<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sepanjang diskusi, mereka membuat &#8220;onar&#8221; dengan cara bertanya yang sangat agresif dan meneriaki seseorang yang berpendapat berbeda.</title>
	<atom:link href="http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/</link>
	<description>ISLAM YES, MUI NO</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Nov 2009 03:00:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: hasan wahyudin</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-2164</link>
		<dc:creator>hasan wahyudin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 10:33:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-2164</guid>
		<description>saya percaya dengan hadits dan ayat Qur&#039;an yang disampaikan hudi tapi saya belum percaya dengan hudi apakah hudi ini ahli dalam bahasa arab ? apakah semua tafsir sudah di baca sehingga begitu cepat mengambil kesimpulan bahwa Org2 yang beriman akan memimpin dunia pada nyatanya, sekarang amerika yang memimpin dunia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya percaya dengan hadits dan ayat Qur&#8217;an yang disampaikan hudi tapi saya belum percaya dengan hudi apakah hudi ini ahli dalam bahasa arab ? apakah semua tafsir sudah di baca sehingga begitu cepat mengambil kesimpulan bahwa Org2 yang beriman akan memimpin dunia pada nyatanya, sekarang amerika yang memimpin dunia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: deka</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-1623</link>
		<dc:creator>deka</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 20:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-1623</guid>
		<description>saya lebih kenyang lagi denga komentar2nya sodara Radiw XP</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya lebih kenyang lagi denga komentar2nya sodara Radiw XP</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: haheho</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-1450</link>
		<dc:creator>haheho</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 01:31:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-1450</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum...

saya bukan org HTI dan bukan juga pendukung mereka, karena yang saya tau dari org2 salafy, mereka tak mengakui hadis ahad..
Tapi saya mendukung penegakan khilafah dan syariat islam di Indonesia. 

DAN SAYA LEBIH TAK SETUJU DAN SEPENDAPAT DENGAN ISLAM LIBERAL YANG SANGAT MENYESATKAN UMAT ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum&#8230;</p>
<p>saya bukan org HTI dan bukan juga pendukung mereka, karena yang saya tau dari org2 salafy, mereka tak mengakui hadis ahad..<br />
Tapi saya mendukung penegakan khilafah dan syariat islam di Indonesia. </p>
<p>DAN SAYA LEBIH TAK SETUJU DAN SEPENDAPAT DENGAN ISLAM LIBERAL YANG SANGAT MENYESATKAN UMAT &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yusufkalau</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-991</link>
		<dc:creator>yusufkalau</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 23:29:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-991</guid>
		<description>waduh,.
sepertinya sulit mendamaikan dua kelompok ini (sekuler/liberal dengan &quot;fundamentalis/ekstrimis&quot;)

saling membenarkan prinsipnya
saling menjatuhkan lawannya
saling berebut simpati, memperbanyak kawan dan barisan
mungkin nantinya saling serang fisik.. (seperti zaman rasulullah di Madinah), saling perang...
jadi kita saksikan saja siapa pemenangnya oke?
dan Allah pasti menolong pihak yang benar, iya kan?

eh ngomong ngomong pilih di pihak yang mana nih ya?
pilih yang di ridhoi Allah, setuju?

&quot;sekuler/liberal&quot; kah?
&quot;fundamentalis Islam&quot; kah?
itu pilihan anda.. jangan plinplan.. buka fikiran anda.. pilih dengan tegas, jangan sampai syaiton dan pengikutnya menipu anda!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waduh,.<br />
sepertinya sulit mendamaikan dua kelompok ini (sekuler/liberal dengan &#8220;fundamentalis/ekstrimis&#8221;)</p>
<p>saling membenarkan prinsipnya<br />
saling menjatuhkan lawannya<br />
saling berebut simpati, memperbanyak kawan dan barisan<br />
mungkin nantinya saling serang fisik.. (seperti zaman rasulullah di Madinah), saling perang&#8230;<br />
jadi kita saksikan saja siapa pemenangnya oke?<br />
dan Allah pasti menolong pihak yang benar, iya kan?</p>
<p>eh ngomong ngomong pilih di pihak yang mana nih ya?<br />
pilih yang di ridhoi Allah, setuju?</p>
<p>&#8220;sekuler/liberal&#8221; kah?<br />
&#8220;fundamentalis Islam&#8221; kah?<br />
itu pilihan anda.. jangan plinplan.. buka fikiran anda.. pilih dengan tegas, jangan sampai syaiton dan pengikutnya menipu anda!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bhin</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-972</link>
		<dc:creator>Bhin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 08:31:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-972</guid>
		<description>Damai bung....
Saya rasa keyakinan masing-masing orang sulit untuk disamakan.. (Tampaknya tidak ada satupun orang didunia ini yang punya keyakinan yang sama persis...pasti ada perbedaan meskipun sedikit. Maaf kalo salah..)
Jika merasa cocok silakan diikuti/dicontoh... kalo tidak cocok, bisa didiskusikan dulu. Sudah mentok gak bisa sama.. ya sudah .. silakan sepakat untuk tidak sepakat...dan biarkan saja.. toh gak ngaruh sama kita.
Seyogyanya merugikan orang lain dihindari. Baik itu berupa ucapan ataupun tindakan.
Ini pendapat saya,.. kalo berkenan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Damai bung&#8230;.<br />
Saya rasa keyakinan masing-masing orang sulit untuk disamakan.. (Tampaknya tidak ada satupun orang didunia ini yang punya keyakinan yang sama persis&#8230;pasti ada perbedaan meskipun sedikit. Maaf kalo salah..)<br />
Jika merasa cocok silakan diikuti/dicontoh&#8230; kalo tidak cocok, bisa didiskusikan dulu. Sudah mentok gak bisa sama.. ya sudah .. silakan sepakat untuk tidak sepakat&#8230;dan biarkan saja.. toh gak ngaruh sama kita.<br />
Seyogyanya merugikan orang lain dihindari. Baik itu berupa ucapan ataupun tindakan.<br />
Ini pendapat saya,.. kalo berkenan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ty_HaN MuT'Zzzz</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-952</link>
		<dc:creator>Ty_HaN MuT'Zzzz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 23:57:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-952</guid>
		<description>pEaCe MaN !!!!
cINtA dAmAi .. .. ..
DamAi itU inDaH Cuy&#039; .. .. ..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pEaCe MaN !!!!<br />
cINtA dAmAi .. .. ..<br />
DamAi itU inDaH Cuy&#8217; .. .. ..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Radix WP</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-779</link>
		<dc:creator>Radix WP</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 03:35:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-779</guid>
		<description>Saya sdh kenyang berurusan dg agen2 HTI ini, mulai di kampus saya (HI Unair) hingga dunia maya (http://radixwp.multiply.com).

Mereka punya modus operandi yg menggelikan. Mulanya, mereka berupaya menampilkan argumen2 rasional utk menguatkan konsep2nya (yg bagi mereka sendiri akan mereka terima scr mutlak). Ketika argumen2 tsb mulai terbantahkan, mereka lalu lari ke dalih klasik (&quot;itu kehendak Tuhan yg tdk bisa dipahami oleh akal manusia&quot;).

Blm lagi double-standard mereka. Jk ada masalah dlm praktik khilafah, mereka berdalih ada penyimpangan. Sdgkan jk yg mengalami masalah adlh praktik liberal-sekuler, mereka mempersalahkan sistemnya. Pokoknya, bagi mereka, sistem mereka pasti benar &amp; lainnya pasti salah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sdh kenyang berurusan dg agen2 HTI ini, mulai di kampus saya (HI Unair) hingga dunia maya (<a href="http://radixwp.multiply.com)" rel="nofollow">http://radixwp.multiply.com)</a>.</p>
<p>Mereka punya modus operandi yg menggelikan. Mulanya, mereka berupaya menampilkan argumen2 rasional utk menguatkan konsep2nya (yg bagi mereka sendiri akan mereka terima scr mutlak). Ketika argumen2 tsb mulai terbantahkan, mereka lalu lari ke dalih klasik (&#8220;itu kehendak Tuhan yg tdk bisa dipahami oleh akal manusia&#8221;).</p>
<p>Blm lagi double-standard mereka. Jk ada masalah dlm praktik khilafah, mereka berdalih ada penyimpangan. Sdgkan jk yg mengalami masalah adlh praktik liberal-sekuler, mereka mempersalahkan sistemnya. Pokoknya, bagi mereka, sistem mereka pasti benar &amp; lainnya pasti salah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rangga ahmad</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-756</link>
		<dc:creator>rangga ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 19:45:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-756</guid>
		<description>* Muqaddimah

Membongkar Kesesatan Hizbut Tahrir (I)

Posted on Juni 9, 2008. Filed under: HT (Hizbut Tahrir) &#124; Tags: Agama, Aqidah, Article, Biografi, Hadits, Hukum, Islam, Islami, Muslim, Pemikiran, Pendidikan, Qur’an, Religi, Renungan, Sufi, tasawuf, Tokoh, Ulama &#124;

Selalu ada pergelutan antara al haq dengan al bathil. Dan Allah telah mengirimkan sekelompok orang yang mempergunakan waktunya guna melindungi dan membela Dien ini (yaitu Al Qur’an dan As Sunnah). Di lain pihak, ada orang-orang yang mengaku dan merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan. Padahal Allah telah berfirman tentang mereka,

“Dan ketika dikatakan pada mereka supaya jangan berbuat kerusakan di muka bumi ini dengan perbuatannya, mereka berkata ‘tapi kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan’. Tapi sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan namun mereka tidak menyadarinya”
(Al Baqarah 11-12)

Mereka adalah orang-orang yang berbahaya, karena mereka menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang melakukan perbaikan padahal kenyataannya mereka adalah perusak agama.

Pada abad ke 20, yang merupakan akhir dari kerajaan ‘Ustmani, banyak bermunculan kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi yang mengatasnamakan Islam, yang menyatakan bahwa masuk ke dalam dunia politik atau mengambil cara-cara politik adalah merupakan jalan atau cara terbaik guna menjaga martabat Islam dan umat Islam. Namun mereka tidak menganggap bahwa problem utama dari turunnya martabat Islam adalah kelemahan umat Islam. Kelompok-kelompok ini mendasari pemikiran-pemikirannya dengan berdasarkan pada tekanan-tekanan dan emosional, bukan dengan ilmu (agama), dan mereka tidak berusaha untuk mencari ilmu itu. Tingkah laku mereka semrawut, sehingga dengannya tercipta kekacauan.

Usaha dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah tidaklah diambil dalam manhaj mereka, kecuali bila situasi politik memperbaiki keadaan umat. Mereka berkata “simpanlah dulu usaha-usaha dakwah semacam itu di rak-rak kalian sampai situasi politik kita memperbaikinya”. Padahal berjuta-juta orang menunggu pada dakwah al haq ini. Tapi mereka hanyalah memprioritaskan dakwah mereka untuk kembali pada khilafah. Sampai-sampai mereka menggantungkan semua hal dan tidak ada yang bisa dilakukan sampai khilafah kembali. Sehingga ketika mereka menyikapi orang-orang kuffar, mereka berkata “biarkan mereka masuk neraka”, kenapa mereka berkata demikian? “Karena orang-orang kuffar itu telah merebut tanah-tanah kaum muslimin”, menurut mereka. Padahal dakwahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah demikian. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memprioritaskan dakwah kepada tauhid kepada umat manusia, walaupun nantinya hanya satu orang yang mengikuti beliau.

Sebenarnya banyak dari musuh-musuh Islam yang menjadi pemimpin-pemimpin kaum Muslimin (dikarenakan lemahnya pemahaman umat Islam akan dakwah al haq) , ini seharusnya tidak boleh dilupakan oleh kita. Dan orang-orang kuffar menyadari hal ini, sehingga mereka mendukung misionaris-misionaris agama mereka yang membuka jalan atau kesempatan untuk masuk ke dalam komunitas muslimin. Dan seharusnya kitalah, Umat Islam, yang melakukan hal tersebut, yaitu mendakwahi orang-orang kuffar itu sehingga mereka masuk Islam, yang dengan masuknya ke dalam Islam ini dapat memasukkan dia ke dalam surga dan menyelamatlannya dari neraka. Tapi para “politisi” kita, seperti Hizbut Tahrir dan yang lainnya, tidaklah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang harus dipertimbangkan.

Orang-orang (kelompok-kelompok) itu hanyalah berbicara tentang konspirasi-konspirasi yang dilakukan barat, invasi kebudayaan, bagaimana umat Islam diserang oleh kaum kuffar lewat buku-buku, sekolah-sekolah dan lain-lain. Padahal sebenarnya sudah ada jenis invasi lain yang mengambil tempat di tengah-tengah muslimin, yang sudah terjadi mulai berabad-abad yang lampau sampai sekarang, yaitu Sufisme dan Ilmul Kalam. Jenis invasi ini membajak agama yang didalamnya terdapat kesesatan-kesesatan. Malah sekarang orang-orang mengajarkan kesesatan-kesesatan ini di sekolah-sekolah Islam, bahkan ada yang menjadi sarjana di bidang ini dan lain-lain. Maka invasi itu tidak hanya invasi kebudayaan dari barat saja, tapi kita pun harus mengetahui jenis invasi ini.

Hal lain yang harus kita perhatikan adalah mencari sebab-sebab keruntuhan umat. Karena keruntuhan umat itu tidaklah terjadi kecuali disebabkan oleh hal-hal tertentu yang menjadikan kenapa hal ini terjadi. Tapi orang-orang ini berkata “Tidak ada yang salah padamu, ini semua adalah tanggung jawab orang-orang kuffar sehingga semua ini terjadi, karena mereka menolak hukum Allah”. Padahal jika kita, umat Islam, pun tidak mematuhi hukum Allah, maka Allah pun mempunyai hukum untuk menghukum kita.

Diantara kelompok-kelompok yang memakai cara-cara politik itu adalah Hizbut Tahrir. Mereka, orang-orang Hizbut Tahrir, ini mempunyai ciri-ciri yang khas dalam setiap pembicaraannya, diantaranya yaitu selalu mendengung-dengungkan masalah khilafah, Adzab Kubur dan Hadits Ahad (maksudnya adalah mereka menolak adanya adzab kubur dan hadits ahad). Itulah ciri-ciri khas dari Hizbut Tahrir. Mereka mengajarkan bahwa hal tersebut adalah merupakan sesuatu yang harus prioritaskan. Mereka berkata “jika kamu tidak berusaha untuk menegakkan khilafah, maka kamu musyrik”, apakah mereka berkata demikian? Ya, karena kamu tidak berusaha untuk menegakkan khilafah!!!. Lalu apakah kaum muslimin pada masa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di Makkah dan belum hijrah ke Madinah, mereka itu musyrik?

Perlu diperhatikan sebelum kita masuk ke dalam permasalahan yang akan kita bicarakan ini. Hendaknya diingat bahwa hal yang kita lakukan ini adalah dalam rangka perbaikan diri, terutama pada diri-diri kita sendiri. Sebab kita memang membutuhkan koreksi. Oleh karena itu, hanyalah orang-orang yang memerlukan pada perbaikan diri akan mendengarkan (membaca) penjelasan ini, sedangkan orang-orang yang fanatik tidak akan mendengarkan dan menghiraukannya.

Ketika orang-orang sibuk melakukan bantahan terhadap syubhat-syubhat Hizbut Tahrir, ada satu hal yang sering luput untuk diperhatikan dan tidak diketahui oleh mereka. Yaitu tentang aqidah yang dianut pendiri Hizbut Tahrir ini. Pendiri kelompok ini adalah seorang yang beraqidah asy’ariyah maturidiyah, dan dia menyatakan bahwa orang-orang asy’ariyah maturidiyah sebagai Ahlut Tauhid wa Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Ini adalah salah satu yang harus kita bongkar terlebih dahulu dari kelompok ini, bukan hanya membahas permasalahan-permasalahan mereka dalam mengingkari hadits ahad dan adzab kubur atau dakwahnya kepada penegakkan khilafah saja. Mereka mempunyai hal yang lebih sesat dari itu semua, seperti pemakaian ilmul kalam dalam membahas setiap permasalahan agama. Padahal A’imah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seperti Imam Asy Syafi’i dan Imam Abu Hanifah telah membantah ilmul kalam itu. Mereka mencap orang-orang yang mempelajari ilmul kalam itu sebagai mubtadi’, yang harus dihukum cambuk dan dimasukkan ke penjara serta ditahdzir.

Pendiri Hizbut Tahrir adalah Taqiyuddin An Nabhani. Dia adalah merupakan salah satu cucu dari Yusuf bin Isma’il An Nabhani, yang dia (Yusuf) ini adalah seorang yang sangat berlebihan pada Sufisme. Yusuf Isma’il mempunyai (mengarang) banyak kitab, diantaranya adalah Jami’ Karamatul Awliya’. Kitab ini didalamnya berisi banyak cerita-cerita “yang lucu”, salah satunya adalah Ali Al Amali, jika kita membacanya maka kita akan tertawa sekaligus menangis.

Mereka (pengikut Hizbut Tahrir) menggelari Taqiyuddin sebagai mujtahid muthlaq, Apakah kamu pernah mendengarnya? [ya]. Lalu apakah yang mereka katakan tentang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Mereka katakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak seharusnya berijtihad. Apakah kamu pernah mendengar hal ini? Bahwa beliau tidak seharusnya berijtihad?.

Maka kita katakan pada mereka, siapa yang paling sempurna satu sama lain yang berhak untuk melakukan ijtihad? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ataukah Taqiyuddin? Dia (Taqiyuddin) adalah majhul atau tidak dikenal, dia bukanlah siapa-siapa. Lalu bagaimana hal itu bisa dikatakan? Apakah kalian berpikir bahwa perbuatan kalian ini tidak akan diketahui? Allah memelihara agama-Nya dan barang siapa yang melakukan kedustaan dan kesesatan maka akan disingkapkan kedustaan dan kesesatannya itu dan dia akan dihukum. Pencuri, bagaimana mungkin seseorang menawarkan bid’ah kepada umat dan menyatakan bahwa kebid’ahan itu adalah sunnah, apakah dia tidak sadar dan takut akan dihukum? Allah lah yang akan menghukumnya.

Taqiyuddin lahir di Ijzim, Palestina pada tahun 1909. Kemudian setelah dewasa, dia belajar Universitas Al Azhar sampai lulus. Setelah dia lulus, dia pergi ke Libanon dan Yordania, dan bekerja di universitas Islam sebagai tenaga pengajar sampai akhirnya dia mendirikan Hizbut Tahrir. Dia wafat pada tahun 1977. Dia memiliki (menulis) banyak kitab, seperti Risalatul Arab yang didalamnya terdapat kecenderungan pada nasionalisme, menunjukkan konsepnya tentang nasionalisme dan lain-lain. Walaupun dia menyatakan menarik kembali konsepnya itu, namun yang nyata bagi kami, dia tidak secara tegas menyatakan hal tersebut di kitab-kitabnya yang terakhir. Karena kitab Risalatul Arab merupakan salah satu kitab pertama yang dia tulis.

Aqidahnya, seperti yang telah disinggung sebelumnya, adalah maturidiyah yang merupakan sebuah pemahaman sebuah firqah yang dinisbahkan pada Abu Manshur Al Maturidi, yang memiliki kesesatan yang lebih daripada Asy’ariyah. Dia menyebut a’imah dari firqah tersebut sebagai “Ahlus Sunnah wal Jama’ah”.

Dalam salah satu tulisannya, yang didalamnya terdapat pernyataan yang sebenarnya adalah merupakan imitasi dari perkataannya Ar Razi (seorang tokoh dari ahlul kalam). Dia berkata bahwa kita tidak bisa menerima Al Qur’an sampai terpenuhinya 10 syarat, dan salah satu syaratnya itu adalah Al Qur’an itu harus disesuaikan dengan ‘aql. Ini merupakan perkataannya Ar Razi.

Dia juga menulis dalam kitabnya Asy Syakhsiyyah Al Islamiyyah III/132, yang tulisannya membuktikan akan ke-maturidiyah-annya dan ke-asy’ariyah-annya. Dia men-ta’wilkan beberapa sifat Allah, seperti tangan Allah yang dia artikan sebagai kekuatan atau kekuasaan. Padahal kita temukan dalam kitab Syarhul Fiqhul Akbar Abu Hanifah halaman 33, disitu dikatakan bahwa tidak boleh untuk men-ta’wilkan tangan Allah sebagai kekuatan atau kekuasaan. Dan juga dalam kitab Tabyin Khadibul Muftari halaman 150, disana terdapat perkataan dari Imam Asy’ari (Abul Hasan Al Asy’ari) sendiri bahwa tidak boleh menyatakan atau meng-qiyaskan tangan Allah itu sehingga artinya adalah kekuatan atau kekuasaan. Sebab itu adalah perkataannya Mu’tazilah, salah satu firqah yang paling sesat.

Jika kita membuka kitab Syarh Ushulul Khomsah Al Mu’tazilah halaman 228, disana akan ditemukan perkataan salah satu imam dari mu’tazilah yaitu Al Qadhi ‘Abdul Jabbar, yang berkata bahwa manhaj “ahlus sunnah” adalah meyakini bahwa tangan Allah itu maksudnya adalah kekuasaan atau kekuatan.

Maka permasalahan inilah yang harus kita bahas terlebih dahulu, janganlah kita berbicara tentang syubhat-syubhat mereka tentang khilafah, hadits ahad, atau ‘adzab kubur, tapi mari kita bahas tentang at ta’wil yang mereka lakukan.

Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (penulis kitab Aqidah Thahawiyah) mengatakan bahwa ta’wil yang terbaik adalah meninggalkan ta’wil dan hanya mencukupkan pada nash (Al Qur’an dan As Sunnah) dan apa yang ada (disepakati) oleh Jama’atul Muslimin. Lalu, bagaimana bisa mereka, tukang ta’wil, dikatakan sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah padahal ucapan mereka bertolak belakang dengan ucapan Imam Ath Thahawi. Dan banyak lagi kesesatan lainnya.
Bersambung ke Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (II)

(Dikutip dari terjemahan Membongkar Selubung Hizbut Tahrir, tulisan Syaikh ‘Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>* Muqaddimah</p>
<p>Membongkar Kesesatan Hizbut Tahrir (I)</p>
<p>Posted on Juni 9, 2008. Filed under: HT (Hizbut Tahrir) | Tags: Agama, Aqidah, Article, Biografi, Hadits, Hukum, Islam, Islami, Muslim, Pemikiran, Pendidikan, Qur’an, Religi, Renungan, Sufi, tasawuf, Tokoh, Ulama |</p>
<p>Selalu ada pergelutan antara al haq dengan al bathil. Dan Allah telah mengirimkan sekelompok orang yang mempergunakan waktunya guna melindungi dan membela Dien ini (yaitu Al Qur’an dan As Sunnah). Di lain pihak, ada orang-orang yang mengaku dan merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan. Padahal Allah telah berfirman tentang mereka,</p>
<p>“Dan ketika dikatakan pada mereka supaya jangan berbuat kerusakan di muka bumi ini dengan perbuatannya, mereka berkata ‘tapi kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan’. Tapi sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan namun mereka tidak menyadarinya”<br />
(Al Baqarah 11-12)</p>
<p>Mereka adalah orang-orang yang berbahaya, karena mereka menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang melakukan perbaikan padahal kenyataannya mereka adalah perusak agama.</p>
<p>Pada abad ke 20, yang merupakan akhir dari kerajaan ‘Ustmani, banyak bermunculan kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi yang mengatasnamakan Islam, yang menyatakan bahwa masuk ke dalam dunia politik atau mengambil cara-cara politik adalah merupakan jalan atau cara terbaik guna menjaga martabat Islam dan umat Islam. Namun mereka tidak menganggap bahwa problem utama dari turunnya martabat Islam adalah kelemahan umat Islam. Kelompok-kelompok ini mendasari pemikiran-pemikirannya dengan berdasarkan pada tekanan-tekanan dan emosional, bukan dengan ilmu (agama), dan mereka tidak berusaha untuk mencari ilmu itu. Tingkah laku mereka semrawut, sehingga dengannya tercipta kekacauan.</p>
<p>Usaha dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah tidaklah diambil dalam manhaj mereka, kecuali bila situasi politik memperbaiki keadaan umat. Mereka berkata “simpanlah dulu usaha-usaha dakwah semacam itu di rak-rak kalian sampai situasi politik kita memperbaikinya”. Padahal berjuta-juta orang menunggu pada dakwah al haq ini. Tapi mereka hanyalah memprioritaskan dakwah mereka untuk kembali pada khilafah. Sampai-sampai mereka menggantungkan semua hal dan tidak ada yang bisa dilakukan sampai khilafah kembali. Sehingga ketika mereka menyikapi orang-orang kuffar, mereka berkata “biarkan mereka masuk neraka”, kenapa mereka berkata demikian? “Karena orang-orang kuffar itu telah merebut tanah-tanah kaum muslimin”, menurut mereka. Padahal dakwahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah demikian. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memprioritaskan dakwah kepada tauhid kepada umat manusia, walaupun nantinya hanya satu orang yang mengikuti beliau.</p>
<p>Sebenarnya banyak dari musuh-musuh Islam yang menjadi pemimpin-pemimpin kaum Muslimin (dikarenakan lemahnya pemahaman umat Islam akan dakwah al haq) , ini seharusnya tidak boleh dilupakan oleh kita. Dan orang-orang kuffar menyadari hal ini, sehingga mereka mendukung misionaris-misionaris agama mereka yang membuka jalan atau kesempatan untuk masuk ke dalam komunitas muslimin. Dan seharusnya kitalah, Umat Islam, yang melakukan hal tersebut, yaitu mendakwahi orang-orang kuffar itu sehingga mereka masuk Islam, yang dengan masuknya ke dalam Islam ini dapat memasukkan dia ke dalam surga dan menyelamatlannya dari neraka. Tapi para “politisi” kita, seperti Hizbut Tahrir dan yang lainnya, tidaklah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang harus dipertimbangkan.</p>
<p>Orang-orang (kelompok-kelompok) itu hanyalah berbicara tentang konspirasi-konspirasi yang dilakukan barat, invasi kebudayaan, bagaimana umat Islam diserang oleh kaum kuffar lewat buku-buku, sekolah-sekolah dan lain-lain. Padahal sebenarnya sudah ada jenis invasi lain yang mengambil tempat di tengah-tengah muslimin, yang sudah terjadi mulai berabad-abad yang lampau sampai sekarang, yaitu Sufisme dan Ilmul Kalam. Jenis invasi ini membajak agama yang didalamnya terdapat kesesatan-kesesatan. Malah sekarang orang-orang mengajarkan kesesatan-kesesatan ini di sekolah-sekolah Islam, bahkan ada yang menjadi sarjana di bidang ini dan lain-lain. Maka invasi itu tidak hanya invasi kebudayaan dari barat saja, tapi kita pun harus mengetahui jenis invasi ini.</p>
<p>Hal lain yang harus kita perhatikan adalah mencari sebab-sebab keruntuhan umat. Karena keruntuhan umat itu tidaklah terjadi kecuali disebabkan oleh hal-hal tertentu yang menjadikan kenapa hal ini terjadi. Tapi orang-orang ini berkata “Tidak ada yang salah padamu, ini semua adalah tanggung jawab orang-orang kuffar sehingga semua ini terjadi, karena mereka menolak hukum Allah”. Padahal jika kita, umat Islam, pun tidak mematuhi hukum Allah, maka Allah pun mempunyai hukum untuk menghukum kita.</p>
<p>Diantara kelompok-kelompok yang memakai cara-cara politik itu adalah Hizbut Tahrir. Mereka, orang-orang Hizbut Tahrir, ini mempunyai ciri-ciri yang khas dalam setiap pembicaraannya, diantaranya yaitu selalu mendengung-dengungkan masalah khilafah, Adzab Kubur dan Hadits Ahad (maksudnya adalah mereka menolak adanya adzab kubur dan hadits ahad). Itulah ciri-ciri khas dari Hizbut Tahrir. Mereka mengajarkan bahwa hal tersebut adalah merupakan sesuatu yang harus prioritaskan. Mereka berkata “jika kamu tidak berusaha untuk menegakkan khilafah, maka kamu musyrik”, apakah mereka berkata demikian? Ya, karena kamu tidak berusaha untuk menegakkan khilafah!!!. Lalu apakah kaum muslimin pada masa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di Makkah dan belum hijrah ke Madinah, mereka itu musyrik?</p>
<p>Perlu diperhatikan sebelum kita masuk ke dalam permasalahan yang akan kita bicarakan ini. Hendaknya diingat bahwa hal yang kita lakukan ini adalah dalam rangka perbaikan diri, terutama pada diri-diri kita sendiri. Sebab kita memang membutuhkan koreksi. Oleh karena itu, hanyalah orang-orang yang memerlukan pada perbaikan diri akan mendengarkan (membaca) penjelasan ini, sedangkan orang-orang yang fanatik tidak akan mendengarkan dan menghiraukannya.</p>
<p>Ketika orang-orang sibuk melakukan bantahan terhadap syubhat-syubhat Hizbut Tahrir, ada satu hal yang sering luput untuk diperhatikan dan tidak diketahui oleh mereka. Yaitu tentang aqidah yang dianut pendiri Hizbut Tahrir ini. Pendiri kelompok ini adalah seorang yang beraqidah asy’ariyah maturidiyah, dan dia menyatakan bahwa orang-orang asy’ariyah maturidiyah sebagai Ahlut Tauhid wa Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Ini adalah salah satu yang harus kita bongkar terlebih dahulu dari kelompok ini, bukan hanya membahas permasalahan-permasalahan mereka dalam mengingkari hadits ahad dan adzab kubur atau dakwahnya kepada penegakkan khilafah saja. Mereka mempunyai hal yang lebih sesat dari itu semua, seperti pemakaian ilmul kalam dalam membahas setiap permasalahan agama. Padahal A’imah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seperti Imam Asy Syafi’i dan Imam Abu Hanifah telah membantah ilmul kalam itu. Mereka mencap orang-orang yang mempelajari ilmul kalam itu sebagai mubtadi’, yang harus dihukum cambuk dan dimasukkan ke penjara serta ditahdzir.</p>
<p>Pendiri Hizbut Tahrir adalah Taqiyuddin An Nabhani. Dia adalah merupakan salah satu cucu dari Yusuf bin Isma’il An Nabhani, yang dia (Yusuf) ini adalah seorang yang sangat berlebihan pada Sufisme. Yusuf Isma’il mempunyai (mengarang) banyak kitab, diantaranya adalah Jami’ Karamatul Awliya’. Kitab ini didalamnya berisi banyak cerita-cerita “yang lucu”, salah satunya adalah Ali Al Amali, jika kita membacanya maka kita akan tertawa sekaligus menangis.</p>
<p>Mereka (pengikut Hizbut Tahrir) menggelari Taqiyuddin sebagai mujtahid muthlaq, Apakah kamu pernah mendengarnya? [ya]. Lalu apakah yang mereka katakan tentang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Mereka katakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak seharusnya berijtihad. Apakah kamu pernah mendengar hal ini? Bahwa beliau tidak seharusnya berijtihad?.</p>
<p>Maka kita katakan pada mereka, siapa yang paling sempurna satu sama lain yang berhak untuk melakukan ijtihad? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ataukah Taqiyuddin? Dia (Taqiyuddin) adalah majhul atau tidak dikenal, dia bukanlah siapa-siapa. Lalu bagaimana hal itu bisa dikatakan? Apakah kalian berpikir bahwa perbuatan kalian ini tidak akan diketahui? Allah memelihara agama-Nya dan barang siapa yang melakukan kedustaan dan kesesatan maka akan disingkapkan kedustaan dan kesesatannya itu dan dia akan dihukum. Pencuri, bagaimana mungkin seseorang menawarkan bid’ah kepada umat dan menyatakan bahwa kebid’ahan itu adalah sunnah, apakah dia tidak sadar dan takut akan dihukum? Allah lah yang akan menghukumnya.</p>
<p>Taqiyuddin lahir di Ijzim, Palestina pada tahun 1909. Kemudian setelah dewasa, dia belajar Universitas Al Azhar sampai lulus. Setelah dia lulus, dia pergi ke Libanon dan Yordania, dan bekerja di universitas Islam sebagai tenaga pengajar sampai akhirnya dia mendirikan Hizbut Tahrir. Dia wafat pada tahun 1977. Dia memiliki (menulis) banyak kitab, seperti Risalatul Arab yang didalamnya terdapat kecenderungan pada nasionalisme, menunjukkan konsepnya tentang nasionalisme dan lain-lain. Walaupun dia menyatakan menarik kembali konsepnya itu, namun yang nyata bagi kami, dia tidak secara tegas menyatakan hal tersebut di kitab-kitabnya yang terakhir. Karena kitab Risalatul Arab merupakan salah satu kitab pertama yang dia tulis.</p>
<p>Aqidahnya, seperti yang telah disinggung sebelumnya, adalah maturidiyah yang merupakan sebuah pemahaman sebuah firqah yang dinisbahkan pada Abu Manshur Al Maturidi, yang memiliki kesesatan yang lebih daripada Asy’ariyah. Dia menyebut a’imah dari firqah tersebut sebagai “Ahlus Sunnah wal Jama’ah”.</p>
<p>Dalam salah satu tulisannya, yang didalamnya terdapat pernyataan yang sebenarnya adalah merupakan imitasi dari perkataannya Ar Razi (seorang tokoh dari ahlul kalam). Dia berkata bahwa kita tidak bisa menerima Al Qur’an sampai terpenuhinya 10 syarat, dan salah satu syaratnya itu adalah Al Qur’an itu harus disesuaikan dengan ‘aql. Ini merupakan perkataannya Ar Razi.</p>
<p>Dia juga menulis dalam kitabnya Asy Syakhsiyyah Al Islamiyyah III/132, yang tulisannya membuktikan akan ke-maturidiyah-annya dan ke-asy’ariyah-annya. Dia men-ta’wilkan beberapa sifat Allah, seperti tangan Allah yang dia artikan sebagai kekuatan atau kekuasaan. Padahal kita temukan dalam kitab Syarhul Fiqhul Akbar Abu Hanifah halaman 33, disitu dikatakan bahwa tidak boleh untuk men-ta’wilkan tangan Allah sebagai kekuatan atau kekuasaan. Dan juga dalam kitab Tabyin Khadibul Muftari halaman 150, disana terdapat perkataan dari Imam Asy’ari (Abul Hasan Al Asy’ari) sendiri bahwa tidak boleh menyatakan atau meng-qiyaskan tangan Allah itu sehingga artinya adalah kekuatan atau kekuasaan. Sebab itu adalah perkataannya Mu’tazilah, salah satu firqah yang paling sesat.</p>
<p>Jika kita membuka kitab Syarh Ushulul Khomsah Al Mu’tazilah halaman 228, disana akan ditemukan perkataan salah satu imam dari mu’tazilah yaitu Al Qadhi ‘Abdul Jabbar, yang berkata bahwa manhaj “ahlus sunnah” adalah meyakini bahwa tangan Allah itu maksudnya adalah kekuasaan atau kekuatan.</p>
<p>Maka permasalahan inilah yang harus kita bahas terlebih dahulu, janganlah kita berbicara tentang syubhat-syubhat mereka tentang khilafah, hadits ahad, atau ‘adzab kubur, tapi mari kita bahas tentang at ta’wil yang mereka lakukan.</p>
<p>Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (penulis kitab Aqidah Thahawiyah) mengatakan bahwa ta’wil yang terbaik adalah meninggalkan ta’wil dan hanya mencukupkan pada nash (Al Qur’an dan As Sunnah) dan apa yang ada (disepakati) oleh Jama’atul Muslimin. Lalu, bagaimana bisa mereka, tukang ta’wil, dikatakan sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah padahal ucapan mereka bertolak belakang dengan ucapan Imam Ath Thahawi. Dan banyak lagi kesesatan lainnya.<br />
Bersambung ke Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (II)</p>
<p>(Dikutip dari terjemahan Membongkar Selubung Hizbut Tahrir, tulisan Syaikh ‘Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: reza</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-705</link>
		<dc:creator>reza</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 04:39:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-705</guid>
		<description>Umayyah, Abbasiyah dan Utsmaniyah bukanlah sistem khilafah tetapi sebuah dinasti atau kerajaan ! Benar pernyataan Bung Habib, ngapain susah-susah HTI bermimpi mendirikan Khilafah, tengok saja Ahmadiyah, kekhalifahan mereka sudah ada selama 100 tahun. Jangan-jangan inilah kekhalifahan sejati, sementara kaum HTI hanya bermimpi saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Umayyah, Abbasiyah dan Utsmaniyah bukanlah sistem khilafah tetapi sebuah dinasti atau kerajaan ! Benar pernyataan Bung Habib, ngapain susah-susah HTI bermimpi mendirikan Khilafah, tengok saja Ahmadiyah, kekhalifahan mereka sudah ada selama 100 tahun. Jangan-jangan inilah kekhalifahan sejati, sementara kaum HTI hanya bermimpi saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hudi</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-693</link>
		<dc:creator>hudi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 04:04:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-693</guid>
		<description>Selamat menjalankan Ibadah Puasa

Mohon Maaf Lahir dan Batin


Hudi Ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat menjalankan Ibadah Puasa</p>
<p>Mohon Maaf Lahir dan Batin</p>
<p>Hudi Ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Khathath bin kotot</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-683</link>
		<dc:creator>Khathath bin kotot</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 15:31:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-683</guid>
		<description>ya setuju dg @rian...

kenabian itu domainnya TUHAN, bukan manusia... so Khilafat minhajin nubuwwah pun domainnya TUHAN. Bukan hti

Jadi... emang mandat apa yang diterima hti dari TUHAN?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya setuju dg @rian&#8230;</p>
<p>kenabian itu domainnya TUHAN, bukan manusia&#8230; so Khilafat minhajin nubuwwah pun domainnya TUHAN. Bukan hti</p>
<p>Jadi&#8230; emang mandat apa yang diterima hti dari TUHAN?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rian</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-682</link>
		<dc:creator>rian</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 15:22:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-682</guid>
		<description>ya HUDI... Khalifah hti yang saya benci karena metodenya ga akan menghasilkan Khilafah ala minhajin nubuwwah, yaitu khilafat yang mengikuti nubuatan (Allah swt), Kalo dalam bahasa ente metode kenabian.

Ente bilang khilafat Turki-lah, Abasiyyah-lah... itu semua bukan Khilafat minhajin nubuwwah. Karena ente sudah mengangkat nash HR Ahmad coba petakan khilafat yang ente sebut itu kedalam empat fase itu. Menurut saya, khilafat minhajin nubuwwah itu adalah fase Khulafaur Rasyidin karena cuma itu yang mengikuti kenabian Muhammad saw, setelah itu non-sense... cuma kerajaan!

So tell me now... bagaimana hti akan membuat khilafat yang mengikuti nubuatan kenabian, sedang nabi itu HANYA diutus Allah swt? (dan BUKAN HTI!!!)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya HUDI&#8230; Khalifah hti yang saya benci karena metodenya ga akan menghasilkan Khilafah ala minhajin nubuwwah, yaitu khilafat yang mengikuti nubuatan (Allah swt), Kalo dalam bahasa ente metode kenabian.</p>
<p>Ente bilang khilafat Turki-lah, Abasiyyah-lah&#8230; itu semua bukan Khilafat minhajin nubuwwah. Karena ente sudah mengangkat nash HR Ahmad coba petakan khilafat yang ente sebut itu kedalam empat fase itu. Menurut saya, khilafat minhajin nubuwwah itu adalah fase Khulafaur Rasyidin karena cuma itu yang mengikuti kenabian Muhammad saw, setelah itu non-sense&#8230; cuma kerajaan!</p>
<p>So tell me now&#8230; bagaimana hti akan membuat khilafat yang mengikuti nubuatan kenabian, sedang nabi itu HANYA diutus Allah swt? (dan BUKAN HTI!!!)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hudi</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-678</link>
		<dc:creator>hudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 01:18:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-678</guid>
		<description>lucu semua deh lo

Khilafah ada dalil nashnya kenapa sodara-sodara benci

itu yang mengatakan nabi, kenapa anda mengkhianati nabi
(jangan pilih-pilih dalil dong)


Khilafah Pasti Kembali Dengan Izin dan Pertolongan Allah
Tepat 28 Rajab 1429 H ini, kita telah memperingati 86 tahun momentum yang paling menyakitkan bagi umat Islam di seluruh dunia, yaitu runtuhnya Khilafah. Tanggal 28 Rajab 1342 H, bertepatan dengan 3 Maret 1924, Kemal Attaturk (seorang agen Inggris), secara resmi membubarkan Kekhilafahan Turki Utsmani. Malam harinya, tengah malam, Khalifah Islam terakhir, Sultan Abdul Majid, diusir!

Empat bulan kemudian, 24 Juli 1924, Perjanjian Laussane ditandatangani. Di antara isinya, Inggris mengakui kemerdekaan Turki sekaligus menarik pasukannya dari Turki. Merespon sikap Inggris ini, seorang perwira Inggris saat itu memprotes Menteri Luar Negeri Inggris, Curzon. Dengan enteng Curzon menjawab, “Yang penting, Turki telah kita hancurkan dan tidak akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan spiritualnya, yaitu Khilafah dan Islam!” (Zallum, 2001: 184).

Curzon benar. Setelah sekitar 84 tahun menjadi republik, menerapkan hukum-hukum Barat sekular, dan membuang hukum-hukum Islam, Turki memang tidak pernah bangkit; kemakmuran tidak pernah terwujud; dan cita-cita untuk menjadi negara modern seperti Eropa tidak pernah terbukti. Turki bahkan nyaris bangkrut. Pada tahun 1994, 1 US$ dihargai 10.000 Turkish Lira (uang Turki). Pada tahun 2004, 1 US$ setara 1.500.000 Turkish Lira. Turki telah lama mengalami mega inflasi (di atas 100% pertahun). Di Turki ongkos naik bis kota pernah mencapai sejuta! (Fahmi Amhar, 2004).

Bandingkan kondisi Turki saat masih dalam wadah Khilafah dan menerapkan syariah. Tentang Kekhilafahan Turki Utsmani, Paul Kennedy, seorang pemikir Barat, menulis, “Imperium Utsmani lebih dari sekadar mesin militer; ia telah menjadi penakluk elit yang telah mampu membentuk satu kesatuan iman, budaya dan bahasa pada sebuah area yang lebih luas dibandingkan dengan yang pernah dimiliki oleh Imperium Romawi…” (Paul Kennedy-The Rise and Fall of The Great Powers: Economic Change an Military Conflict from 1500 to 2000).

Kehebatan dan keagungan Khilafah Islam bukan hanya pada masa Turki Utsmani, tetapi juga pada masa-masa Kekhilafahan sebelumnya, baik Abbasiyah, Umayah dan tentu saja masa Khulafaur Rasyidin. Tentang ini, Paul Kennedy, kembali menulis, ”Dalam beberapa abad sebelum tahun 1500, Dunia Islam telah jauh melampaui Eropa dalam bidang budaya dan teknologi. Kota-kotanya demikian luas, rakyatnya terpelajar, perairannya sangat bagus. Beberapa kota di antaranya memiliki universitas-universitas dan perpustakaan yang lengkap dan memiliki masjid-masjid yang indah. Dalam bidang matematika, kastografi, pengobatan dan aspek-aspek lain dari sains dan industri, kaum Muslim selalu berada di depan.” (Paul Kennedy-The Rise and Fall of The Great Powers: Economic Change an Military Conflict from 1500 to 2000),

Kepastian Kembalinya Khilafah

Meski sedemikian fakta sejarah membuktikan, dan pengakuan pun datang bukan hanya dari pakar Islam, tetapi juga pakar non-Muslim, tetap saja ada pihak yang meragukan kembalinya Khilafah. Bahkan ada yang menganggap kembalinya Khilafah itu mustahil, dan orang yang hendak menegakkannya kembali itu bagaikan tengah berfantasi.

Berkaitan dengan soal di atas, perlu kami tegaskan di sini, bahwa orang yang mengatakan bahwa Khilafah tidak akan bisa tegak itulah yang justru tengah berfantasi. Dengan izin Allah, Khilafah akan tegak kembali. Keyakinan ini ditopang oleh empat perkara:

Pertama, jaminan dari Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih untuk memberikan kekuasaan di muka bumi, sebagaimana yang pernah diberikan kepada para pendahulu mereka.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُون

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal salih di antara kalian, bahwa Dia sesungguhnya akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka; dan akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan, menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatu. Siapa saja yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS an-Nur [24]: 55).

Kedua, kabar gembira dari Rasulullah saw. berupa akan kembalinya Khilafah Rasyidah ala Minhaji Nubuwwah (berdasarkan metode kenabian), setelah fase penguasa diktator pada zaman kita ini., Nabi saw. Bersabda, sebagaimana dituturkan Hudzaifah al-Yaman:

« تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ ».

“Akan ada fase kenabian di tengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase Khilafah berdasarkan metode kenabian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase penguasa yang zalim, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Lalu akan ada fase penguasa diktator, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Setelah itu, akan datang kembali Khilafah ala Minhajin Nubuwah (berdasarkan metode kenabian).” Kemudian Baginda saw. diam. (HR Ahmad).

Ketiga, umat Islam yang hidup dan dinamis tentu akan menyambut perjuangan bagi tegaknya Khilafah dan siap mendukung perjuangan ini hingga Allah mewujudkan janji-Nya. Setelah itu, mereka akan bahu-membahu merapatkan barisan untuk menjaga Khilafah. Sesungguhnya umat ini diturunkan sebagai umat terbaik (khayra ummah), yang akan selalu bergerak untuk mewudukan predikat itu. Allah SWT berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ

Kalian adalah umat terbaik, yang dihadirkan untuk seluruh umat manusia. Kalian harus menyerukan kemakrufan dan mencegah kemungkaran serta tetap mengimani Allah. (QS Ali ‘Imran [3]: 110).

Keempat, adanya partai (hizb) yang ikhlas, yang terus bekerja dengan sungguh-sungguh siang dan malam bagi tegaknya Khilafah semata karena hingga janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah saw. itu benar-benar terwujud. Partai itu, sikapnya lurus, tidak pernah takut terhadap cacian orang yang mencaci, tuntutannya tidak pernah melunak serta tekadnya tidak pernah melemah sampai cita-citanya tercapai. Seolah-olah ini membenarkan sabda Nabi saw., sebagaimana dikeluarkan Muslim dan Tsauban:

« لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظاَهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ…»

Akan selalu ada satu kelompok dari umatku, yang selalu memperjuangkan kebenaran. Mereka tidak akan bisa dinistakan oleh siapa pun yang menistakan mereka, hingga urusan Allah ini menang, dan mereka pun tetap seperti itu.

Sesungguhnya berdasarkan satu faktor di atas saja cukup untuk menyatakan bahwa perjuangan demi tegaknya Khilafah bukanlah fantasi. Lalu bagaimana jika keempat fakta tersebut menyatu?

Tegaknya Khilafah adalah Cita-cita dan Perjuangan Umat Islam

Dalil-dalil yang membuktikan kewajiban untuk menegakkan kembali Khilafah sangat banyak, baik al-Quran, as-Sunnah maupun Ijmak Sahabat. Itu sudah sering dan berulang kami kemukakan dalam berbagai kesempatan. Karena itu, kami tidak perlu mengemukakannya kembali. Apalagi masalah ini merupakan perkara ma’lûm min ad-dîn bi ad-dharûrah (urusan agama yang sudah diyakini urgensitasnya).

Karena itulah, lihatlah sejarah dengan jujur, sejak Baginda Rasulullah saw. wafat, umat Islam berturut-turut mengangkat para khalifah; mulai dari Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar bin al-Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib); Khilafah Umayah, Khilafah Abbasiyah hingga Khilafah Utsmaniyah. Selama berabad-abad umat Islam tidak pernah putus di tengah jalan untuk terus mempertahankan Khilafah. Mereka tidak pernah menunda pengangkatan khalifah baru jika khalifah sebelumnya wafat. Konsistensi sikap umat Islam ini tidak lepas dari kesadaran mereka akan wajib dan urgennya Khilafah bagi umat Islam. Ini sekaligus membuktikan kebenaran sabda Rasulullah saw.:

«وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ »

Sesungguhnya tidak ada nabi setelahku; yang akan ada adalah para khalifah dan mereka berjumlah banyak. (HR al-Bukhari, Muslim, Ibn Majah dan Ahmad).

Alhamdulillah, kini umat Islam pun paham, bahwa Khilafah telah menjadi satu-satunya tuntutan mereka. Umat pun telah merindukannya. Ditambah lagi dengan fakta dan peristiwa yang terjadi akibat ulah negara-negara kafir penjajah—baik di Irak, Afganistan maupun Palestina—seperti kezaliman, pembunuhan, perampokan kekayaan alam dan upaya memperbudak rakyatnya untuk memuaskan nafsu penjajahan mereka. Semuanya itu terekam dengan baik dalam benak umat, dan mereka sadar, bahwa umat ini membutuhkan kekuatan. Semua itu hanya bisa diwujudkan dengan Khilafah. Dengannya umat Islam di seluruh dunia ini akan bersatu padu sebagai satu umat.

Mereka juga sadar, bahwa umat Islam ini adalah satu; akidah mereka satu; agama mereka satu; al-Quran mereka satu; kiblat mereka satu; syariah mereka satu; dan kepemimpinan mereka pun—sebagaimana yang dituntut Allah dan Rasul-Nya—harusnya satu. Itulah Khilafah Islam. Kesadaran itu kini bagaikan bola salju yang terus menggelinding. Karena itu, kembalinya Khilafah tinggal soal waktu. Semuanya ada di tangan Allah. Karena itu, hanya dengan izin dan pertolongan Allah, Khilafah pasti akan tegak kembali! Wallahu a’lam. []</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lucu semua deh lo</p>
<p>Khilafah ada dalil nashnya kenapa sodara-sodara benci</p>
<p>itu yang mengatakan nabi, kenapa anda mengkhianati nabi<br />
(jangan pilih-pilih dalil dong)</p>
<p>Khilafah Pasti Kembali Dengan Izin dan Pertolongan Allah<br />
Tepat 28 Rajab 1429 H ini, kita telah memperingati 86 tahun momentum yang paling menyakitkan bagi umat Islam di seluruh dunia, yaitu runtuhnya Khilafah. Tanggal 28 Rajab 1342 H, bertepatan dengan 3 Maret 1924, Kemal Attaturk (seorang agen Inggris), secara resmi membubarkan Kekhilafahan Turki Utsmani. Malam harinya, tengah malam, Khalifah Islam terakhir, Sultan Abdul Majid, diusir!</p>
<p>Empat bulan kemudian, 24 Juli 1924, Perjanjian Laussane ditandatangani. Di antara isinya, Inggris mengakui kemerdekaan Turki sekaligus menarik pasukannya dari Turki. Merespon sikap Inggris ini, seorang perwira Inggris saat itu memprotes Menteri Luar Negeri Inggris, Curzon. Dengan enteng Curzon menjawab, “Yang penting, Turki telah kita hancurkan dan tidak akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan spiritualnya, yaitu Khilafah dan Islam!” (Zallum, 2001: 184).</p>
<p>Curzon benar. Setelah sekitar 84 tahun menjadi republik, menerapkan hukum-hukum Barat sekular, dan membuang hukum-hukum Islam, Turki memang tidak pernah bangkit; kemakmuran tidak pernah terwujud; dan cita-cita untuk menjadi negara modern seperti Eropa tidak pernah terbukti. Turki bahkan nyaris bangkrut. Pada tahun 1994, 1 US$ dihargai 10.000 Turkish Lira (uang Turki). Pada tahun 2004, 1 US$ setara 1.500.000 Turkish Lira. Turki telah lama mengalami mega inflasi (di atas 100% pertahun). Di Turki ongkos naik bis kota pernah mencapai sejuta! (Fahmi Amhar, 2004).</p>
<p>Bandingkan kondisi Turki saat masih dalam wadah Khilafah dan menerapkan syariah. Tentang Kekhilafahan Turki Utsmani, Paul Kennedy, seorang pemikir Barat, menulis, “Imperium Utsmani lebih dari sekadar mesin militer; ia telah menjadi penakluk elit yang telah mampu membentuk satu kesatuan iman, budaya dan bahasa pada sebuah area yang lebih luas dibandingkan dengan yang pernah dimiliki oleh Imperium Romawi…” (Paul Kennedy-The Rise and Fall of The Great Powers: Economic Change an Military Conflict from 1500 to 2000).</p>
<p>Kehebatan dan keagungan Khilafah Islam bukan hanya pada masa Turki Utsmani, tetapi juga pada masa-masa Kekhilafahan sebelumnya, baik Abbasiyah, Umayah dan tentu saja masa Khulafaur Rasyidin. Tentang ini, Paul Kennedy, kembali menulis, ”Dalam beberapa abad sebelum tahun 1500, Dunia Islam telah jauh melampaui Eropa dalam bidang budaya dan teknologi. Kota-kotanya demikian luas, rakyatnya terpelajar, perairannya sangat bagus. Beberapa kota di antaranya memiliki universitas-universitas dan perpustakaan yang lengkap dan memiliki masjid-masjid yang indah. Dalam bidang matematika, kastografi, pengobatan dan aspek-aspek lain dari sains dan industri, kaum Muslim selalu berada di depan.” (Paul Kennedy-The Rise and Fall of The Great Powers: Economic Change an Military Conflict from 1500 to 2000),</p>
<p>Kepastian Kembalinya Khilafah</p>
<p>Meski sedemikian fakta sejarah membuktikan, dan pengakuan pun datang bukan hanya dari pakar Islam, tetapi juga pakar non-Muslim, tetap saja ada pihak yang meragukan kembalinya Khilafah. Bahkan ada yang menganggap kembalinya Khilafah itu mustahil, dan orang yang hendak menegakkannya kembali itu bagaikan tengah berfantasi.</p>
<p>Berkaitan dengan soal di atas, perlu kami tegaskan di sini, bahwa orang yang mengatakan bahwa Khilafah tidak akan bisa tegak itulah yang justru tengah berfantasi. Dengan izin Allah, Khilafah akan tegak kembali. Keyakinan ini ditopang oleh empat perkara:</p>
<p>Pertama, jaminan dari Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih untuk memberikan kekuasaan di muka bumi, sebagaimana yang pernah diberikan kepada para pendahulu mereka.</p>
<p>وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُون</p>
<p>Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal salih di antara kalian, bahwa Dia sesungguhnya akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka; dan akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan, menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatu. Siapa saja yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS an-Nur [24]: 55).</p>
<p>Kedua, kabar gembira dari Rasulullah saw. berupa akan kembalinya Khilafah Rasyidah ala Minhaji Nubuwwah (berdasarkan metode kenabian), setelah fase penguasa diktator pada zaman kita ini., Nabi saw. Bersabda, sebagaimana dituturkan Hudzaifah al-Yaman:</p>
<p>« تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ ».</p>
<p>“Akan ada fase kenabian di tengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase Khilafah berdasarkan metode kenabian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase penguasa yang zalim, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Lalu akan ada fase penguasa diktator, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Setelah itu, akan datang kembali Khilafah ala Minhajin Nubuwah (berdasarkan metode kenabian).” Kemudian Baginda saw. diam. (HR Ahmad).</p>
<p>Ketiga, umat Islam yang hidup dan dinamis tentu akan menyambut perjuangan bagi tegaknya Khilafah dan siap mendukung perjuangan ini hingga Allah mewujudkan janji-Nya. Setelah itu, mereka akan bahu-membahu merapatkan barisan untuk menjaga Khilafah. Sesungguhnya umat ini diturunkan sebagai umat terbaik (khayra ummah), yang akan selalu bergerak untuk mewudukan predikat itu. Allah SWT berfirman:</p>
<p>كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ</p>
<p>Kalian adalah umat terbaik, yang dihadirkan untuk seluruh umat manusia. Kalian harus menyerukan kemakrufan dan mencegah kemungkaran serta tetap mengimani Allah. (QS Ali ‘Imran [3]: 110).</p>
<p>Keempat, adanya partai (hizb) yang ikhlas, yang terus bekerja dengan sungguh-sungguh siang dan malam bagi tegaknya Khilafah semata karena hingga janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah saw. itu benar-benar terwujud. Partai itu, sikapnya lurus, tidak pernah takut terhadap cacian orang yang mencaci, tuntutannya tidak pernah melunak serta tekadnya tidak pernah melemah sampai cita-citanya tercapai. Seolah-olah ini membenarkan sabda Nabi saw., sebagaimana dikeluarkan Muslim dan Tsauban:</p>
<p>« لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظاَهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ…»</p>
<p>Akan selalu ada satu kelompok dari umatku, yang selalu memperjuangkan kebenaran. Mereka tidak akan bisa dinistakan oleh siapa pun yang menistakan mereka, hingga urusan Allah ini menang, dan mereka pun tetap seperti itu.</p>
<p>Sesungguhnya berdasarkan satu faktor di atas saja cukup untuk menyatakan bahwa perjuangan demi tegaknya Khilafah bukanlah fantasi. Lalu bagaimana jika keempat fakta tersebut menyatu?</p>
<p>Tegaknya Khilafah adalah Cita-cita dan Perjuangan Umat Islam</p>
<p>Dalil-dalil yang membuktikan kewajiban untuk menegakkan kembali Khilafah sangat banyak, baik al-Quran, as-Sunnah maupun Ijmak Sahabat. Itu sudah sering dan berulang kami kemukakan dalam berbagai kesempatan. Karena itu, kami tidak perlu mengemukakannya kembali. Apalagi masalah ini merupakan perkara ma’lûm min ad-dîn bi ad-dharûrah (urusan agama yang sudah diyakini urgensitasnya).</p>
<p>Karena itulah, lihatlah sejarah dengan jujur, sejak Baginda Rasulullah saw. wafat, umat Islam berturut-turut mengangkat para khalifah; mulai dari Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar bin al-Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib); Khilafah Umayah, Khilafah Abbasiyah hingga Khilafah Utsmaniyah. Selama berabad-abad umat Islam tidak pernah putus di tengah jalan untuk terus mempertahankan Khilafah. Mereka tidak pernah menunda pengangkatan khalifah baru jika khalifah sebelumnya wafat. Konsistensi sikap umat Islam ini tidak lepas dari kesadaran mereka akan wajib dan urgennya Khilafah bagi umat Islam. Ini sekaligus membuktikan kebenaran sabda Rasulullah saw.:</p>
<p>«وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ »</p>
<p>Sesungguhnya tidak ada nabi setelahku; yang akan ada adalah para khalifah dan mereka berjumlah banyak. (HR al-Bukhari, Muslim, Ibn Majah dan Ahmad).</p>
<p>Alhamdulillah, kini umat Islam pun paham, bahwa Khilafah telah menjadi satu-satunya tuntutan mereka. Umat pun telah merindukannya. Ditambah lagi dengan fakta dan peristiwa yang terjadi akibat ulah negara-negara kafir penjajah—baik di Irak, Afganistan maupun Palestina—seperti kezaliman, pembunuhan, perampokan kekayaan alam dan upaya memperbudak rakyatnya untuk memuaskan nafsu penjajahan mereka. Semuanya itu terekam dengan baik dalam benak umat, dan mereka sadar, bahwa umat ini membutuhkan kekuatan. Semua itu hanya bisa diwujudkan dengan Khilafah. Dengannya umat Islam di seluruh dunia ini akan bersatu padu sebagai satu umat.</p>
<p>Mereka juga sadar, bahwa umat Islam ini adalah satu; akidah mereka satu; agama mereka satu; al-Quran mereka satu; kiblat mereka satu; syariah mereka satu; dan kepemimpinan mereka pun—sebagaimana yang dituntut Allah dan Rasul-Nya—harusnya satu. Itulah Khilafah Islam. Kesadaran itu kini bagaikan bola salju yang terus menggelinding. Karena itu, kembalinya Khilafah tinggal soal waktu. Semuanya ada di tangan Allah. Karena itu, hanya dengan izin dan pertolongan Allah, Khilafah pasti akan tegak kembali! Wallahu a’lam. []</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: belito</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-676</link>
		<dc:creator>belito</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 06:56:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-676</guid>
		<description>hti itu kalo dalam pelajaran Biologi SMP saya dulu namanya SIMBIOSIS PARASITISME... artinya BENALU!

Why?
Hidup di Indonesia... tapi ideologinya luar punya!
Sumber dana... juga luar punya!
Mimpi punya Khilafah... Daulah... tapi tanahnya punya orang! rakyatnya punya orang!
Mimpi punya masjid... tapi masjidnya punya NU!

BENALU BANGET GITU LOHH!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hti itu kalo dalam pelajaran Biologi SMP saya dulu namanya SIMBIOSIS PARASITISME&#8230; artinya BENALU!</p>
<p>Why?<br />
Hidup di Indonesia&#8230; tapi ideologinya luar punya!<br />
Sumber dana&#8230; juga luar punya!<br />
Mimpi punya Khilafah&#8230; Daulah&#8230; tapi tanahnya punya orang! rakyatnya punya orang!<br />
Mimpi punya masjid&#8230; tapi masjidnya punya NU!</p>
<p>BENALU BANGET GITU LOHH!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rian</title>
		<link>http://antimui.wordpress.com/2008/08/26/sepanjang-diskusi-mereka-membuat-onar-dengan-cara-bertanya-yang-sangat-agresif-dan-meneriaki-seseorang-yang-berpendapat-berbeda/#comment-675</link>
		<dc:creator>rian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 06:42:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://antimui.wordpress.com/?p=242#comment-675</guid>
		<description>yaHUDI... Al-Islam yang ente agung-agungkan itu cuma satu benang merahnya : PROPAGANDA

Semua hal hti sambung2in dengan Khilafah.... dari mulai masalah kekayaan alam INDONESIA dikuasai asing, korupsi merajalela, Pornografi... menurut hti solusinya cuma satu :
KHILAFAH (itu pun versi ente!) Ini bukti sempitnya dunia hti.

yaHUDI... Kalo ente bilang hti peduli Indonesia... nyatanya ente lebih peduli ada YAHUDI ngegusur rumah orang Palestina daripada pemda ngegusur masyarakat miskin dibawah kolong tol! Sori ya... ga ada kontribusi RIIL hti!!! jadi terus terang ana ga percaya.

yaHUDI... kalo ente bilang mana reaksi orang liberal ketika ada upaya disintegrasi? inilah salah satu reaksi kami ketika ente mencoba makar dan menyetujui tindakan temen2 kongkow ente memerangi anak2 bangsa di AMBON. Tanpa sadar entelah bagian dari komparador2 asing yang ente sebutkan itu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yaHUDI&#8230; Al-Islam yang ente agung-agungkan itu cuma satu benang merahnya : PROPAGANDA</p>
<p>Semua hal hti sambung2in dengan Khilafah&#8230;. dari mulai masalah kekayaan alam INDONESIA dikuasai asing, korupsi merajalela, Pornografi&#8230; menurut hti solusinya cuma satu :<br />
KHILAFAH (itu pun versi ente!) Ini bukti sempitnya dunia hti.</p>
<p>yaHUDI&#8230; Kalo ente bilang hti peduli Indonesia&#8230; nyatanya ente lebih peduli ada YAHUDI ngegusur rumah orang Palestina daripada pemda ngegusur masyarakat miskin dibawah kolong tol! Sori ya&#8230; ga ada kontribusi RIIL hti!!! jadi terus terang ana ga percaya.</p>
<p>yaHUDI&#8230; kalo ente bilang mana reaksi orang liberal ketika ada upaya disintegrasi? inilah salah satu reaksi kami ketika ente mencoba makar dan menyetujui tindakan temen2 kongkow ente memerangi anak2 bangsa di AMBON. Tanpa sadar entelah bagian dari komparador2 asing yang ente sebutkan itu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
