“BUBARKAN FPI”

[koranTempo]Headline, Senin, 02 Juni 2008

Aksi FPI menyerang peserta demo tentang kebebasan beragama menuai kecaman keras.

JAKARTA — Mantan Presiden Abdurrahman Wahid mengecam aksi penyerbuan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, kemarin. Dia menuntut aparat penegak hukum membubarkan FPI karena dinilai mengancam kebebasan beragama di Indonesia.

“FPI telah menodai Pancasila sebagai dasar negara yang menjunjung pluralisme bangsa,” kata Ketua Dewan Syuro Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini.

Kemarin siang, Aliansi Kebangsaan menggelar apel memperingati hari kelahiran Pancasila. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Monas bagian selatan ini diikuti 70 lembaga, antara lain Komunitas Santri, Nahdlatul Ulama, Ahmadiyah, Komunitas Gereja, Penghayat Kepercayaan, Syiah, dan Pesantren Cirebon.

Ketika panitia mengumpulkan peserta, tiba-tiba datang puluhan orang mengenakan atribut FPI. Mereka menyerbu sambil berteriak, “Itu Ahmadiyah, agama sesat, pembohong!”

Koordinator Aliansi Kebangsaan, Anik H.T., memberi kesaksian, “Mereka menyabet kami dengan kayu bendera dan pentungan. Mereka menyemprotkan pasir yang diberi bumbu dapur. Perih di mata.”

Kelompok penyerang beraksi brutal. Sasaran mereka bukan hanya laki-laki, tetapi juga ibu-ibu dan anak-anak. “Kami tidak membalas. Kami pilih mundur,” ujar Budi Kurniawan, anggota panitia.

Akibatnya, 12 orang luka parah dan beberapa luka ringan, di antaranya Direktur Program Jurnal Perempuan Mohammad Guntur Romli. Guntur harus menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. “Tulang hidung patah dan pelipis retak,” kata Budi lagi. Mata kanan Guntur juga tak dapat melihat akibat pukulan.

Korban lainnya adalah Direktur International Conference Islamic and Pluralism Safie Anwar dan Direktur Wahid Institut Ahmad Suaedi. Bogem mentah dan sabetan kayu beberapa kali mendarat di kepala mereka. Kiai Maman Imanulhaq, pengasuh Pesantren Az-Zaman Cirebon, terluka pada dagu dan dirawat di RS Mitra Keluarga, Jatinegara, Jakarta Timur.

Wandy Nicodemus Tuturoong dari Rumah Indonesia menyaksikan bahwa kelompok penyerang menggunakan bambu runcing. “Bayangkan saja akibat sabetan bambu itu,” kata Wandy. “Itu perbuatan biadab FPI. Saya menuntut aparat bertindak tegas, jangan terus melindungi preman berjubah.”

Muhammad Machsuni, Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) mengatakan, aksi penyerangan di Monas itu bukan dilakukan FPI. “Kami yang bertanggung jawab atas penyerangan itu,” kata Machsuni. “Ini bentuk penegasan sikap kepada Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang mendukung Ahmadiyah.”

LPI adalah kelompok paramiliter FPI. Meski berada di bawah bendera FPI, garis komando FPI dan LPI berbeda. “Jadi, harus diluruskan, yang melakukan itu bukan FPI, tapi LPI.”

Ahmadiyah, menurut Machsuni, telah mencoreng nama umat Islam. Pilihannya hanya ada dua, “tobat atau perang”. Karena itu, dia membenarkan kekerasan fisik yang terjadi di Monas. “Masak, perang hanya dicolek saja,” kata Machsuni.

Goenawan Mohamad, budayawan, menyatakan bahwa tindakan FPI yang menentang Ahmadiyah sama halnya dengan menentang kebebasan beragama yang sudah dijamin konstitusi. “Memang FPI itu ingin mendirikan negara Islam?” katanya.

Lembaga kepresidenan juga bereaksi keras atas peristiwa ini. Andi Mallarangeng, juru bicara kepresidenan, menegaskan bahwa negara harus melindungi warga negara yang hak konstitusionalnya dilanggar. “Mekanismenya diserahkan kepada aparat penegak hukum,” katanya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menurut Andi, sudah menerima laporan tentang kejadian itu. Suseno | Ismi | Cornila | Eko ari | Sutarto | Cheta | Aqida




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: