Tragedi Monas 1 Juni 2008 Karena FPI Dibiarkan Semaunya

Jakarta, gusdur.net
(http://gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2827&Itemid=1)
Presiden Republik Indonesia (RI) ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menengarai akar terjadinya Tragedi Monas Ahad, 1 Juni 2008, yang mengakibatkan 74 aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) luka-luka, karena Front Pembela Islam (FPI) dibiarkan semaunya sendiri.

Kongkow
“Lama-lama tambah berani. Padahal sudah 5 tahun saya usulkan supaya FPI dibubarkan. Kalau nggak akan mukul kita semua. Betul to sekarang?”

Demikian dinyatakan Ketua Dewan Syura DPP PKB itu saat menjadi nara sumber pada Kongkow Bareng Gus Dur di Green Radio Jl. Utan Kayu Jakarta Timur, Sabtu (7/06/2008). Hadir juga salah satu korban luka yang sekaligus host Kongkow Bareng Gus Dur M. Guntur Romli dan aktivis AKKBB Nong Darol Mahmada.

Dikatakan Gus Dur, dirinya mendengar pendapat, Tragedi Monas itu dibuat pemerintah untuk mengalihkan isu kenaikan harga BBM. “Saya nggak tahu ini bener apa nggak, karena bukan kerjaan saya mencari-cari tahu,” tegas Gus Dur. Sebagai awam, aku Gus Dur, dirinya hanya melihat secara awam bahwa telah terjadi kekerasan.

Tentang tuduhan FPI perihal adanya aktivis AKKBB yang membawa pistol, Gus Dur meyakinkan itu bukan aktivis AKKBB melainkan polisi. “Akuilah dengan jujur! Yang bawa itu polri sendiri. Lebih jauh lagi, Kapolri juga ikut terlibat. Mau apa Kapolri, wong nyatanya begitu?” kata Gus Dur tegas.

Terkait tuduhan aksi AKKBB untuk mengalihkan isu BBM, Nong Darol Mahmada menyatakan itu salah sasaran. Menurutnya, yang paling mungkin dicurigai mengalihkan isu justru FPI. “Kalau tidak ada penyerangan pada kami, itu nggak akan menjadi pemberitaan di mana-mana,” jelasnya.

Dikatakan Nong, pihaknya telah melakukan berbagai aksi di mana-mana dan selama itu pula tidak ada masalah apapun. Tuduhan pengalihan isu juga tidak pernah muncul. “Siapa yang mengalihkan isu?” tanyanya.

Karenanya, Nong berharap, tuduhan itu jangan ditujukan ke pihaknya. Pihaknya hanyalah korban yang diserang hingga babak belur. “Polisi harus menindak pelakunya tanpa dipengaruhi isu konspiratif seperti ini,” harapnya.

Nong juga membantah aksi untuk memperingati hari kelahiran Pancasila 1 Juni itu didanai pihak asing. Menurutnya, tuduhan itu sama sekali tidak berdasar. Apalagi hanya karena alasan adanya korban yang ditengok duta besar asing.

“Saya menyatakan itu fitnah besar dan kebohongan. AKKBB transparan. Siapapun bisa datang ke kami. Kami mengumpulkan dana secara saweran dari pribadi dan lembaga,” akunya.

Jika didanai asing, kata Nong, sekarang pihaknya tidak akan kesulitan membiayai pengobatan para korban. Bahkan pihaknya hingga kini masih terus mengumpulkan dana untuk itu. Karenanya, Nong menyesalkan munculnya tuduhan naif itu. “Ini pemutarbalikan fakta yang merugikan AKKBB,” terangnya.

Guntur Romli lebih banyak menjelaskan penyerangan yang menimpa dirinya. Awalnya, ia sudah menduga adanya penyerangan FPI, karena ia melihat begitu banyak truk mengangkut FPI di sana. Benar saja, dugaannya terbukti.

Diceritakannya, Guntur melihat ibu-ibu dan anak-anak yang dipukuli anggota FPI. “Kalau saya diam atau lari, saya akan selamat. Tapi saya tidak tahan melihat ibu-ibu dan anak-anak dipukuli, bapaknya digetokin pakai bambu,” katanya.

Bagi Guntur, menghadapi situasi kekerasan itu tidak ada pilihan kecuali dirinya harus melakukan sesuatu. Ia tidak bisa membenarkan dengan diam atau lari. Iapun harus maju apapun resikonya. “Dianggap kekonyolan pun, saya nggak peduli. Saya melihat kekerasan di depan saya dan saya harus bertindak, meskipun itu membahayakan saya,” urainya.

Guntur pun lantas melindungi seorang ibu dan anaknya yang tengah dipukuli FPI. Melihat itu, anggota FPI yang kesetanan justru memukuli Guntur yang saat itu mengenakan kaos Kogkow Bareng Gus Dur, dengan tangan maupun bambu. Akibatnya, hidung Guntur patah, luka di dahi, di atas alis, dan di belakang telinga. Sekurangnya Guntur mendapat 15 jahitan. “Saya nggak melawan. Kalau melawan pasti akan lebih parah,” terangnya.

Guntur sendiri mengatakan, kekerasan yang menimpanya tidak akan pernah membuatnya patah semangat atau jera. Iapun tidak bisa berlama-lama istirahat, sesuai anjuran dokter. “Kalau istirahat malah sakit. Harus bergerak untuk membantu kawan-kawan, termasuk datang ke acara ini. Itu yang membuat saya tambah sembuh,” katanya.

Teokratisasi
Usai acara Kongkow Bareng Gus Dur, masih di tempat yang sama digelar jumpa pers menyikapi kekerasan FPI pada aktivis AKKBB di Monas, Ahad, 1 Juni 2008. Hadir Gus Dur, Nono Anwar Makarim, Ahmad Suaedy, Djohan Effendi, Rumadi, dan aktivis HAM dari berbagai organisasi.
kongkow

Menurut Nono, baginya tidak penting apakah akar masalahnya Ahmadiyah, Riziq Syihab, Munarman, atau FPI. Baginya, sesungguhnya ini hanyalah upaya pengalihan perhatian dari isu sebenarnya, yaitu pengubahan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dan UUD menjadi teokratisasi Republik Indonesia. “Ada upaya menciptakan pemerintahan yang dikontrol oleh pemimpin agama,” tegasnya. “Ini yang penting diwaspadai,” imbuhnya.

Djohan Effendi menyatakan, yang diperjuangkan kelompok pendukung kekebasan bukan Ahmadiyah, melainkan kebebasan Jemaat Ahmadiyah sebagai warga negara untuk menganut keyakinannya. “Selagi mereka tidak mengganggu orang lain, mereka punya hak hidup,” jelas Djohan.

Siapapun, kata Djohan, boleh saja menentang paham Ahmadiyah sekeras-kerasnya. Namun juga penting diingat, hak hidup mereka juga harus dibela.

Sedang Ketua Banser NU, H. Tatang menyatakan, apa yang dilakukan Banser di daerah-daerah, hanyalah respon atas aksi FPI yang jumlahnya kecil itu. Dia sendiri menilai, Gus Dur dan Habib Riziq sesungguhnya tengah “bercanda.” “Cuma candanya kok kelewatan. Akhirnya muncul ejekan. Lha kalau kiai NU, Gus Dur, diejek, pasti muncul reaksi dari bawah,” tegasnya.

Direktur the WAHID Institute Ahmad Suaedy yang membacakan pernyataan pers menyatakan, kini pemerintah berada di bawah tekanan Panglima Komando Laskar Islam (KLI) Munarman. Buktinya, pemerintah akan segera menerbitkan SKB Ahmadiyah sebagaimana tuntutan Munarman yang terekam melalui video yang beredar luas.

“Ini jawaban pemerintah atas tantangan Munarman. Ini sungguh memprihatinkan dan kami mengecam pemerintah,” tegasnya.

Peneliti the WAHID Institute Rumadi menyampaikan tiga hal. Pertama, fenomena Masjid Istiqlal lama-kelamaan bisa menjadi Masjid Merah di Pakistan. Menurut informasi yang diterimanya, penyerangan FPI digalang di Masjid Istiqlal. Sehingga dikuatirkan Masjid Istiqlal akan menjadi sarang kaum fundamentalis. “Kalau ini dibiarkan, Masjid Istiqlal akan menjadi Masjid Merah,” tegasnya.

Kedua , selama ini MUI selalu mengelak fatwanya sebagai pemicu kekerasan. Namun kali ini MUI tidak bisa mengelaknya. Apalagi MUI jelas-jelas menyatakan, Tragedi Monas terjadi karena kelambanan pemerintah menerbitkan SKB Ahmadiyah.

Ketiga , pemerintah harus fokus menangani kasus ini. Tidak boleh ada tawar-menawar pembubaran Ahmadiyah dengan penangkapan Munarman. “Ini konyol jika dituruti pemernitah,” tegasnya.

Gus Dur yang berbicara terakhir menyatakan, MUI hanyalah salah satu dari sekian banyak ormas yang ada di negeri ini. “Tidak ada kelebihannya,” katanya.[nhm].


  1. be87

    wadu..bener2….udah kacau nih negara indonesiaku….

    sedih bgt dengernya…..

  2. lo buat website ini pasti lo ngiri jan ama MUI hasil karya orde baru.sebab jaman orba lo tidak bisa berkarya yang bersifat radikal alias gerakannya kayak PKI tahun 65.udahlah,lo pikirin aja gimana mau ngasi keluarga lo makan,daripada lo buat karya yang tidak ada hasil!!!!!!!!!!!!!!111

  3. akhi, ana kira ente salah kalo ente kira ana PKI, ana pkir emang seharusnya MUI bubar, MUI hanya mengkhianati rakyat dengan memakan uang rakyat tapi ngga ketauan kemana uangnya, dan merasa paling benar dari yang lain, bahkan dari ulama2 yang lebih baik daripada mereka….MUI membuat Fatwa yang hanya menguntungkan mereka dan kelompoknya dan membuat komisi ahlal agar untuk mendapatkan uang tambahan dengan memerak anak bansa lainnya….ini hanyalah web yang mengangkat informasi yang tak terungkap tentang MUI dan kelompoknya….




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: