MUI diprotes soal Ahmadiyah

Pertentangan antara pendukung pembubaran Jamaah Ahmadiyah dan kalangan yang menolaknya, terus bergulir.

Sebelas orang kyai dari pulau Jawa mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia, MUI hari Kamis. Mereka meminta agar organisasi itu meninjau ulang fatwa penyesatan terhadap Ahmadiyah.

Mereka juga meminta majelis yang menghimpun ulama dan ormas Islam ini melakukan reformasi.

Suasana sempat tegang saat pra kyai mendatangi Kantor MUI karena seorang pengurus organisasi itu mempertanyakan maksud kedatangan mereka.

Pertemuan ini sendiri akhirnya batal, namun para kiai itu di hadapan wartawan, mengkritik MUI, terkait fatwa pelarangan terhadap Jamaah Ahmadiyah.

Pemimpin Pondok Pesantren Al Mizan, Majalengka, Jawa Barat, Kiai Haji Maman Hafidz mengatakan, dia dan kesepuluh kyai lain juga meminta agar MUI lebih mengedepankan upaya dialog dengan orang-orang Ahmadiyah.

Mereka juga menuntut fatwa melarang Ahmadiyah, yang dikeluarkan tahun 1980, dicabut.

Namun, Sekretaris Komisi Pengkajian MUI, Amirsyah Tambunan, mengatakan organisasi itu mendapat mandat dari pemerintah untuk mengeluarkan fatwa.

Sebelum bertemu MUI, para ulama ini menemui pimpinan DPR dengan tuntutan serupa.

Sikap ini lahir menyusul rekomendasi Badan koordinasi pengawasan aliran kepercayaan masyarakat, bakor pakem, mengeluarkan rekomendasi agar pemerintah melarang aliran Ahmadiyah.

Pemerintah sejauh ini belum juga bersikap, apakah akan melarang Ahmadiyah.


  1. wah, pasti ini blognya Ahmadiyah ya ? non Muslim anda ya ? Ahmadiyah bukan Islam, silahkan dilanjutkan perjuangan anda dan kita saling mempertanggungjawabkan semua yang kita lakukan di hadapan Alloh nanti di akhirat, terima kasih

  2. Spoorlondo

    Wah bung Yoyo kok emosian begitu. Seperti jaman orba saja, main tunjuk hidung. Belajar berdemokrasi bung, janga selalu berdiam diri dalam tempurung. Kalau tidak mau berdemokrasi di alam moderen seperti sekarang ini, silahkan kembali ke goa dimana kegelapan akan dengan setia menemani bung.

  3. reni

    Kenabian Mirza Ghulam Ahmad yang dimaksud oleh kaum Ahmadiyah adalah kenabian yang telah diisyaratkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai Isa akhir jaman dan Imam Mahdi (laa mahdiyya illa Isa), jadi bukan kenabian yang berdiri sendiri, atau dalam istilahnya Gus Dur; rasulli fii rasulillah atau rasulnya rasul.
    Gak perlulah kita menganggap mereka sesat, ingat pesan Allah SWT didalam Al-Qur’an berikut: ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. – Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih had. (QS. al Baqarah: 277).

    Paham kenabian pasca Muhammad saw, yang dianut oleh Ahmadiyah, boleh saja diperdebatkan atau tidak disetujui. Tetapi perdebatan itu terlalu jauh dari yang utama, karena yang paling mendasar dalam keberimanan adalah pengakuan tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah. Ahmadiyah bukan saja tidak lari dari prinsip tersebut, tetapi banyak beramal untuk membina ketauhidan itu.

    Amal shaleh Ahmadiyah telah terbukti banyak memperluas pengaruh Islam di daratan Eropa. Sehingga suara adzan telah menembus masyarakat yang terkenal sekuler dan modern. Tidak terhitung berapa banyak orang-orang yang berkehidupan sekuler dan modern di barat yang terpanggil masuk Islam. Masjid-masjid didirikan di sejumlah kota, dan buku-buku tuntunan Islam pun disebar dalam berbagai bahasa. Dan mereka yang masuk Islam berkat dakwah Ahmadiyah bukanlah Muslim yang bersaksi Mirza sebagai rasulullah menggantikan Muhammad, melainkan mereka yang bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah. Bukankah itu suatu amal shaleh yang memang melekat dengan keberimanannya?

    Marilah kita jujur dalam menilai Ahmadiyah. Terhadap sesuatu yang berbeda atau menganggap “sesat” sekalipun sejauh disertai dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, silahkan. Namun tidak tepat, kalau ketidaksukaan atau ketidaksesuai paham, kemudian menutup kebaikan yang telah dilakukan oleh Ahmadiyah. Tuhan mengingatkan: Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. ( Al Maidah: 8).

    Klaim kenabian atas Mirza Ghulam Ahmad boleh diperdebatkan. tetapi bisakah dijelaskan bahwa Mirza terbukti hendak menggelincirkan iman para pengikutnya, atau membelokkan persaksian atas diri Muhammad sebagai Rasul, atau membelokkan pengikutnya untuk lari dari al Qur’an?.

  4. Riel Riezz

    ah dia kaya ulama ijma saja yg megang mujtahid,brani2nya menafsirkan alqur’an ku otak ente,gk diliht dl asbabunuzulnxa.eh mirza nabi ko penyakitan lepra lg kusta lg.iiih




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: