Pembelaan MUI pada FPI dan Islam Garis keras di detik.com

02/06/2008 10:01 WIB
MUI Minta Majalah Tempo Cabut Tuduhan Soal Ahmadiyah
Ken Yunita – detikcom

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak terima atas pemberitaan Majalah Tempo yang dinilainya menuding MUI telah memberi lampu hijau kepada gerombolan penyerang Ahmadiyah untuk bertindak anarkis. MUI mendesak Dewan Pers turun tangan.

“Melalui Dewan Pers, MUI minta agar Majalah Tempo mencabut tuduhannya dan minta maaf kepada MUI,” demikian rilis MUI yang dikirimkan oleh Ketua Komisi Infokom MUI Said Budairy pada detikcom, Senin (2/6/2008).

MUI menilai, sikap dan perilaku penanggung jawab Majalah Tempo telah sewenang-wenang memberi vonis tersebut. Padahal, terkait kasus Ahmadiyah, MUI telah berulang kali mengeluarkan seruan agar umat Islam tidak melakukan tindak kekerasan kepada orang maupun aset Ahmadiyah.

“Kita juga memberikan seruan persuasif, menyarankan agar pengikut aliran Ahmadiyah kembali ke jalan yang benar,” ujarnya.

Said mengatakan, MUI berpendapat tindakan Majalah Tempo itu telah melanggar UU No 40/1999 tentang Pers, Bab II Pasal 5 ayat (1). “Di situ tertulis, pers nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah,” katanya.

MUI menyebutkan, dalam terbitan Tempo edisi 5 – 11 Mei 2008, majalah tersebut menulis antara lain, “Kecemasan di mana-mana. Ketakutan merajalela. Majelis Ulama Indonesia harus bertanggung jawab atas semua ini”.

Pada bagian lain tertulis “Majelis Ulama sudah selayaknya meminta maaf kepada warga Ahmadiyah. Menjatuhkan fatwa sesat kepada aliran itu berarti memberikan lampu hijau kepada gerombolan penyerang Ahmadiyah untuk bertindak anarkistis”. ( ken / nrl )

Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/02/time/100128/idnews/948737/idkanal/10

02/06/2008 09:18 WIB
Monas Rusuh
MUI Sudah Ingatkan FPI

Irwan Nugroho – detikcom

Jakarta – MUI menilai aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) melakukan provokasi terhadap FPI. Namun, MUI juga menyesalkan FPI yang terpancing dan menyerang sesama umat Islam.

“Kita sudah mewanti-wanti agar semua pihak tidak boleh ada kekerasan. Tapi ya bagaimana lagi. Mungkin dia (FPI) mempunyai alasan dan pemahaman sendiri,” ujar Ketua MUI Amidhan kepada detikcom, Senin (2/6/2008).

Amidhan mengatakan, polisi harus segera mengusut kasus penyerangan yang terjadi di Monas, Jakarta, pada Minggu, 1 Juni 2008 kemarin itu. Mereka yang melakukan tindak kekerasan harus diproses secara hukum.

“Dalam pengusutan itu harus bersifat komprehensif dan berimbang. Mereka yang dianggap melakukan provokasi juga perlu diusut,” pungkas Amidhan. ( irw / asy )

Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/02/time/091859/idnews/948714/idkanal/10

02/06/2008 08:58 WIB
MUI: Penyerangan FPI Akibat Provokasi AKK-BB
Irwan Nugroho – detikcom

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan aksi yang dilakukan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) untuk mendukung aliran Ahmadiyah. Pasalnya, itulah yang menyulut emosi massa Front Pembela Islam (FPI) dan menyerang aktivis AKK-BB di Monas, Minggu, 1 Juni 2008, kemarin.

“Jangan melakukan provokasi dengan mengangkat-angkat kembali Ahmadiyah,” ujar ketua MUI Amidhan kepada detikcom, Senin (2/6/2008).

Menurut Amidhan, persoalan Ahmadiyah sudah menjadi domain pemerintah dalam hal ini Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung. Masyarakat tinggal menunggu Surat Keputusan Bersama (SKB) antara 3 pejabat negara itu mengenai nasib Ahmadiyah.

Jika nantinya ada yang tidak setuju dengan SKB itu, kata Amidhan, tinggal menggugat pemerintah ke pengadilan. Aksi-aksi seperti yang dilakukan AKK-BB seharusnya tidak perlu digelar.

Apalagi, tandas Amidhan, dalam aksinya kemarin AKK-BB mencantumkan sekian banyak tokoh besar yang diklaim mendukung gerakan mereka. Padahal semua itu tidak ada buktinya.

“Dan yang perlu dipertanyakan lagi, kenapa menyangkut Ahmadiyah namun ada tokoh-tokoh agama lain dalam aksi itu. Ahmadiyah itu kan urusan internal Islam, kok tokoh-tokoh agama lain juga ikut-ikutan,” tanya Amidhan. ( irw / nrl )

Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/02/time/085823/idnews/948689/idkanal/10


  1. nardji

    prilaku primitif beberapa kelompok radikal Islam di Indonesia koq mirip2 prilaku dinasti Bani Umayyah ya?! kira2 siapa ya yazid bin muawiyah & simir’nya??? saya harap, prilaku jahil beberapa kelompok Islam radikal tersebut tidak melegitimasi prilakunya dengan agama Islam.

  2. bravo9682

    kalau begini terus
    para penganut agama islam harap harap cemas jika suatu saat akan terjadi perpecahan di dalam agama islam

  3. adnan

    Buat temen yang gak mau nulisin namanya dalam postingannya….
    MUI atau pun apapun seharusnya bingung, fatwa sesatnya kok diterima tapi fatwa jangan buat kekerasan kok gak diterima…..jangan setengah2lah, kalau memang ada orang tersesat ya diarahkan dengan kompas, jangan dengan pentungan(baru punya pentungan aja udah gimana gitu, apalagi punya pestol hehehehe)
    Kalau ada fatwa sesat dan ada fatwa jangan bikin onar ya patuhilah, lagian kan fatwa MUI bukan hukum di negri ini, banyak kok orang jawa atau sumatera yang tersesat dalam agamanya tanpa harus menyandarkan diri pada organisasi namanya Akhmadiyah, mungkin anda termasuk tersesat lho, habis menuhankan Muhammad dan mungkin mengistimewakan Habib anda dalam agama dimana seorang muslim sesungguhnya lepas dari sinkretisme semacam itu…..
    Fikirkanlah, monotheistic Moslem atau Moslem campuran kepercayaan ke hadits2 buatan Bukhary, Mulim atau hambali anada sebenarnya ?
    Sayang sekali, energy anda sebaiknya digunakan untuk memutar turbin listrik agar ada anak2 yang bisa belajar AlQuran malam hari….
    salam
    LW

  4. Kekerasan atas nama agama lagi marak, neh…
    Makanya disarankan jangan gampang percaya kalo ada yang bilang Islam adalah agama….
    Bisa saja terjadi bahwa ternyata ISLAM BUKAN AGAMA……..
    BENAR DAN SALAH GAK PENTING…., deh…! Penasaran gak percaya, coba aja dateng ke :
    http://islamreguler.wordpress.com

  5. Benarkah kita harus harus marah jika ada orang menyebut diri kita ” KAFIR “,
    Dan Benarkah kita memang boleh bangga jika ada yang mengatakan bahwa kita adalah ” ISLAM “.
    Bukankah Islam atau Kafir hanya Allah SWT yang tahu dan berhak menjulukinya.
    Benarkah kita telah yakin bahwa Allah selalu melindungi dan menyayangi kita yang ISLAM ini.
    Jika benar, lalu kenapa kita harus takut, malu, dan mengamuk jika ada orang lain menghina diri kita dengan tuduhan bahwa diri kita adalah kafir.
    Tidakkah lebih baik biarlah diri kita hina di mata orang tatapi mulia di mata Allah SWT.
    Mengaku jangan jangan diri ini memang masih kafir di hadapan Allah SWT, lalu berserah diri dengan penuh pengharapan agar Allah mau mengampuni kekafiran kita serta tak pernah lupa kita memohon kiranya Allah selalu menuntun kita ke dalam IslamNya adalah lebih baik daripada , dengan bangga kita mengaku telah Islam di hadapan Allah SWT tetapi kita selalu takut kehilangan keakuan ke-islaman diri kita di mata orang banyak….

  6. Itulah sebabnya soaudaraku, mereka meuduh kafir agar supaya orang melihat dirinya Islam. dan semakin mereka mengkafirkan dan memerangi orang yg dikafirkan olehnya, sekaligus melakukan segala cara untuk menyusahkan orang yg mereka tuduh kafir, makin merasa Islam lah mereka, seakan2 surga didepan mata. sungguh kasihan …..

    • KAFFIR ITU NAJIS !!!

      Beginilah jika orang bodoh tak berilmu terperdaya oleh arus media sepihak,
      Informasi yang berbau “opini” (bukan fakta) mudah sekali dimakan mentah2 oleh mereka.
      padahal sudah rahasia umum bahwa media tempo adalah corong ketiak jaringan iblis liberal (JIL) yang sekarang berkedok dibalik nama “Freedom Institute” karena sudah tak laku lagi pake nama islam liberal…
      jelas sekali media tempo dan agen2 salibis yang lain suka bertindak kampungan dan tidak profesional dengan memberitakan yang tidak2…..
      Kami menghimbau bagi kaum2 berakal dan intelek agar memfilter opini yang berkembang pada saat ini, strategi basi dengan mengkaitkan aktivis islam dengan terorisme harus menjadi pelajaran bagi kita semua.
      agar kedepannya umat semakin cerdas dalam menanggapi permasalahan yang timbul.
      Bahkan sesungguhnya peristiwa peledakan kawasan kuningan mengherankan kita semua “mengapa para tersangka” ditembak mati semua,kenapa tidak ditangkap hidup2 ???
      apakah karena dengan begitu polisi dapat secara bebas mengarang2 atau malu tidak bisa menangkap dalang sesungguhnya di balik peristiwa itu.
      karena sudah jadi rahasia umum, sebelum peledekan ada isu “kecurangan pilpres”, sidang kasus lapindo dan pembukaan kamar dagang israel di indonsia, yang pada akhirnya semua itu tertutup oleh “berita bohong” tentang bom…
      cerdaslah wahai kawan, jangan mau dibohongi oleh media kafir dan antek2 liberal…

  7. LOGIC

    Putri Pinilih dan KAFFIR ITU NAJIS,
    saya tidak omdo, gempa di indonesia memang konsekuensi alamiah letak indonesia dalam konteksnya dengan lempeng bumi.
    Pelaku tersangka teror ditembak mati marah ? Mereka tidak mau menyerahkan diri baik2 saat diumumkan di TV, media, radio bahwa mereka disangka melakukan teror, saat digerebeg mereka melawan, akibatnya Allah menakdirkan mereka meninggal. Yang hanya ikut2an ditakdirkan meninggal muda(sebelum 40 tahun), gembong bossnya, psikopat yang suka melakukan sex aneh ditakdirkan meninggal setelah lewat 40 tahun….
    Semoga yang dibawah 40(belum dewasa mendapatkan SURGA rendah, tapi yang di atas 40 tahun hanya Allahlah yang maha pengampun….
    Semua tak bisa mengelak dari mati, karena itu sebelum terlambat ikutilah AlQuran saja, jangan ikuti penulis hadits, rahib2 islam dan Usama bin Laden, musrik nanti jadinya….
    salam
    LOGIC




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: