Pada kesempatan itu Emha dan Novia menyempatkan bertemu dengan Jemaat Ahmadiyah, berikut ini adalah penuturan Emha yang disampaikan melalui email; Selama ini terdapat kesalahpahaman dan disinformasi serius tentang ‘kasus’ Ahmadiyah di Indonesia. Berita-berita yang sampai ke masyarakat Ahmadiyah di sejumlah Negara menyebutkan bahwa yang terjadi di Indonesia bukan hanya aktivitas Ahmadiyah dilarang, tapi juga para pimpinan atau Imam-Imam Jemaat Ahmadiyah di Indonesia, dibunuh. Demikian menurut Emha Ainun Nadjib, sesudah perjumpaannya dengan Imam Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin, Jerman) 24 Oktober 2008 yang lalu.

Pertemuan itu berlangsung di Masjid Khadija, markas Jemaat Ahmadiyah Qodiyan di wilayah yang dulunya terletak di Berlin Timur sebelum reunifikasi dua Jerman beberapa tahun silam. “Kecanggihan teknologi informasi tidak banyak menolong berkurangnya kemungkinan distorsi dan deviasi atau bahkan pembalikan fakta-fakta tentang sesuatu hal, terutama yang menyangkut Islam”, katanya.
Jemaat Ahmadiyah dan Kaum Muslimin di Jerman mengalami berbagai ‘ujian’. Berdirinya Masjid Khadija mendapat tentangan keras dari pemerintah lokal dan masyarakat setempat yang dulunya adalah rakyat DDR atau Negara sosialisme Jerman Timur yang memang tidak punya pengalaman berinteraksi dengan Ummat Islam. Tidak sedikit di antara masyarakat lokal tersebut yang bukan hanya fobi atau bahkan anti-Islam, tapi juga belum bisa menerima pergaulan dengan “orang asing” dengan Agama apapun. Akan tetapi konstitusi Negara Jerman mensyahkan berdirinya Masjid itu dan secara konsekwen aparat kepolisian menjaga keamanannya.
Pertemuan Emha dengan Imam Ahmadiyah Berlin itu untuk ‘memastikan’ pandangan Ahmadiyah di kota besar Eropa tentang tiga hal. Pertama, apakah Mirza Ghulam Ahmad itu Nabi atau bukan. Kedua, hujjah atau argumentasi kenabiannya. Ketiga,posisi dan fungsi kitab “Tadzkiroh”.
Sejauh ini yang dimengerti oleh banyak kalangan di Indonesia, alasan kenabian Mirza Ghulan Ahmad adalah menyangkut “khataman-nabiyyin” atau penutup para Nabi. Menurut tafsir Ahmadiyah, kata “khatam” bukan bermakna “penutup” melainkan “cincin”. Muhammad SAW adalah “cincin”nya para Nabi, semacam mutiara indah para Nabi. Argumentasi kedua menyangkut Hadits Nabi Muhammad SAW tentang pelaku hijrah yang terakhir, di mana Ulama Ahmadiyah berbeda pendapat dengan Ulama lain tentang salah satu kata dari kalimat Hadits itu.
Emha mengatakan Imam Ahmadiyah di Berlin itu menyatakan dengan tegas bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi. Argumentasi utamanya adalah kalau sesudah Muhammad SAW tidak ada Nabi, maka Nabi Isa tidak akan bisa turun lagi ke bumi sebagai Al-Masih atau Messiah atau Ratu Adil.
Akan tetapi dinyatakan kenabian Mirza Ghulam Ahmad sama sekali tidak mengurangi kebesaran dan keagungan Nabi Muhammad SAW. “Justru Mirza Ghulam Ahmad diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan keagungan dan keindahan Rasulullah Muhammad SAW”, kata Emha menirukan Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin), “Muhammad adalah Maestro, Mirza Ghulam Ahmad hanya salah seorang murid beliau, pengagum beliau, pecinta beliau, sehingga kesungguhan cintanya membuat Allah memberinya wahyu dan mengangkatnya sebagai Nabi yang bertugas menyebarkan Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Kitab Tadzkiroh adalah wahyu Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad yang dimaksudkan untuk menjunjung keindahan Al-Quran dan turut menyebarkan kebenaran dan keindahannya”.
Di bagian luar maupun dalam Masjid Khadija yang didirikan oleh Jemaat Ahmadiyah itu terdapat berbagai tanda dan tulisan-tulisan sebagaimana yang terdapat pada Masjid Ummat Islam pada umumnya: kaligrafi “Allah”, “Muhammad”, “Syahadatain”, nama-nama Khalifah Empat, Asmaul Husna, di bagian atap dalam Masjid tertulis ayat “Ala bidzikrillahi tathmainnul qulub” (Niscaya dengan mengingat Allah-lah ketenangan hati didapatkan). “Semua yang saya kemukakan ini hanya report dan tidak ada opini saya sendiri”, kata Emha.
http://www.padhangmbulan.com/info/4-berita/121-ahmadiyah-berlin



November 7, 2008 at 9:47 am
ahamadiyah itu agama palsu agama yg mengatasnamakan islam tp imitasi semuanya telah dirubah sama org g*la yg namanya mirza guhlam ahmad (mendingan bikin agama baru aja kali ga usah mendompleng dan menyelewengkan islam), semua tentang islam sudah dibahas didlm alquran, tidak ada tentang ahmadyah apalagi mirza guhlam ahamad, semua sudah jelas didalam alquran, nabi muhammad adalah nabi terakhir (yg diangkat) tidak ada lg pedoman yg lain selain alquran dan hadist.
nabi isa itu diangkat sebagai nabi sebelum nabi muhammad, gelar nabi itu selamanya biarpun dia turun lg nanti tetap aja dia itu adalah nabi (ga diangkat ulang)
capee dehhh…ahmadyah…byk bgt org bodoh yg mudah percaya…
November 7, 2008 at 3:43 pm
Watcher…
Jangan-jangan, Anda yg ikut2an bodoh.
November 8, 2008 at 1:22 pm
Nice post Bro..
November 8, 2008 at 3:50 pm
Agama palsu? siapakah yang punya wewenang untuk menilai suatu agama adalah palsu? duh, jadi pengen tau. bukanlah itu wewenang Allah semata? apakah wewenang itu pernah dilimpahkan ke seseorang di muka bumi ini?
Lebih baik beramal dan berbuat baik, bukan membenci orang dan merasa diri paling benar. Kalau merasa diri sebagai muslim sejati, buktikan dengan cara yang memang diajarkan oleh Islam. mengasihi orang miskin dll.
November 10, 2008 at 3:43 am
Akan tetapi dinyatakan kenabian Mirza Ghulam Ahmad sama sekali tidak mengurangi kebesaran dan keagungan Nabi Muhammad SAW.
========================
anehnya lagi, mengaku sebagai jemaat ahmadiah
dengan mengkultuskan seorang mirza gumlam ahmad
yang nggak memiliki keistimewaan sama sekali sebagai nabi…
but its oke, toh dunia tetap berjalan dan yang mau ahmadiah
silahkan saja, asal jangan mengajak sesat orang lain…
toh alquran bagi mereka hanya sebgai pelengkap dari kitab mereka yakni kitab “Tadzkiroh”.
November 14, 2008 at 7:41 am
Jemaat Ahmadiyah SESAT
nabinya, si ghulam itu GILA, NARSIS, HAUS TENAR !!
Untuk Jemaatnya Bertobatlah sebelum terlambat, sebelum ajal menjemput.
Untuk AKKBB MUNAFIK
Untuk JIL MUNAFIK
November 14, 2008 at 9:45 am
adi isa dan septian….
syirik aja kalo ada yg maju…lo bisa sebaik Ahmadiyah kagak? btw..Muhammad juga sebenernya biasa aja…ga ada yg istimewa, lah dia aja bialang dia biasa aja kok….malah umatnya aja yg sok nge hebat-hebatin….di kultus-kultuskan….btw kalo orang islam suka bilang orang lain menyesatkan, atau tukan ngajak orang ke agamanya…gimana tuh orang Islam yang suka nyesatin orang papua untuk masuk agama islam, juga yang di badui….katanya sampe ada yg di penggal kepalanya karena maksa orang badui masuk Islam….dasar munafik….
November 14, 2008 at 10:01 am
bukan karena membangun masjid yang megah, mendapat tentangan keras dari masyarakat setempat akhirnya dapat dikatakan ahmadiya bener, subtansii masalahnya pokok ajaran islam itu nya itu loo. ooo nyari simpatiiii ya… weleh weleh
November 14, 2008 at 10:37 am
Geger…
yah siapa juga yg bilang ahmadiyah bener apa ngga. yg gw bilang ahmadiyah lebih maju…..kalo bener salah soal agama sih dari Tuhan. lo Tuhan? kalo bukan jangan bilang salah bener…kan di Al Qur’an udah di bilangin masalah bener salah….
November 14, 2008 at 11:37 am
^kaosputih
trus maju di bidang apa ? apa karena punya nabi baru atau punya kitab baru? jelaskan dong maju menurut anda yang bagaimana ..? :-/
lahh anda beragama apa tidak seh, salah bener menurut parameter anda bagaimana …?
1/
kalo bener salah soal agama sih dari Tuhan. lo Tuhan?
————————————————-
nah lo bukannya tuhan memberikan kebenaran lewat agama..?
kan di Al Qur’an udah di bilangin masalah bener salah….
———————————
tu kan anda menggap alquran itu bukan firman allah. kalau anda menganggap firman allah anda tidak akan ngomong seperti :
1/
kalo bener salah soal agama sih dari Tuhan. lo Tuhan?
————————————————-
karena tuhan gak perlu ngomong langsung ke kamu, emang siapa anda.
November 16, 2008 at 6:47 pm
Geger,lo liat aja tulisan diatas.Lo lo liat lg apa yg ahmadiyah punya?Gmn ahmadiyah didunia saat ini.Kalo lo islam,lo hrs nya tau ayat mana yg menunjukan siapa yg berhak mengatakan kafir wal sesat? Yg pasti bkn lo kan.
November 17, 2008 at 8:24 am
Ahmadiyah hebat !
November 19, 2008 at 3:57 am
Ahmadiyah SESAT !
November 19, 2008 at 4:39 am
walaupun nama saya Ahmad, Alhamdulillah saya bukan pengikut ahmadiyah yang sesat dan menyesatkan umat islam
November 19, 2008 at 4:46 am
Yah,, boleh lah kalian yang mendukung Ahmadiyah berpikir secara logika manusia, bukan dilihat dari keimanan,, lihat saja nanti,, siapa yang di akhirat bakal menyesal, minta ampun kepada Allah SWT, minta supaya dirinya bisa dikembalikan lagi ke dunia agar bertobat dan mengakui kalo AHMADIYAH itu SESAT,,
November 19, 2008 at 4:51 am
Satu hal lagi,,
Pengikut AKBB, JIL dan semua orang yang mendukungnya,, tidak diragukan lagi kalau mereka adalah penganut sekte Mu’tazillah,,
November 19, 2008 at 5:01 am
@kaos putih…
maju,? bibir dan gigimu? hihihihihi
loe kenapa yang sewot gitu?
cuma anjeng kristen kale…yang suka maksa2 ikut agamanya..
mau bukti?
nih, gue…
mentang2 gue nggak beragama kemarin..
dijanjiin macem2 biar ikut paulus yang aneh itu..
kitabnya aja aneh apalagi orangnya.
mau debat injil sama gue?
November 19, 2008 at 6:17 am
^kaos putih
hihihi kaos putih tadi anda bilang ahmadiya maju,maju bidang apa..? apa karena punya nabi dan kitab baru,
skr anda nanya punya apa.. ? gimana ne ente…
yang jelas umat islam akan selamat kalau umat islam berpegang teguh kepada al quran dan hadist bukan nya berpegang teguh pada tazkiro…
trus apakah anda ingin mengatakan ahmadiya tidak sesat… ?
November 19, 2008 at 7:43 am
Sekalinya Ahmadiyah sesat ya sesat,, E.O.S
November 19, 2008 at 11:59 pm
Ahmadiyah adalah aliran yang telah disesatkan setan…..
teramat sesat….jangan pada tulalit dah…..
November 20, 2008 at 4:38 am
apa hak manusia menghukum dan menghakimi orang lain ? hanya ALLAH yang berkuasa atas itu ! Allahuakbar !
November 20, 2008 at 4:40 am
nAga bOnar
Ahmadiyah adalah aliran yang telah disesatkan setan…..
teramat sesat….jangan pada tulalit dah…
KALO GITU YANG MENGANGGAP SESAT SETAN DONG ! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA…………..
GUWE SETUJU DEH !!
btw LUCU BANGET DEH LO….
November 22, 2008 at 4:16 am
@kampret,, lu memang kampret,, lu muridnya si ghulam ahmad y? pantes aja lu bela dia mati – matian!
yaa,, as i told before :
” boleh lah kalian yang mendukung Ahmadiyah berpikir secara logika manusia, bukan dilihat dari keimanan,, lihat saja nanti,, siapa yang di akhirat bakal menyesal, minta ampun kepada Allah SWT, minta supaya dirinya bisa dikembalikan lagi ke dunia agar bertobat dan mengakui kalo AHMADIYAH itu SESAT,, ”
Ya Allah,, semoga si @kampret ini,, dan juga kampret2 lainnya pendukung Ahmadiyah,, bisa bertobat dan dikembalikan kepada jalan yang benar,, Amin,,
ALLAHU AKBAR!!
Desember 29, 2008 at 10:35 am
tentang ahmadiyah, Cak Nun (CN) pernah mengemukakan opininya di sebuah pengajian di Salatiga Jawa Tengah. Kata CN: Ini masalah kejelasan, kalo Islam Nabinya Muhammad, kalo Ahmadiyah Nabinya Mirza Ghulam Ahmad. Jadi tdk lg ada masalah kalau secara jelas Ahmadiyah mengaku bukan islam, karena punya nabi selain Muhammad. Nah.. masih kata CN, bahwa kalo tdk jelas ya Banci..
Januari 2, 2009 at 12:13 am
Assalamu’alaikum Wr,Wb
Allah memberkati kita semuanya dalam Rahmat Kasih dan Sayangnya……..
Jika tidak ada Rahmat-Nya maka tidak lah kita berkumpul di Pondok ini untuk saling mencari pengetahuan Ilmu di dalam Ilmu Allah Ta’ala yang tiada batasnya….
Sungguh…… kesadaran itu sangat….sangat…sangat lah utama sekali di dalam kehidupan ini….
Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin taubat seseorang bisa diterima?
Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin Amal Ibadah bisa sampai kepada yang Allah?
Tanpa kesadaran maka manusia itu akan terombang ambing oleh kebingungan dan kegelisahan di jiwanya…….
Saudaraku……… Sahabatku……….Kawanku……….
ketahuilah oleh kita semua….., bahwa Allah Swt itu sangatlah nyata senyatanya….. dengan apa kita melihat Allah itu nyata?
yaitu melali kenyataan yang sudah dinyatakan-Nya atas kita berupa kenikmatan.
Ketahuilah bahwa apa saja yang ada pada diri kita semuanya itu adalah nikmat Allah. DAri ujung rambut sampai ujung kaki, Zahir maupun BAtin, Ruh dan Jasad, luar maupun dalam, atas maupun bawah, kanan dan kiri, muka dan belakang semuanya adalah Nikmat Allah Swt. Meliputi bulu, kulit, darah, daging, tulang, otak, sum2, penglihatan, pendengaran, penciuman, pengrasa, nyawa, jalal, jamal,qohar dan kamal segalanya tidak ada yang ada selain Nikmat Allah yang menunjukkan Allah Swt sangat….sangat…sangat…. dekat sekali dengan diri kita.
Jika kesadaran itu tertanam pada relung jiwa yang paling dalam bahwa apa saja yang ada pada diri kita ini senantiasa di liputi oleh Allah dengan dinyatakan-Nya melalui Nikmat-nikmat-Nya tadi maka kemudian sadarilah lagi bahwa setiap waktu bahkan setiap detik pun dari buka matasampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam tidak ada yang ada melainkan semuanya senantiasa dalam rahmat dan Kasih Sayang Allah.
Itulah yang membuktikan bahwa Allah itu senantiasa memperhatikan Hamba-Nya…….
Siapakah yang mengatur Jantung sehingga berdetak?
Siapakah yang mengatur nafas sehingga bisa naik dan turun?
Siapakah yang mengatur darah sehingga mengalir keseluruh Tubuh?
Siapakah yang mengatur kedipan Mata sehingga senantiasa berkedip?
semuanya itu Allah lah sang Maha Pengatur….. Allah lah sang Maha Pemelihara….. yang senantiasa mengawasi akan Hamba-Nya
Jika kesadaran itu telah melekat pada diri sebagaimana yang sudah di paparkan oleh Tuhan disini melalu diri Pengembara Jiwa yang hina dan fakir ini, maka itulah yang dikatakan mereka yang senantiasa ingat akan Allah baik dalam keadaan berdiri, berduduk, maupun berbaring, bahkan bukan hanya itu saja… mereka itu senantiasa ingat kepada Allah baik dari buka mata sampai tutup mata kembali setiap waktu setiap detik 24 jam sehari semalam baik di sadari maupun tak disadari baik diketahui maupun tidak di ketahui dirasakan maupun tidak dirasakan…. kuncinya ada pada “KESADARAN”. karena kesadaran itulah yang akan merubah seseorang menjadi baik dan terlebih baik lagi. dan itulah sebenar2nya Zikir Khofi/Sir yaitu Ingat Allah secara sirr/Rahasia/Halus yaitu ingat kepada Allah dengan tumbuhnya kesadaran jiwa. Bahwa tidak ada yang ada pada diri semuanya adalah Nikmat Allah sebagai bukti nyata, bahwa Allah meliputi diri. Wa Fii Anfusikum Afala Tub’siruun (Dan Pada diri kamu…….. mengapa engkau tidak memperhatikannya)
Dan kesadaran itulah yang akan membawa dirinya menjadi semakin dekat dan cinta kepada Allah yang senatiasa memperhatikannya di setiap waktunya.
Bergembiralah bersama Allah melalui Nikmat-Nya yang ada padamu…………
Tersenyumlah selalu bersama Allah melalui Rahmat Kasih Sayang-Nya yang meliputi dirimu disetiap waktu….
Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu tersenyum dan bahagia…. dan tentunya tidak ada lagi rasa kehawatiran dan ketakutan…, dikarenakan ia sadar sesadar sadaranya bahwa Allah beserta ia diamanpun ia berada.
Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu gembira dan bersyukur…. dan tentunya tidak ada lagi rasa duka dan sedih…, dikarenakan ia sadar sesadar sadarnya bahwa Rahmat Kasih SAyang Allah senantiasa meliputi dirinya di setiap waktu dari buka mata sampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam baik dalam keadaan jaga maupun tidur, berdiri, duduk , berbaring.
Wahai saudaraku……Sahabatku…..Kawanku…..
Pahamilah…… dan renungkanlah serta sadarilah…..apa yang PJ uraikan ini, karena sesungguhnya bukanlah PJ yang mengutarakan karena si PJ ini tiada daya tiada upaya fakir dan hina juga tidak ada memiliki ilmu. Semua yang telah di paparkan di sini itu semua datang dari pada Allah Swt kepada kita semuanya… karena Kasih Sayang-Nya kepada Kita.
Subhanallah…..Subhanallah….Subhanallahil ‘Adziiim
Laa Hawlaa Wa Laa Quwwata Illa Billa hil ‘Aliyyil ‘Adziiim.
Allah memberkati kita semua di dalam Rahmat Kasih dan Sayang-Nya serta Ridho-Nya….
Kesadaran….. Ya….. Kesadaran…….jadilah orang2 yang sadar akan kesadaran….. itulah orang yang mengenal akan Allah dengan sebenar2nya.
Wassalam
Pengembara jiwa
dicopy dari…. http://pengembarajiwa.wordpress.com/
April 25, 2009 at 12:50 am
Ahmadiyah…..hmmmm
Shiah…..the truth !!!!