MUI dan FATWA haram untuk rokok

Assalamualaikum ya ayyuhal lazina amanu,

Opini yang berkembang tentang akan di keluarkannya Fatwa haram untuk rokok di bincangkan dimana-mana. Ana berperinsip memang rokok lebih banyak mudaratnya daripada kebaikannya, maka ana setuju-setuju saja jika ada yag mengeluarkan Fatwa haram, asal tidak konsekwen, tegas, dan tidak setengah-setengah (keseluruh umat Islam tanpa pakai syarat pembatasan umur segala), apalagi jika ada yang main mata dengan dikeluarkan fatwa ini.

Dari beberapa ulama yang santer mengopinikan fatwa ini, adalah KH. Amidan, seorang ulama dari PBNU. Menariknya, ana menemukan sebuah arikel yang mengkritik fatwa ini coba deh ente-ente baca….

PBNU Tak Setuju Rokok Diharamkan
Selasa, 19 Agustus 2008 17:45

Surabaya, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku tak setuju atas rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan mengeluarkan fatwa bahwa rokok haram hukumnya. Menurutnya, hukum haram terhadap rokok justru akan lebih banyak dampak buruknya.

Selain itu, jelasnya, tidak ada satu pun ulama di dunia, termasuk ulama Syiah, yang memfatwakan rokok dengan hukum haram. Hanya para ulama Wahabi yang memberikan hukum terhadap hal itu.

“Paling-paling mereka (ulama Wahabi) menghukumi makruh. Itu sudah paling keras,” tandas Kang Said—begitu panggilan akrabnya—kepada NU Online di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Dampak buruk lainnya jika rokok diharamkan adalah dari sisi ekonomi. Fatwa tersebut jelas akan “membunuh” para buruh pabrik rokok, juga para petani tembakau, yang kebanyakan mereka juga kalangan nahdliyin (warga NU).

Kang Said menduga, MUI tampak tak memperhatikan sisi tersebut. “Dampak yang begitu besar itu kayaknya tidak dipikirkan oleh MUI,” tandasnya.

Ia berkesimpulan, rencana MUI yang akan mengharamkan rokok hanyalah bentuk ‘kelatahan’. “Saya melihat MUI sekarang sudah latah. Kayak enggak ada masalah yang lebih penting saja,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Kang Said kembali mengulang keraguannya terhadap status MUI;lembaga fatwa atau organisasi kemasyarakatan (ormas). “Kalau dia ormas, seharusnya punya anggota massa, kalau memang lembaga fatwa, cukup beberapa orang saja, kayak MK (Mahkamah Konstitusi) itu. Ini malah tidak jelas posisinya,” gugatnya. (sbh)

MasyaAllah, Ana kira paragraf terakhir mengungkapkan keraguan ana selama ini. Ini membuktikan, ana buka sembarangan menuduh MUI, ana kira ini adalah bagian dari keritik kepada para ulama dan umaroh. Jangan lah berburuk sangka dengan cuma menuduh kafir, liberal, antek yahudi,, dan sebagainya, padahal tak ada yang memberikan dimana letak kesalahannya. marilah menjadi muslim/muslamah yang baik dan lebih baik.AMIN

About these ads

  1. Kodok

    Wahhh setoran pabrik rokok ke MUI udah berkurang kali ya…?? jadinya pengen mengharamkan rokok…..
    Kalo setoran dari kelompok rabithah yang mengharamkan rokok dan anti ahmadiyah tuhh kayaknya naik deh… jadinya dua fatwa tadi keluar he he he

  2. joo

    aku lebioh ngelihatnya positif aja dgn rencana mui mo ngeluarain fatwa rokok haram. aku pikir itu bentyuk perhatian mui thd kondisi sosial. tidak lebih.
    mgkin kita selama ini terlalu takut dgn kata haram, jadinya kita seolah mendengar kata haram itu terlalu berat. haram di sini aku lbh ngartiin, bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatan perokok aktif juga terhadap perokok pasif. karena kasihan jg yang gak ngrokok kena getah dari si perokok. berap0a banyak orang mati gara-gara asap rokok, padahal dirinya tidak merokok.
    bir atau minuiman keras lainnya jg haram, secara fiqih. toh buktinya pabrik terrsebut tidak berhenti memproduksi. dalam artian tidak mengurangi jumlah tenaga kerja.
    dosa itu urusan individu dgn tuhannya. mungkin kita terlalu takut dengan kata haram sehingga kita menganggap konyol rencana mui itu. santai aja.
    silahkan merokok tapi jangan egois. negara barat aja yang sekuler dan liberal telah “mengharamkan” rokok bagia anak2.

    SILAHKAN MEROKOK, TAPI HARGAI YANG TIDAK MEROKOK.
    thx.

  3. sufimuda

    Kata seorang teman yang dekat dengan “ulama” yang katanya bukunya berlemari-lemari dan menguasai ilmu alat (Maksudnya bahasa Arab dan Tata Bahasanya) dia pernah wawancara dengan ulama itu, dan dia pernah berkata: “Anda mau fatwa yang mana? Yang halal atau yang haram? Semua ada dalilnya.” Menarik bukan?
    ada beberapa fakta menunjukkan terkadang fatwa itu bisa saja karena pesanan coba baca http://sufimuda.wordpress.com/2008/06/06/ulama-yang-memperdagangkan-agama/

  4. Ojab

    Kalau rokok diharamkan, negara kehilangan potensi pendapatan dari cukai rokok +/- Rp. 5 trilyun setahun (source: Media Indonesia). Belum lagi sekitar 500 ribu karyawan yang bergantung pada bisnis ini. Tapi konon, kata Ibu Menkes, rokok itu pembunuh nomor 1 di Indonesia (karena menjadi pemicu sakit jantung, kanker paru2, kanker getah bening dll). Jadi…kayanya bisnis roko JANGAN diharamkan karena 2 alasan:
    1. Industri rokok menyangkut hajat hidup orang banyak dan pemasukan negara.
    2. Rokok merupakan cara yang efektif untuk mengurangi jumlah penduduk Indonesia yang udah kebanyakan ini.

  5. kira-kira mengharamkan rokok tanpa fatwa bisa gak ya.. ?
    tentu bisa kalau lah pemerintah turun tangan. menurut saya ini masalah sosial seharusnya pemerintah yang menjadi front terdepan untuk mengatasinya.

    kita bisa tengok negara maju, kok tingkat perokoknya tidak banyak ketimbang negara berkembang. so apa faktornya.. ya karena pemerintahan negara maju ikut mengatur/mengurangi kebiasaan merokok dengan menaikan/meninggikan pajak cukai rokok.

    lah di negeri kita, saya pikir pemerintahannya mandul untuk menerapkan seperti apa yang di terapkan negara maju. tentunya dengan banyak pertimbangan. ada yang bilang mengurangi pendapatan negara, perusahaan nya bangkrut lah, ada yang berpendapat nanti banyak pengagguranlah, para petani tembakau gulung tikarlah. bukannya banyak pengagguran/masalah sosial ini adalah tugas pemerintah terhadap rakyatnya.. ? kita hanya senang melihat anak2 kecil/kita merokok,. tanpa kita bisa berbuat bagaimana caranya menghentikan kebiasaan merokok, kita tidak sadar berapa mudah nya propaganda yang dilakukan oleh pengusaha rokok,

    btw fatwa haramnya rokok kan baru wacana yang di gulirkan oleh MUI dan KPAI (kak seto) jadi tidak murni MUI semata, kan belum final apakah jadi atau tidaknya diharamkan.

    walaupun saya perokok juga, so far saya setuju setuju aja fatwa MUI ini :D

  6. gabriel Assakoni Aljais

    MUI kumpulan orang – orang kumprung alias jahil. Nyebut tapi tidak tau yang disebut, kayak orang ngigo. Kata Ulama adalah orang yang Tau, yang paham, yang mengerti tentang Ilmu agama. Agama yang disebut Islam. Kalau kagak tau ya siap-siap aja malaikat nunggu di alam kubur. emang enaaaK.




Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: