhasil menjarah harta benda umat Ahmadiah, yang sudah berhasil menghancurkan dan membakar mesjid2 sitterfitnah sebagai penoda ini.

Inilah sebenarnya issue utamanya yaitu pelanggaran HAM oleh umat sesama agama dengan menggunakan kekerasan karena berbeda tafsir2 tentang agamanya. Satu pihak melakukan tindakan kekerasan dengan
mengabaikan hukum yang berlaku.

Syariah Islam tidak mengenal batas negara, padahal Pancasila dan Nasionalisme justru mempertahankan batas negara. Syariah Islam tidak terbatas kebangsaan dan bahasa, padahal Pancasila dan Nasionalisme
justru dibatasi dari kebangsaannya dan dipersatukan oleh bahasanya.

Yang paling parah, Syariah Islam menganggap bangsa lain yang seagama lebih mulia dan lebih penting dibela katimbang bangsanya sendiri yang berbeda agamanya. Akibatnya para pendukung Syariah Islam membenarkan orang2 seperti Abu Bakar yang memalsukan pasport.

Semuanya ini karena ajaran Islam menetapkan bahwa hanya umat Islam atau muslimin saja yang merupakan manusia yang derajatnya paling tinggi. Sebaliknya mereka yang bukan muslim direndahkan derajatnya
hingga halal dipenggal kepalanya.

Syariah Islam juga menetapkan dunia dan Alam semesta ini adalah milik Allah sehingga hanya mereka yang menyembah Allah saja yang berhak menikmatinya, sedangkan mereka yang menolak menyembah Allah
dianggapnya musuh Islam, dan musuh Islam harus dimusnahkan dari muka bumi ini karena tidak berhak ikut menikmati nikmat Allah ini.

Berbeda dengan HAM yang menyatakan dunia dan alam semesta ini milik kita bersama, oleh karena itu setiap orang berhak dan bertanggung jawab untuk memelihara dan menikmatinya.

Naah… silakan saja para pembaca membandingkan, apakah kita mau kembali balik kemasa jahiliah kebiadaban peradaban zaman kehidupan nabi Muhammad atau ingin membangun kehidupan masa depan yang penuh peradaban nilai2 kemanusiaan yang tidak mem-beda2kan agamanya.

Dalam peradaban negara Modern sekarang ini, negara berkewajiban dan bertanggung jawab atas kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Artinya kalo di Amerika ada rakyat yang jadi korban kekerasan seperti umat Ahmadiah, maka negara yang menanggung beban korban2 yang tidak lagi mampu mencari nafkahnya akibat penjarahan. Perbuatan ini tentu merugikan negara, sehingga pelaku2nya pasti ditangkap dan dihukum. Namun memang Indonesia bukanlah Amerika, karena pemerintah RI ini tidak merasa berkewajiban apalagi bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya, malah merasa apabila negara tidak mampu mencari dana, dibolehkan menjarah rakyatnya seperti yang dilakukan Caliph2 dizaman dulu.

Ingat ya, dalam kaliph Islam tidak dikenal korupsi, karena kerajaan itu milik kaliph turun temurun bukan dipilih dan jabatannya seumur hidup. Sehingga kalo mengutip uang dari kerajaan milik sendiri tentunya tidak dinamakan korupsi.

Demikianlah kalo negara Syariah berhasil berdiri, maka negara ini penuh korupsi yang tidak dinamakan korupsi karena adanya kekuasaan kaliph yang mewakili Allah ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: