Inikah pemimpin Islam yang ingin menegakkan Syariat Islam di Indonesia?

Dari: BangTopik <alislam82@…>
Tanggal: 2 Juli 2008 17:43
Subjek: inikah pemimpin Islam yang ingin menegakkan Syariat Islam di Indonesia? ::Lagi penahanan anggota DPR dari Partai Islam::
Ke: mediacare <mediacare@yahoogroups.com>, aliansi-kebebasan@yahoogroups.com, dunia-baru@yahoogroups.com, forum pembaca <Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com>

Lagi penahanan anggota DPR dari Partai Islam karena korupsi, Bulyan Royan Anggota DPR dari Partai Bintang Reformasi (PBR) tersandung kasus korupsi. Sebelumnya dalam tahun ini pula Al amin Nasution dari Partai Persatuan Pembangunan(PPP) terkena kasus yang sama, yang konon melibatkan juga anggota dari Partai Keadilan Sejahtera(PKS). Korupsi seakan memang sudan menjadi hal yang jamak bagi kalangan pejabat, lucunya saat ini malah menular kepada kader partai Islam yang selalu menggembar-gemborkan Amal Ma’ruf Nahi Mungkar, terlebih sangat terlihat dari begitu besarnya dukungan mereka dari kelompok-kelompok Islam dan MUI yang mengusung SYARIAT ISLAM.

“Amar Ma’ruf”, iya. “Nahi Mungkar”, tergantung situasi-kondisi.
Ternyata inilah Amal Ma’ruf Nahi Mungkar yang mereka dengungkan dan paksakan kepihak lain dilanggar oleh oknum pemimpin-pemimpin Islam juga. lebel Syariat Islam ternyata tidak menjadi “warning” bagi mereka untuk tidak melakukan kejahatan.

Dizaman reformasi ini, banyak yang meyakini aturannya sebagai yang terbaik. Diawal tahun 2000an seorang anak dipotong tangannya karena mencuri dan itu diusulkan oleh seorang ustad dengan alasan Syariat Islam. Artinya ustad ini tidak mengindahkan aturan pemerintah yang ada karena menurutnya aturan yang diayakini lebih baik. termasuk apa yang dilakukan kelompok-kelompok yang melakukan kekerasan atas dasar dibolehkan memerangi dan memukuli pelaku maksiat, tanpa mengindahkan polisi.

Pertanyaannya, apakah pemimpin-pemimpin Islam ini berani dipotong tangannya sesuai Syariat Islam (yang selalu mereka kedepankan) jika mereka dijatuhi hukuman bersalah di pengadilan? berapapun lama penjara yang diberikan, apakah mereka juga tidak akan berlindung pada peraturan pemerintah saat ini?

Kerancuan pemikiran Politik Islam
Selama ini memang terasa janggal dengan adanya kelompok dan partai Islam yg bersemangat membuat sistim pemerintahan kepada Syariat Islam. Terdapat kontradiktif disini, dimana menurut pengertian kelompok-kelompok yang mendukung Syariat Islam, Sistim pemerintahan yang benar adalah terpimpin dibawah seorang Khalifah dan diluar itu salah, termasuk Demokrasi.

Tetapi dengan didirikannya Partai Islam menunjukan kelompok-kelompok ini memperjuangkan Syariat Islam dengan jalan yang mereka salahkan sendiri (Demokrasi). Dengan kata lain, saat kelompok ini menyalahkan demokrasi yang dianut dinegri ini dan mengatakan sistim yang berdasarkan Syariat Islam adalah yang paling benar diwaktu yang sama merka sedang memperaktekan sistim yang mereka salahkan.

Masa depan Negara Indonesia ber-Syariat Islam
Rupanya beginilah Negri kita dimasa depan, jika sudah bersyariat Islam. Dari prilaku pemimpin partai Islam yang duduk di DPR Kita bisa lihat tak ada perubahan dari kualitas pemimpinnya, masih tetap korup. Lalu mari kita bayangkan jika demokrasi, dimana masyarakat masih diberi ruang untuk berkomentar dan menentukan nasib bangsanya diganti dengan sistim yang hanya seorang pemimpinlah yang berhak menentukan segalanya (sistim syariat Islam berdasarkan kepemimpinan khalifah), sedangkan pemimpinnya seperti sekarang ini. Wallahu alam bi sawab.

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/07/tgl/03/time/075129/idnews/966201/idkanal/10

03/07/2008 07:51 WIB
Ssstt… Bulyan Royan Pernah Usul Calo DPR Dipancung Saja
Muhammad Nur Hayid – detikcom

Jakarta – Inilah contoh anggota DPR yang lain di mulut, lain di hati. Anggota Fraksi PBR Bulyan Royan yang ditangkap KPK karena diduga menerima suap ternyata dulu pernah berkomentar keras soal praktek percaloan.

Tak tanggung-tanggung, Bulyan yang saat itu duduk di Komisi V DPR meminta anggota DPR yang melakukan praktek percaloan dipancung saja. Bulyan mengaku sangat malu atas praktek memalukan itu.

“Kami sangat malu, bahkan di atas malu. Sebagai anggota Dewan yang terhormat yang seharusnya membantu bencana, ini malah membuat bencana pada rakyatnya sendiri dengan praktek pencaloan itu,” kata Bulyan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 14 September 2005.

Bahkan, Bulyan juga meminta agar anggota DPR yang terbukti bersalah dihukum pancung, karena tindakannya begitu bejat. “Tidak ada mekanisme hukuman yang bisa mengatur itu, karena perilaku mereka sudah menciderai penghormatan lembaga DPR,” ujar dia.

Namun menariknya, usai ditangkap KPK, Bulyan menganggap success fee yang diterimanya sebesar US$ 66 ribu dan 5.500 euro dari rekanan pengadaan kapal patroli laut di lingkungan Dephub tak ada masalah.

Kepada rekan sejawatnya di DPR, Rusman Ali, yang mengunjunginya di Rutan Polda Metro Jaya, Bulyan berkata ‘kalau saya dapat fee, apakah saya salah?’ Namun Bulyan mengaku menangis saat Rusman datang. ( aba / nrl )


http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/07/tgl/03/time/103144/idnews/966314/idkanal/10
03/07/2008 10:31 WIB
Ali Muchtar Ngabalin Ke Diskotek Tetap Pakai Sorban
Niken Widya Yunita – detikcom

Jakarta – Jika Anda mampir ke gedung DPR dan tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang bersorban, langsung sapa saja: Halo, Pak Ngabalin!

Sebab sorban adalah ciri khas politisi Partai Bulan Bintang bernama lengkap Ali Mochtar Ngabalin ini.

“Sorban itu untuk forbidden dan biar saya ada warning dalam bergaul,” ujar Ngabalin dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (2/7/2008).

Menurut pria kelahiran 25 Desember 1968 ini, pemakaian sorban merupakan pesan dari ayahnya yang merupakan ulama asal Kabupaten Fak-fak, Papua.

“Saya termasuk orang yang bergaul bebas dengan semua kalangan. Orang tua saya
ulama. Beliau tidak mau juga saya bergaul bebas. Nanti bisa orang menilai orang tua tidak bisa mendidik anaknya. Jadi saya diberi semacam sugesti,” bebernya.

Karena kerap memakai sorban, stok sorban Ngabalin pun banyak, sekitar 20 hingga 28. Sorban yang dikenakannya selalu berkain panjang berwarna putih. Selain itu ada juga topi adat Bugis untuk menyanggahnya.

“Nama topinya tobone. Topi itu berwarna hitam dan berasal dari Bugis. Saya pakai itu karena ada darah dari Sulawesi,” kata Ngabalin yang sedang berada di NTB mengikuti kampanye calon gubernur dari PBB.

Ngabalin merawat dengan baik koleksi sorbannya itu. Satu sorban dipakai 3-4 kali lalu dicuci di laundry dan disimpan di lemari yang suhunya diatur. “Yang merawat istri saya,” kata pria lulusan Fakultas Komunikasi dan Dakwah IAIN Makassar ini.

Ngabalin mengaku sorban merupakan ciri khasnya dalam berbusana. Sehingga sorban hanya dilepas pada saat mandi dan istirahat di rumah.

“Kalau di rumah ada tamu saya tidak terbiasa untuk melepaskannya. Saya ke diskotek dan berpesta pora juga pakai sorban. Begitu juga saat sedang berada di luar negeri. Sampai-sampai saya dibilang dari Yaman,” candanya.( nik / nrl )


  1. citra islam terbawa dalam dua kasus anggota DPR partai islam ini. seharusnya agama di pisahkan dari dunia politik… Pluralisme……. kayaknya lebih bagus parpol di larang bawa2 agama dan bawa2 tuhan dalam politik…..untuk menyelamatkan citra agama itu sendiri…

  2. AgnostiC FronT

    Ya inilah wajah para pejabat di Indonesia….NGAKUNYA SIY BERAGAMA, BUT ONCE AGAIN DIPERBUDAK SAMA UANG, JABATAN, DAN KEKUASAAN..CONTOHNYA DEPAG AND MUI…MUNAFIK, SIAPA YANG MERASA DIRINYA SUCI, BOLEH LEMPAR BATU DULUAN…MAKANYA JANGAN BELAGA JADI TUHAN….BISA KEBLINGER, KARENA KITA CUMA DEBU DAN AKAN KEMBALI KE DEBU….BUBARKAN MUI, BUBARKAN FPI, GANTUNG MATI SI RIZIQ DAN ANTEK2NYA!!! ATO GAK DEPORTASI LAH PARA PERUSUH DARI ARAB INI!!

  3. stevanus yohannes

    ngaca dulu sebelum komentar… ingat! Tuhan Maha melihat!!!!
    tunggu saatnya tiba……

  4. hmmm intropeksi diri ajahhh

  5. wahyu

    assalamu’alaikum..
    setiap individu memang beda-beda, menurut saya kita jangan menyalahkan semuanya karena satu orang saja..apalagi untuk berita yang kita sendiri juga cuma dengar dari orang lain..islam cinta perdamaian, eratkan ukhuwah jangan saling menyalahkan. setuju dengan zoel, bukankah lebih baik kita instropeksi diri, apakah kita sudah baik? dosa apa saja yang kita lakukan? dari sholat wajib aja, apa kita udah gk pernah bolong? kalo gk apa kita udah kusyuk? apa selalu jamaah?? apakah bacaan kita udah bener?? apakah kita sudah bisa menerapkan makna sholat dalam kehidupan? sebenarnya kita sendiri masih banyak kekurangan kan…ada yang merasa dirinya sebagai manusia sempurna?? pasti gk kan.
    semoga Allah selalu memberi kita hidayah..

  6. Itu kesalahan orangnya, Bukan agamanya !
    Ini bukan suatu artikel yang menyudutkan salah satu agama bukan ?

  7. byguys

    Bahwasanya setiap individu itu memiliki sifat yang berbeda-beda itu betul.. Yang salah harus dihukum saya sepakat. Tapi saya sangat tidak sepakat kalau tiba-tiba anda menyalahkan syariat islam. Sebetulnya kalau kita lebih jernih yang salah adalah orangnya, bukan sistem syariahnya atau bahkan agamanya. Sungguh berdosa jika kita memandang rendah hukum yang dibawa agama.
    Sebuah krisis besar yang sebetulnya melanda negeri ini adalah krisis moral. Di mana mental manusianya suka korupsi, menjilat atasan, sikut kanan sikut kiri, menginjak bawahan dsb.
    Bagaimanapun juga agama mengajarkan kebaikan. Dari situlah seharusnya kita paham bahwa jika prinsip agama betul betul diterapkan maka harapannya krisis moral tadi akan bisa ditekan..
    Jika kita tidak tahu masalahnya lebih baik diam. Dari situlah muncul peribahasa diam itu emas. Kalau belum tahu mengenai sistem syariah secara detail ya lebih baik tidak menjelek-jelekkan. Kecuali jika ternyata memang anda sudah punya niat tertentu..
    “La hawla wa laa quwwata illabillah…”

  8. Assalamualaikum,
    Tulisan diatas tidak menyudutkan suatu agama. karena ana kira hal ini terjadi pada banyak orang indonesia dan semua orang Indonesia pasti beragamakan (walaupun ada juga yg hanya KTP nya).

    Yah, memang ini bukan kesalahan Agamanya, tetapi orangnya. orang ang memanfaatkan agama dan menafsirkan agama demi kepentingannya. inilah yang terjadi. Kalau ana boleh sebut, inilah penodaan yang sesungguhnya, jauh bernoda dari Ahmadiyah.

    Selama ini kita didengungkan kata “Syariat Islam” yang simpang-siur arahnya, yang penting “Syariat Islam”. Inilah yang ana bilang pembodohan umat.

    Kelompok-Kelompok Islam ini berupaya menegakkan “Syariat Islam” tapi “Syariat Islam” yang mana? “Syariat Islam”adalah hukum berdasarkan al Qur’an dan al Quran kenyataannya ditafsir oleh ribuan orang dari yg sangat ulama santun hingga osama bin laden. JADI “Syariat Islam” YANG MANA?

    Maka inilah contoh yang terjadi jika “Syariat Islam” itu SOK DIUSuNG padahal DIMANIPULASI. maka tidak bukan tidak mungkin “Syariat Islam” hanya alat untuk orang berkuasa dengan semaunya….seperti contoh di atas…

  9. person dan agama ga’ bisa dipukul rata, korupsi yah korupsi, karna korupsi bukan ajaran agama islam apalagi syariat.
    ketika seseorang (anggota DPR) berbuat jahat apapun jenis kehajatannya maka dia harus bertanggung jawab secara person.

  10. NASHIRAH

    “Janganlah engkau mengikuti apa-apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut, karena pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya”. (Q.S 17 : 36)

  11. kejujurannya

    tulisan anda penuh nuansa politis yang dengung-dengungkan oleh orang-orang yahudi dan nasrani untuk memecah umat islam, memang ada pemimpin yang nyeleneh seperti itu yang menggunakan agama sebagai batu loncatan tetapi anda harus bisa melihat lebih objektive dan teliti lagi, karena jauh lebih banyak yang masih berpegangan dengan amar maruf nahi munkar dan bisa membedakan antara masalah pribadi seorang dan masalah lembaga atau partai. anda jangan apatis seperti itu karena dengan tulisan anda tersebut kita bisa melihat bahwa anda adalah bagian dari orang-orang yang memusuhi islam dan selalu membesar-besarkan permasalahan.

  12. PriYa's

    Salam wa rahmah….

    @Kejujurannya
    Btul sekali ap yg Anda katakan. sgt b’nuansa politis dan tulisan yg sedikit intelektual utk mengubah paradigma kita.

    s’blmnya,,apapun itu pemikiran org ttg islam, saya serukan ttp pegang teguh agama kita ini dengan tauhid yg sebenar-benarnya lurus. FOR ALL THE PEOPLE, FEEL TRANQUILITY, FEEL CONFIDENT. ISLAM IS THE RELIGION OF PEACE, THE WAY TO PARADISE…

    surprise sekali…cz saya ru prtama kali msk blog ini,,n langsung d suguhkan ANTI MUI. WEW !!! Anda merasa lebih paham dan pintar dengan para ulama-ulama yg berijtihad dalam forum MUI ya??? congratz..tuk kpintaran mu sekaligus kebodohanmu yg amat sgt..

    tidak aneh klo kita kembalikan persoalan ini kpd alquran. krna alquran pun telah menyebutkan dan memperingatkan org2 munafik dan fasik sprti itu. syariat islam yg d ambil sumber’y dari alquran telah memperkenalkan dan mengancam org2 sprti itu. oleh karena itu sbnr’y agama dan hukum syariat lah yg benar, cm ad oknum yang tidak taat pada hukum dan syariat itu. dia memperjualbelikan ayat-ayat Allah demi kepentingan dirinya sendiri….Masya Allah..!!!

    masalahnya knp org yg mengusung hukum syariat, tp perbuatannya tdk sesuai dgn yg d syariatkan ??? Anda benar, syariat islam hanya sbatas label saja. kalau syariat itu bnr2 d terapkan sepenuhnya dan org2’y komit untuk melaksanakannya dan tidak ada intrik2 politik taw kepentingan dia sendiri, saya yakin perbuatan itu tdk akn prnh ada, dan kalau ada pun lngsung bisa d selesaikan..!!! ISLAM MERINDUKAN MASYARAKAT YG DEMIKIAN….

    salam…

  13. Ada boleh saja menghujat pelakunya tapi tidak untuk agamanya,mungkin saja sipelaku memakai agama hanya sebagai hiasan ktp untuk memuluskan semua rencana bejatnya!!!!!!!!!!!!!!!!

  14. ya PriYa’s,
    Ente bisa aja berharap Islam itu
    “FOR ALL THE PEOPLE, FEEL TRANQUILITY, FEEL CONFIDENT. ISLAM IS THE RELIGION OF PEACE, THE WAY TO PARADISE…”
    tapi apakah pikiran ente itu sama kaya pikiran orang-orang di FPI, HTI, MMI, bahkan MUI?

    Mana yang ente setujui? Syariat Islam di Aceh atau di Pakistan atau di Aftanistan? Diaceh sampaii saat ini tidak terdengar ada orang yang dipotong tangannya, apakah ente pikir tidak ada yang mencuru di daerah itu sama sekali? ini adalah masalah penafsirang ya akhi….

    Sampai saat ini yang ana tau hukum kita masih KUHP bukan syariat Islam. Ana pikir bukan kah orang yang melakukan hukum didalam hukum yang ada bisa disebut “penghianat”, ana ga nuduh, tapi bukan kah begitu? sama seperti negara didalam negara.

    Ente mengatakan dengan Syariat Islam pasti akan membuat lebih baik? bagaimana bisa lebih baik, jika orang2 yang mengatakan dirinya yang mengusung hal itu saja malah melakukan kemungkaran atau dia malah melakukan sebaliknya. Apakah berani dia di pancung setelah terbukti? dan apakah ente siap mengejar mereka yang korupsi lalu
    memancung tangannya.
    masalah nama web ini, ente bisa lihat di “about”

  15. ya uday,
    ana orang Islam, ga mungkin ana menghujat agama ana sendiri, itu berarti ana menghinakan diri ana. Jelas, ana dengan ini menyangkan tindakan mereka yang melakukan kemungkaran, kemunafikan dan kebodohan memaksakan Syariat Islam dengan caranya sendiri dengan pikiran sempit. tidakkah ente berfikir, dalam undang2 negara ini syariat Islam lah yang paling banyak dipakai…

  16. aga

    Assalamu’alaykum..

    @ PriYa’s

    Iman itu bisa berubah dalam hitungan detik, tak luput para pemimpin kita…
    Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah, kita hanyalah hamba-Nya yang dhoif…
    Jadi bukan syariat yang seharusnya disalahkan tapi person yang mungkin saat itu khilaf…
    Sebuah pertanyaan, “Adakah diantara kita disini yang selalu benar??” Ana rasa tidak ada!
    Marilah kita berkaca kembali, itu bukanlah hak kita untuk menghakimi itu semua, semoga kita bs selalu istiqomah di jalan-Nya…

    Wallahu a’lam…
    Wassalamu’alaykum warahmatullah…

  17. Achmad Zaeni

    saya yakin penulis di atas, tidak mempunyai pemahaman yang memadai mengenai syariat islam (sama seperti saya..). Sayangnya berani komentar panjang lebar dengan prasangka yang buruk mengenai Syariat Islam, sehingga komentar mengenai Syariat Islam terkesan agak miring.
    Saya yakin hal tersebut karena penulis menyatakan bahwa demokrasi memberikan ruang untuk berpendapat sedangkan dalam Syariat Islam hanya pemimpin yang punya hak segalanya. Ini jelas hanya pemahaman orang yang sebenarnya tdk mengerti tentang Syariat Islam.
    Syariat Islam sebenarnya adalah pengejawantahan sholat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sholat seorang imam, belum tentu benar. Kita dapat mengkoreksi kesalahan imam, dan imam pun harus mengkoreksi tindakannnya jika ia salah. Nah.,.. bukankah ini salah satu bentuk demokrasi.
    Kesalahan fatal penulis adalah menilai syariat islam dari manusianya….Hal ini sama saja dengan pandangan orang-orang non muslim terutama bangsa barat bahwa isalam adalah teroris, kumuh dan bodoh…Mereka memandang hal ini karena selalu mendapatkan informasi yang dikuasai oleh non muslim untuk menjelekkan islam.
    Kalo sang penulis adalah seorang muslim, saya harap anda sebaiknya koreksi diri sendiri dulu dan pelajari agama anda dengan baik. Namun jika anda non muslim, sy harap jangan memancing hal-hal yg tidak baik. Setiap agama mengajarkan untuk saling menghargai.
    Wassalam.

  18. karena nila sebelanga rusak susu se titik…

    di dpr masih ada susu?

    *kayaknya masih ada dech*

  19. ya Achmad Zaeni,

    “saya yakin penulis di atas, tidak mempunyai pemahaman yang memadai mengenai syariat islam (sama seperti saya..). Sayangnya berani komentar panjang lebar dengan prasangka yang buruk mengenai Syariat Islam, sehingga komentar mengenai Syariat Islam terkesan agak miring.”

    paham atau tidak paham memang relatif, coba ente baca kembali tulisan diatas….siapa yg di sudutkan?…inilah yg ana sedihkan saat ini, umat di kerdilkan dengan pemikiran sempit. baca lagi komenter ana di atas…apa ana senyudutkan agama tercinta ana?

  20. byguys

    Benar nih anda adalah Habib Hasan bin husein bin Assegaf ?

    Nampaknya sudah banyak juga orang mengingatkan. Seandainya anda orang yang bermaksud baik tolong coba renungkan lagi apa yang sudah anda lakukan. Sekedar mengulangi pesan dari nashirah “Janganlah engkau mengikuti apa-apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut, karena pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya”. (Q.S 17 : 36).

    Kalau anda orang Islam maka bertobatlah saudaraku. Mudah2han anda bukan yang termasuk dalam golongan sudah “ditutup” telinganya oleh Allah. Fattaqullah yaa ulil albaabil la’alakum tuflihuun..(QS Almaidah 100). Sangat lucu kalau orang Islam sendiri menyangsikan syariat yang dibawa oleh Islam. Kalau anda bukan orang Islam maka tunjukanlah kalau anda orang yang toleransi pada agama lain, jangan mempengaruhi dengan hal2 yang mungkin bisa memecah belah umat agama lain. Jangan khawatir Syariat Islam bukan berarti memaksa orang non Islam untuk masuk Islam. Syariat Islam juga mengajarkan untuk saling menghormati dengan pemeluk agama lain. Artinya hal tersebut sebenarnya tidaklah bertentangan dengan pancasila.

  21. habibhasan

    Ya Allah…Masih banyak umat yang sempit sekali pemikirannya. bagaimana ada orang islam yang kehidupanya tidak mengerjakan Syariat Islam…Ana dari lahir sudah siterapkan Syariat Islam oleh umi ana. lalu apa yang salah?

    tidak kah anta membaca tulisan diatas….mereka memperalat SYARIAT ISLAM untuk menjadi HUKUM LEGAL (UNDANG-UNDANG) dinegara yang isinya banyak agama lain. SYARIAT ISLAM menjadi hukum legal dalam suatu negara menurut ana hanyalah TIPU DAYA ELIT POLITIK. Buktinya banyak sekali di negara2 dunia…AFGANISTAN, PAKISTAN, bahkan TURKI, khalifahnya yang diktaktor, yang sudah bertentangan dengan syariat Islam sendiri di tumbangkan oleh umat. Lihat SAUDI ARABIA, mengaku menerapkan Syariat Islam dengan kaffa, padahal emir2 disana menjadi budak AMERIKA, hotelnya berisikan film “Baywatch” dan film telanjang lainnya, lihat juga QATAR, ABU DHABI….Masya Allah…Inikah Syariat Islam yang mau dijunjung menjadi undang-undang….

    Pikirlah ya ahlul fikri, bagaimana bisa ada dua undang-undang negara dibuat bedasarkan status agama seseorang? tidak masuk akal…seseorang bisa dengan mudah pindah agama jika terkena hukum yang berat.

    Allah menurunkan hukumnya untuk mengatur setiap pribadi, mengajarkan setiap umat secara pribadi, tidak ada Allah menyuruh untuk mendirikan negara dengan hukum Islam. Cukuplah hukum itu untuk pribadi.

    JADI ANA JELASKAN, ANA ORANG ISLAM YANG BERSYARIAT ISLAM, TAPI ANA MENOLAK SYARIAT ISLAM DI MANFAATKAN, DIPOLITISIR MENJADI HUKUM LEGAL/UNDANG-UNDANG ITU BAGI ANA ADALAH PENGHINAAN BAGI ALLAH DAN HUKUMNYA.

    karena selama ini Pancasila dan undang2 dinegri inipun sudah menerapkan banyak syariah Islam. hanya saja umatnya yang banyak jahiliyah…..Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar

  22. Kalau cara berpikir anda seperti ini, tentu jadinya demokrasi kita sedari dulu sudah sangat bercacat dan sah untuk dihentikan gara2 pelakunya.
    Coba amati …
    Mana yang lebih banyak menjilat uang rakyat dan bersokap amoral, para pengaku kelompok nasionalis, humanis dan sok kebangsaan itu atau dari kelompok2 aktivis Islam.
    Tulisan anda sangat bias, cobalah belajar proporsional agar usaha provokasi logis semacam ini lebih masuk akal.

  23. IMM Saintek UIN Su-Ka

    We bro…
    kalo ngomong ati2…dah pernah kursus jurnalistik blum..??

    analisis anda bodoh,jgn bawa2 Amin Nasution, trus korupsi di depag dg syariat Islam,
    anda mesti ati2…

    saya sgt setuju dg komentar dari habibhasan

  24. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala-Nya.

  25. Wacana yang anda ambil tidak jelas!. Anda hanya akan membuat keraguan bagi umat Islam yang “awam” akan keIslamannya. Anda harus hati2. Jangan mengadu domba, membuat rasa “skeptis” terhadap perasaan umat Islam. Apa anda komprador Amerika ???, sudahkah anda dapat sumber dana dari mereka ???

  26. MasJay

    Kalau Orang yang ingin menegakkan Syariat Islam saja seperti itu, LALU GIMANA YANG TIDAK?

  27. buat admin blog ini , siap siap aja tanggal mainnya.

  28. kaosputih

    ini emang komentar, tapi kalo kasih komen pake pikiran dong….ga ada yang bisa ngasih argumen yang masuk akal yah….semuanya pada payah…..bang habib maju terus…….

  29. agungk

    koq memakai kutipan sorban dan diskotek ali ngabalin sebagai contoh buruk pemimpin islam? nggak tahu yang namanya bahasa hyperbola ya? beliau bilang berpestapora, kediskotek itu saya kira bukan dalam konteks senyatanya (benar-benar berpestapora), tapi sekedar penekanan identitasnya.

    kamu terlalu tendensius dan apriori terhadap pemimpin islam dan umat islam pada umumnya.

  30. ambon

    eh combro ngawur loeh.
    anti mui sama aja loe anti islam
    dasar kafir anak setan mendingan loe urusin diri loe sendiri
    dasar ngga punya kerjaan

  31. Ahlan ambon,
    ana kira disini kita tunjukanlah Akhlakul karimah, ana kira ente bisa berkomentar dan berdiskusi dengan mengedepankan kesopanan dan akal bidi yang baik. Janganlah menghardik, tapi utaran pikiran ente dengan baik

  32. crocop

    “konon melibatkan anggota pks..”
    hati2 lo publish berita tanpa bukti. Itu namanya tidak profesional.

    Buktinya mpe sekarang orang2 pks belum ada yg terbukti terlibat kasus korupsi di pusat maupun daerah.padahal kan anggotanya banyak. gimana tuh caranya supaya anti korupsi ya? gua kok susah ngejalanin

  33. crocop

    temen2 diskusiku banyak orang2 liberal. mereka anti mui tapi ngelakuin sex bebas.
    Negara bisa demokratis, tapi moralnya bisa bejat tuh mas kalo orang liberal berkuasa

  34. habibhasan

    ya crocop,
    Pada Kasus Al Amin yang ana tau, seorang Aggota DPR dari fraksi PKS memang di periksa KPK, wal hasil kalimat “konon melibatkan anggota pks..” bisa saja di tulis… toh maksud nya tidak menuduh langsung, hanya kemungkinan terlibat.

    masalah orang-orang liberal ana pikir ente terlalu pendek menuduh mana liberal dan mana yang golongan ente. tidak bisa orang yang tidak sejalan dengan pikiran golongan ente langsung ente sebut liberal, Ana pikir ente yang harus hati-hati mempublish pernyataan “temen2 diskusiku banyak orang2 liberal. mereka anti mui tapi ngelakuin sex bebas.”, arena itu tidak profesional.

    Ana bertanya-tanya, siapa yang memulai usaha men-cap liberal kepada seseorang? dan apa dasarnya? apa yang anti MUI berarti liberal? apa yang anti FPI dan kaum radikalis Islam berarti liberal? apakah yang setuju MUI dan setuju FPI tapi merokok disebut liberal? apakah yang menjunjung demokrasi disebut liberal? hati-hati hal itu dekat dengan Fitnah. PKS sendiri saat ini sangat menjunjung dan memperjuangkan Demokrasi, nyatanya mereka ikut dalam pemlu yang adalah produk demokrasi, lalu jika begitu, maka seluruh kader PKS adalah kaum liberal, lalu apakah mereka semua melakukan sex bebas?

    Atau coba dengan pemikiran semacam ini, jika memang terbukti Al Amin benar-benar meminta wanita penghibur dalam usaha korupsi yang saat ini tengah disidangkan, itu berarti Al Amin melakukan sex bebas, padahal dia dari partai Islam (PPP), lalu apakah berarti dia liberal? padahal Al amin dan partainnya adalah pendukung utama MUI.

  35. Perdamaian Dunia hanya dapat Terwujud dari Kedamaian Bathin Manusia sendiri Nov 28, ’08 9:08 PM
    for everyone

    Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani (qs)

    Rabu 19 Nopember 2008

    Kolombo, Sri Lanka

    Diambil dari http://www.SufiLive.com

    Hadirin sekalian. Saya diminta berbicara tentang “Islam dan
    Perdamaian”. Saya berpendapat, Islam itu tidak berbeda dengan
    Perdamaian, ataupun Perdamaian berbeda dengan Islam. Jadi, perdamaian adalah bagian dari Islam. Dan merupakan salah satu prinsip Islam.
    Allah SWT berfirman dalam al Qur’an:
    “Yaa ayyuhannaas – wahai umat manusia. Kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan Kami ciptakan kalian dari berbagai bangsa dan suku agar kalian saling mengenal. Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang paling bertaqwa.”

    Nah, Allah SWT memberitahu hambaNya melalui RasulNya, Penutup Nabi dan Rasul, Sayyidina Muhammad SAW, “Wahai umat manusia Aku tidak membeda-bedakan, “Yaa ayyuhan-naas!” Allah SWT tidak berkata, “Wahai kaum Muslimin!” Dia berkata, “Wahai umat manusia!” Itu artinya Allah SWT menyeru kepada setiap hambaNya tanpa membeda-bedakan: “Wahai kaum Muslimin, Aku bicara pada kalian .., wahai yang bukan-Muslimin, Aku bicara pada kalian …, wahai kaum sekuler, Aku bicara pada kalian…,
    wahai umat Budha, Aku bicara pada kalian ..”. Tidaklah demikian.

    Allah SWT tidak membeda-bedakan siapapun, namun Dia berkata (yang maksudnya), “Aku telah ciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Aku ciptakan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Tapi Aku tidak ingin kalian hidup dalam komunitas yang kecil.”

    Setiap bangsa terdiri dari ratusan suku. Tidak ada yang Allah SWT sukai,kecuali persatuan agar manusia hidup bersama baik Muslim dan non-Muslim. (Tetapi) manusia membuat kesalahan besar. Mereka ingin menjadi hakim
    bagi umat manusia. (Padahal) Allah-lah Yang Maha Hakim. Allah Yang Maha Pencipta adalah Yang Maha Hakim. Kita, manusia bukanlah hakim.
    Janganlah menghakimi orang lain. Kita ini umat manusia. Hakimilah diri kalian dulu. Apakah kalian bahagia dengan diri kalian sendiri?
    Suruhlah manusia bertanya pada diri sendiri, apakah mereka bahagia dengan diri mereka?
    Tunjukkan kepada saya satu orang pun yang tidak punya masalah. Itu artinya orang tidak bahagia dengan dirinya sendiri. Jadi, bagaimana dia bisa bahagia dengan masyarakatnya?. Allah SWT berfirman jika kalian ingin bahagia dengan diri kalian, maka saling mengenallah
    (belajarlah) satu sama lain. Jangan melewati batas. Ketahuilah batas kemampuan kalian. Kalian hanyalah makhluk kecil mungil di planet bumi ini. Dibandingkan bumi, kalian bagaikan gajah dengan semut. Mana yang lebih besar, gajah atau semut? [hadirin: "gajah .."]. Salah, mereka berkata semutlah yang lebih besar. Karena semut memandang dirinya
    besar, tetapi (tidak menyadari) bahwa gajah dapat melumatkan semut dalam sekejap.

    Nah, mana yang lebih besar, Allah SWT atau kita? Kita lebih besar atau Allah SWT yang lebih besar? Tentulah Allah Maha Besar. Pada setiap saat, Allah dapat melenyapkan kalian, membuat kalian menghilang dari dunia ini. Sangatlah mudah bagi Allah SWT, Dia tinggal mengambil nyawa kalian.

    Maka, apa yang bisa kalian sombongkan? Kalian kira diri kalian apa? Kalian menciptakan masalah-masalah, kalian menentang pemerintah. Kalian menjadi teroris dan melakukan hal-hal yang buruk, dan sebagai justifikasi kalian mengklaim melakukannya atas nama agama. Kalian mengambil dari agama namanya saja, tapi meninggalkan intisari
    ajarannya.
    Allah SWT berfirman, “Aku menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dari berbagai bangsa dan suku agar kalian saling mengenal.”
    Agar saling mengenal saudara yang berasal dari budaya yang berbeda; mengambil apa yang baik bagimu dan meninggalkan apa yang tidak baik.
    Kalian mengklaim, “Aku lebih baik dari orang lain.” Ego kalian lah yang mendorong kalian berkata, “Aku lebih baik dari orang lain!”
    Allah SWT tidak suka kezaliman. Itulah mengapa Allah SWT menyebut Dirinya ar-Rahman ar-Rahim. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
    Allah SWT tidak menyebut Dirinya Adh-Dhaalim. Kalian tahu apa artinya adh-Dhaalim? (yaitu) opresor (penindas, atau yang berbuat zalim). Allah SWT tidak menyebut Dirinya Penindas (Yang Zalim). Allah SWT menyebut Dirinya Yang Maha Penyayang, Yang Maha Mengampuni – bukan Yang Maha Menghukum.

    Allah SWT berfirman: “Wahai hambaKU, janganlah kalian berputus asa dari Rahmat-Ku, “datanglah kepada Rahmat-KU, niscaya Aku ampuni kalian.”

    Apakah yang dikatakan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis shahih? “Jika seorang manusia, seorang hamba Allah, mendekati Allah sepanjang tangan ini, maka Allah mendekatinya satu depa, apabila hambaNya mendekatiNya
    berjalan, maka Allah mendekatinya berlari.”

    Jadi, kewajiban kita adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT pada setiap saat dalam hidup kita. Maka, jangan senang bertengkar, karena Allah SWT tidak menyukai perang dan tidak menyukai pertengkaran.

    Allah SWT mencintai perdamaian. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an: “wa injanahuu lis-silmi fajnah laha.” Artinya, kalau (musuh kalian) mengajakberdamai, maka berdamailah bersama mereka. Allah SWT tidak berkata, “Pergi dan perangilah mereka.” Kalau mereka mengajak berdamai maka
    kalian pun harus mau berdamai.

    Semua orang sekarang ini ingin melihat perdamaian. Semua orang berkata, “Aku suka perdamaian.” OK, kalian suka perdamaian dan ingin ada perdamaian di dunia, makanya anda sendiri harus damai. Ubahlah perilaku kalian. Pertama-tama damailah dulu dengan diri kalian
    sendiri.

    Apa tandanya seseorang memiliki perdamaian (ketenangan bathin)? (Apa artinya) sekali-kali boleh marah? Orang kadang-kadang marah. Kalau marah, itu tandanya kalian tidak damai (tidak tenang). (Namun) jika kalian benar-benar membenamkan diri kalian dalam Keesaan dari Kemaha cantikkan Allah dan Keesaan-Nya dan Samudra KedamaianNya, dan Samudra dari Ghaybun Mutlaq – Samudra Yang Tidak Diketahui, berserah diri pada Dia Yang Esa Yang tidak dapat diketahui dan Dia tidak dapat
    diketahui kecuali melalui tanda-tanda-Nya. Barulah kalian dapat memperbaiki diri kalian.

    Sekarang ini orang-orang dan ulama-ulama di seluruh dunia mengklaim dirinya “Kami adalah para ulama! Kami belajar syari’ah. Kami belajar hukum Islam. Kami belajar agama modern.” Apapun yang ingin kalian pelajari, pelajarilah. Tapi pertama-tama terapkanlah dulu pada diri sendiri dan keluargamu. Apa yang dilakukan para ulama? Mereka
    memberikan ceramah-ceramah pada masyarakat, tapi mereka tidakmengamalkannya pada diri mereka sendiri. Mereka kira mereka tidak termasuk didalamnya. Salah. Kalian harus mengamalkannya dulu pada diri kalian. Jika kalian tidak mengamalkannya dulu pada diri sendiri, agar menjadi tauladan, maka dakwah mengajak orang lain mengikuti kalian,
    tidak akan efisien.

    Tentu saja ada sedikit orang disana sini yang sudah mengamalkannya pada diri sendiri. Oleh sebab itulah mereka mampu menjadi magnet, menarik orang lain untuk mengikuti mereka.
    Jadi pesan yang ingin disampaikan disini adalah: kita tidak datangkesini untuk mengajar. Kita bukanlah guru, tapi kita adalah para pendengar. Guru yang baik adalah guru yang pandai mendengarkan. Seorang guru haruslah menjadi pengamat yang baik. Dia mengamati, melihat dan mendengarkan. Seperti ilmuwan. Ilmuwan selalu mengamati
    kalau ia menerapkan suatu formula untuk diuji, dan selalu
    mengamatinya. Sekarang di perusahaan-perusahaan farmasi mereka
    menggunakan hewan sebagai sarana pengujian obat, kemudian mereka mengamatinya untuk menentukan apakah suatu produk farmasi dapat diterapkan kepada manusia.

    Jadi, mengamati adalah perilaku yang baik dari seorang guru, begitu juga mendengarkan. Seorang guru tidak sepatutnya membanggakan dirinya seperti burung merak dan berkata, “Akulah seorang guru!”.

    Rasulullah SAW sangatlah rendah hati. Karena kerendahan-hati beliau itulah Allah SWT mengundang beliau SAW melakukan Isra Mi’raj, menaikkan beliau SAW ke hadhiratNya, karena kerendahan hati Rasulullah SAW. Kalau
    kalian mengajak orang lain dengan kerendahan hati, orang akan mengikuti anda, tapi kalau kalian mengajaknya dengan merasa diri unggul dibanding yang lain, tidak akan ada yang mau mendengar anda.

    Salah satu Imam Besar Islam, Imam Malik, yang hidup 90 tahun setelah masa Rasulullah SAW, pernah berkata, “Di Madinah al-Munawwarah aku punya 900 guru.” Imam Malik berasal dari al-Maghrib (Marokko), dan di kawasan Maghrib sekarang penduduknya mengikuti mazhab Maliki. Beliau
    berkata, “Aku punya 600 guru yang mengajarkanku Syari’ah dan 300 guru yang mengajarkanku agar menjadi hamba Allah yang tulus dan bertaqwa.”

    Jadi, maksudnya disini adalah begitu pentingnya kita memiliki akhlakyang mulia dan moral yang terpuji. Kelemahan kita adalah: pada cara kita menghadapi orang lain atau masyarakat di sekitar kita. Anak-anak minggat meninggalkan orang tuanya, orang tua (suami-istri) pun demikian,
    bertengkar satu sama lain, dan segala sesuatunya kacau sekarang ini.

    Berarti pesan Islam (yang disampaikan) sekarang ini tidak(belum)lah damai. Tidak seperti yang disebut orang banyak, “Islam dan Perdamaian.” Bukan begitu, perdamaian itu justru inti dari Islam.
    Termasuk perbuatan dosa dalam Islam jika kalian tidak berlaku damai atau jika kalian tidak ingin berdamai dengan orang lain. Jika disebut “min al-furud”, maksudnya hidup damai bersama adalah kewajiban.

    Allah SWT berfirman, “Berdebatlah kalian dengan cara yang terbaik dan saling memahami. Bantahlah mereka dengan cara yang baik. Jadilhum bi ladzii hiya ahsan.”

    Allah SWT tidak akan membebani seseorang melebihi kemampuan hambaNya. (Makanya) jangan memandang diri anda lebih baik dari orang lain.
    Mengejek orang lain tidaklah mendukung perdamaian, sikap itulah yang menciptakan banyak masalah. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua dan semoga Allah SWT memberkahi kita dan menurunkan kedamaian ke dunia ini
    seperti sebelumnya, dan semoga Allah SWT melenyapkan semua tirani kezaliman, dan memusnahkan semua perilaku teroris, dan membuat kita semua hambaNya seperti yang difirmankanNya dalam al-Qur’an: wa tasimuu bi habiLLah jamiiyyaan, wa laa tufarriquu. Berpeganglah erat-erat pada
    Tali Allah, dan janganlah bercerai berai.” QS. Ali Imran.

    Wa min Allah at-taufiq bi-hurmati ‘l-Fatiha
    disalin dari

    http://jalansufi.multiply.com/

  36. sayang heulang

    mendingan makan pepes ayam ,enak gurih,kenyang lagi…..abis kenyang… mata bera ..bobo aja…dari pada merebutin pepesan kosong……he…he…… saalam damai buat saudara2ku
    bukan berarti engak peduli ngurus diri aja belum bener ,dari pada kwalat…heeee.

  37. di tempat kami … pepes tidak pernah kosong…

    Seperti iklan kartu gsm.. :

    Mau ?

    Salam…

  38. logic

    pepes naon sepep ?

  39. nyanghareup kamana wae sami..tos ngarti teu acan
    pepes pepes lauk aya bedana jeung dibalikkeun..
    dibalikeun teteup lauk…
    anu ngajieun hirup…

    sok atuh…

  40. sayang heulang

    pepes ikan pepes ayam,ditaburin daun kemangi
    euuuuuunak coi.
    dari pada debat kusir ,ada bahan unuk direnungkan ” NGAJI RASA”
    ngaji rasa ada 3.
    1.ngaji rasa menurut jasmani(sehat-sakit) karena jasmani yang merasakan sehat atau sakitnya,jangan nyubit orang kalau kita belum merasakan dicubit sendiri,rasanya bagaimana
    2.ngaji rasa menurut rohani ( senang-susah) karena rohani yang merasakan senang susahnya rasa,bgmana kita pernah dikecewakan orang jangan kita mengecewakan orang karena pernah merasa kecewa.klo bisa sebaliknya bisa menyenangkan orang.
    3.ngaji rasa menurut rasa,sudah benarkah niat,ucap,kelakuan kita selama ini? salahkah niat ,ucap,kelakuan kita selama ini? jujurkah kita selama ini terdahap diri kita? hanya rasa kita masing2 yang bisa menjawabnya.bagaimana kita mau mengenal tuhannya sedangkan dirinya sendiri terhijab,oleh sipat “merasa”
    mhn naap saudara2ku tidak ada maksud atau tujuan mencemooh atau menghina pribadi2 ataupun golongan niat saya nutuk berdamai daripada debat kusir mendingan kita ngoreksi diri masing2,apalagi nguji diri nantang kebisaan boro2 pinter bener bodo aja saya engak punya.

    tabe pun ingsun

    sayang heulang

    • Agus

      Assalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
      Bismmillah.

      Dari sekian banyak komentar, saya menanggapi bahwa KEJADIAN-KEJADIAN KHUSUSNYA di Indonesia ,itu merupakan dilema kehidupan yang mana harus dibenahi dengan kekuatan iman yang sungguh-sungguh, bahwa selama ini yang belum disadari secara mendalam bahwa umat Islam di Indonesia masih di bawa naungan THOUGUT di dalam aturan dan kepemimpinannya.
      Pesanku segerahlah kita menyatu menegakkan Hukum/aturan Alloh dan Rosulnya. Apabila kita dapat bersatu maka , Hukum buatan manusia dapat digugurkan. Sesungguhnya kebanyakan umat manusia baik di negara luar maupun di negara Indonesia tidaklah akan sanggup mengikuti Hukum Alloh SWT & Rosul-Nya, dikarenakan kebanyakan umat manusia di dalam kemunafikan.
      Segeralah kita bersama-sama umat Islam di Indonesia memikirkan hal ini dan camkan dengan keimanan.
      Wassallam

  41. Tetap tegakan Syariat ISLAM di Indonesia!!!
    maju terus, pantang menyerah wahai orang2 yang ingin menengakan Kebeneran di bumi Alloh Ini,

    *Sebagai bentuk cinta saya pada negara ini, saya bercita-cita menegakan syariat Islam sebenar2nya di negara ini, agar indonesia menjadi negara yang di Ridhoi Rabbnya.
    Kalian para manusia, engga usah sok pintar, engga usah sok bijaksana, menggunakan akal sendiri dan mengabaikan perintah Tuhanya.

  42. stt

    PKS bukan parpol Islam ingat itu!!




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: